Latest Entries »

Apakah tifus itu

image

“Apa yang dirasakan” tanya dokter
“Demam dok” jawabku
“Sejak kapan” lanjut dokter
“Sejak hari sabtu” jawabku lagi
“Berarti ini sudah hari ke 4 ya, keluhan lain yang dirasakan apa?  Tanya dokter lebih lanjut
“Kepala pusing, perut sakit” jawabku lebih lanjut.
“Tolong baring ditempat, saya akan periksa” perintah dokter lebih lanjut.
Itu sepenggal percakapanku dengan dokter yang memeriksaku dan kemudian mendiagnodis aku kena tifus. View full article »

image

“Hai dah selesai, itu tak bawakan lumpia basah, enak lhoo” sambut kawanku yang sekarang jadi atasanku, begitu aku masuk kamar.
“Oya, boleh juga nich lumpia basah” jawabku
“Tadi waktu masih panas enak” lanjutnya
“Oke, nanti kucoba, tapi aku pingin majan malam sup buntut” timpalku

View full article »

image

“Mau makan apa” tanya temanku sepulang dari bezuk ibunya teman kuliah
“Pingin yang berkuah” jawabku
“Kalau gitu ke sup iga sapi ya?” Tawar temenku
“Oke” jawabku
Maka temenkupun memgarahkan jalannya kendaraan menuju warung sup iga sapi di daerah terban.
Dan pilihan temanku memang tepat, begitu sup iga sapi disajikan dimeja menggunakan panci yang dibawahnya dinyalakan apinya…rasanya segera pingin segera melahap sampai habis. View full article »

image

“Pingin makan apa jeng?” Tanya sahabatku
“Terserah saja, apa saja aku mau” jawabku
“Jangan terserah, mau makan bebek apa ayam” tanyanya lagi
“Semuanya aku suka, yang penting ada sayurnya” timpalku kemudian
“Atau mau ke warung made” tawar sahabatku
“Boleh juga tuch, aku belum pernah kesana” jawabku antusias
Itu sepenggal percakapanku dengan sahabatku akhir bulan lalu di Bali.

View full article »

azka“Hmmm…mantap nich sup iga sapinya” komentarku saat menu makan siang pesanan kami datang

“Iya nich” jawab temen kuliahku setengah bergumam

“Enaknya sampai rumah terus tidur” sambungku saat kami selesai makan

“Badanku koq ga enak ya” tulisku di whatsapp yang kukirim ke teman setelah bangun tidur

“Ya sudah, nggak usah berangkat rapat” balas temanku

View full article »

Ada apa ini dengan lumbal 4-5 ku

image

“Mbah, mau pijat” permintaanku pada mbah jiyo yang seminggu lalu menyuruhku balik kerumahnya hari ini
“Simbah masih sibuk, mbetulin rumah, besuk saja” jawab simbah
“Ya mbah” jawabku.
Akupun pulang, sambil bingung, kenapa ditolak ya, padahal khan minggu lalu simbah yang nyuruh untuk kembali hari ini, aneeeh….sambil kukayuh sepedaku pulang pertanyaan itu tetap bertengger dikepala. Separo perjalansn pulang, kutemukan jawaban…kalau simbah tidak mau mijit berarti aku tidak butuh dipijit, maka kukayuh sepedaku dengan rasa lebih enteng dan lebih sehat.

Seminggu kemudian, aku berpikir bahwa, aku harus menemukan jawaban atas nyeri bagian bawah punggungku. Kubawalah kakiku melangkah ke dokter, lalu diminta untuk rongten. Hasilnya kuberikan pada dokter dan diminta untuk dibawa ke dokter syarsf, aduuuuchhh….kenapa ke dokter syaraf, apa aku sudah gila ya, batinku.
image

Tapi kujalani juga perintah doktet untuk ketemu dokter syaraf, seorang dokter yang masih muda, ganteng, wach kalau begini, disuruh sering ke dokter syaraf juga tidak keberatan nich.

Hasil rongten dilihat kembali oleh dokter ganteng, diminta besuk pagi datang lagi untuk periksa, eechhh kesampaian juga ketemu dokter ganteng lagi. Esuk harinyapun kutemui kembali dokter ganteng, aku diminta masuk ruang periksa, disana dah menunggu seorang perawat lengkap dengan peralatan untuk memeriksaku, aku disuruh berbaring lalu dipasang alat-alat dengan kabel terhubung ke mesin. Tak berapa lams dokter ganteng memeriksa, rrus perawat sibuk dengan alat yang lain.

Aku disuruh melipat kaki dan menjatuhkannya kekanan
” sakit” tanya dokter
“Tidak” jawabku
Disuruhnya aku keposisi telentang kaki ditekuk dan menjatuhkannya kekiri
“Apakah sakit” tanya dokter
“Tidak dok” jawabku
“ini khan posisi yang biasa kulakukan kalau beryoga” lanjutku kemudian.
“Oke, selesai, kita kembali ke ruang konsul ya” ajak dokter
“Ya dok” jawabku

Waktu masuk kembali ke ruang konsul, dokter sudah siap menjelaskan hasilnya.

“Ini gambar tulang belakang” katanya sambil menunjuk hasil rongten yang kubawa kemarin.
“Ini posisi lumbal 4 dan 5 yang tidak pas dan menjepit syaraf, sehingga menyebabkan rasa sakit, apa pernah jatuh” tanya dokter.
“Nggak tuch dok” jawabku, karena merasa tidak jatuh trus sakit punggung
“Dulu, beberapa tahun sebelumnya” tanya dokter lagi
‘Ooo kalau waktu sekolah beberapa kali jatuh naik motor dok” jawabku sambil mengingat ingat berapa kali jatuh,
image

“Mungkin itu bisa jadi penyebabnya, tetapi Karena hasil pemeriksaan lanjutan tadi baik, maka tidak perlu fisioterapi, cukup pakai korset khusus, senam punggun, ini caranya, katanya sambil memberiku gambar cara melakukan senam punggung dan rajinlah berenang” penjelasan yang sangat pendek dan mudah dipahami.

Yaaa, lumbal 4 -5, ruas tulang belakang nomor 4 dan 5 dari tulang ekor dibawah. Gambar di rongten agak lancip sedikit, berbeda dengan lumbal yang lainnya.
Kecil atau sedikit sich bedanya dengan yang lain, tapi menyebabkan sakit yang tak terlukiskan dengan kata-kata.

Oke, besuk aku akan mulai rajin renang, semoga itu mampu mengurangi rasa sakit ini.

Salam sehat

image

“Jeng, bagaimana rasa sakitnya” tanya temen kuliahku
“Rasanya nggak pingin malam” jawabku
“Koq ga pingin malam” tanya temanku heran
“Iya, soalnya sakitnya nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata” jawabku menjelaskan.
“Ooo gitu ya” jawabnya mencoba memahami meski berjuta tanya dibenaknya.

Waktu berlalu sekian lama, suatu saat aku ketemuan dengan teman-teman kuliah di warung sego pecel bu wiryo klebengan, dekat selokan mataram, temenku mendekat dan berkata ” bener katamu jeng, sakitnya paling cocok hanya diungkapkan dengan istilah tidak pingin malam”
image

Yaaa, sakitnya syaraf kejepit memang susah diungkap dengan kata-kata. Saat sakit menyerang, temanku sampai lumpuh alias tidak bisa jalan berhari-hari karena sakitnya, aku sempat hanya bisa tegolek lemah ditempat tidur tak mampu menggerakkan anggota badan bahkan hanya untuk sekedar menggerakkan kepala menengok kekanan. Sungguh sakitnya tak terlukiskan.

Meski “kelumpuhan” badanku terjadi diseluruh tubuhku namun hanya berlangsung beberapa malam, sementara temenku sempat sampai beberapa minggu.

Temenku syarafnya kejepit di antara lumbal 2-3, sedangkan syarafku kejepit diantara lumbal 4-5. Pengobatan syaraf kejepit temenku dengan terapi panas di rumah sakit, sedangkan penyembuhanku cukup mengikuti saran dokter untuk melakukan senam punggung dan berenang.
image

Alhamdulillah, dengan berusaha untuk selalu senam punggung dan atau renang, kesakitan yang sangat menyiksa itu tidak pernah datang lagi. Sesekali terasa nyeri kalau aku kelupaan mengangkat beban berat yang merupakan pantangan bagi orang yang menderita syaraf kejepit.

Semoga bermanfaat

image

Beberapa hari ini banyal tulisan di media mengupas dan “menyimpulkan” syaraf kejepit yang diderita oleh seorang selebriti disebabkan oleh program dietnya.
Sebagai orang yang juga menderita syaraf kejepit di lumbal yang sama dengan selebritis itu, yaitu lumbal 4-5, aku pikir media terlalu cepat menyimpulkan bahwa syaraf kejepit disebabkan oleh diet.

Sejauh yang kutahu dan yang kuperoleh info dari sesama penderita syaraf kejepit saat ngantri kontrol dokter, penyebabnya karena pernah jatuh dimasa lampau dan baru kerasa sekarang.

Persis dengan aku, sewaktu awal belajar naik motor sampai dengan mahasiswa, berulangkali aku mengalami kecelakaan di jalan raya, dan alhamdulillah tidak satupun yang membuatku harus dirawat dirumah sakit. Akibat jatuh dimasa muda itulah yang kini batu kurasakan akibatnya.
image

Pemicu sakit disaat dah berumum, bukan selalu jatuh, pemicu sakitku waktu itu bermain badminton, oleh lawanku diumpan tinggi-tinggi, sampai suatu saat pukulan smashku yang terlalu bersemangat mengakibatkan nyeri yang luar biasa di punggungku sehingga menghentikan permainanku.

Rasa sakit itupun tidak otomatis aku tahu kalau disebabkan oleh syaraf kejepit, karena di kepalaku yang terpikir adalah otot kesleo, jadi kubawa ke tukang urut, sekali urut sembuh. Kupikir beres. Ternyata tidak, singkat cerita kubawa ke rumahsakit, dipriksa oleh dokter syaraf, ketahuanlah kalau aku kena syaraf kejepit di lumbal 4-5. Dan disarankan olehragaku berganti ke renang.
image

Jadi aku berpikir bahwa syaraf kejepit bukam disebabkam oleh diet, tetapi karena jatuh dimasa lalu yang mengakibatkan syaraf kejepit di masa berikutnya.

Semoga bermanfaat

Sunrise“No berapa” tanya petugas penjaga poliklinik kantor

“No 1 ” jawabku

“Ini” penjaga menyodorkan nomer 703

Aku terima berkas itu sambil sedikit heran, kenapa bukan no 1 dan kenapa berkas-berkasnya beda ya…tapi koq namaku tertera disana. Waktu periksa dokter, baru terjawab kebingunganku, itu memang bukan kartuku, tetapi kartu istri kolega kerjaku yang kebetulan namanya sama dengan namaku. Terima kasih bu dokter yang telah cermat memperhatikan kartu medical recordku.

Sebenarnya aku ke poliklinik untuk memeriksakan batukku yang sudah sebulan belum sembuh tuntas dan suaraku belum bisa pulih, padahal bulan depan sudah mulai kembali aktivitas bergaya didepan kelas. Harus kutuntaskan masalah suara yang belum juga muncul seperti sedia kala ini agar kegiatan bulan depan tidak terganggu. View full article »

buah delima merah“Yang aku pingin buah markisa” ajak Azka, cucu kakak sulungku

“Lho kita nggak punya buah markisa” jawab adikku

“Kita petik yang didepan itu lho” Jawab Azka lagi dengan menarik tangan adikku

“Oooo…itu bukan markisa itu buah delima” Jawab adikku sambil berjalan kehalaman rumah

“Iya, ayo kita petik, aku mau makan buah delima” ajak Azka

Itu sepenggal percakapan Azka dengan adikku. Tidak banyak anak-anak mau makan buah delima, jangankan anak-anak, orang dewasa saja tidak banyak yang suka buah delima, mengingat bijinya jauh lebih banyak dari daging buahnya. Tetapi anehnya aAzka suka, meski kadang ketemu buah yang belum manis karena belum begitu masak. View full article »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.058 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: