Bahagianya melihat mereka bahagia


Perjalanan jauh tak terasa melelahkan karena sepanjang perjalanan banyak canda ria, tertawa bersama.

Waktu lebih banyak habis dijalan daripada buat berenang terbayar dengan sesi berendam di air panas dan terapi ikan.

Sungguh tawa bahagia ibu ibu klub renang tirta kencana membuatku lebih bahagia.

Semula hasrat hati pingin memenuhi saran dokter untuk tidak berenang, tapi dibawah ancaman mau diceburin kolam beramai ramai akhirnya luluh juga hati ini. Setelah menutup luka dengan dermafix plester tahan air, kuucap bismillah maka masuk ke air juga bergabung dengan mereka.

 Apalagi saat masuk kolam air panas khusus perempuan…waaah rasanya ga pingin keluar kolam dech….badan yang biasanya sejam.dikolam sudah kedinginan, ini 2 jam lebihpun tak terasa dingin… hehehe… namanya juga kolam air panas yaa. Bahkan salah satu ibu sepuh bilang pada penjaga kalau mau berendam sampai jam 8, padahal waterpark tutup jam 6, hehehehe…ada ada saja celotehan ibu ibu yang membuat suasane jadi cerah ceria.

Hati puas, saat kami meninggalkan kolam, apalagi saat kami melintasi kolam permainan sempat bercakap dengan petugas, dan mendapat info bahwa kolam setiap hari dikuras. Ahaaa….ketemu tanda tanya dalam hati…melihag air begitu jernih dan lantainya tidak licin karena berlumut.

Oke..sampai ketemu pada acara renang ceria berikutnya. 

Iklan

Jaga pola makan dan kesehatan ala Rasulullah

*_Jaga Kesehatan dan Pola Makan ala Nabi Muhammad SAW_*

*Oleh  Liputan6.com, Jakarta -* 

_Praktik menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, menjalankan pola hidup sehat ternyata sudah ada sejak zaman Nabi. Dan nyatanya, di masa Nabi Muhammad SAW tak ada orang yang sakit, lantaran mengikuti jejak Rasulullah dalam hal kesehatan._

_Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan kebersihan kepada umatnya. Seperti Ibnu Hayyan mengatakan, “Bersihkan diri, karena Islam adalah kebersihan. “_

Sementara dalam hadis Nabi dikatakan,” Kebersihan mengajak ke arah iman, dan iman mengarah pemiliknya ke surga.”

Kebersihan yang diajarkan Nabi Muhammad meliputi penanganan makanan, kebersihan seluruh tubuh, pakaian, rumah, dan lingkungan. Seperti apa Nabi menjaganya? 

_Berikut ini cara Rasulullah memberi contoh kepada umatnya, dikutip laman Islamicbulletin, Jumat (17/6/2016)._

*1. Siwak*

Nabi Muhammad SAW menekankan kebersihan pada gigi, tangan, dan rambut. Beliau pun saat berhati-hati dalam menjaga kesehatan gigi, dengan menyikatnya dengan siwak.
Beliau merekomendasikan menggunakannya setiap berwudhu, sebelum dan setelah makan. Dokter gigi pun salut dengan cara Rasulullah tersebut.

*2. Kebiasaan makan*

Makan adalah kebutuhan manusia, namun bagi seorang muslim makan pun ibadah. Untuk memulai selalu dibiasakan berdoa, membaca Basmalah. Dan diakhiri juga dengan doa.

*3. Jangan buang makanan*

Janganlah makan berlebihan. Dan disarankan tidak membuang makanan yang dikonsumsi. Dalam Al Quran 7:31 disebutkan, “Hai anak Adam! Lihatlah ke perhiasan Anda di setiap tempat ibadah, makan, dan minum, tetapi jangan boros. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang boros.”

*4. Diet*

Salah satu cara menjaga kesehatan adalah diet seimbang. Nabi Muhammad menekankan perilaku makan kurang sebagai metode pencegahan penyakit. Nabi Muhammad SAW mengatakan,

“Kurangi makan Anda akan lebih sehat.”

*5. Makan perlahan*

Hal ini dianjurkan untuk kesehatan yang baik. Memfasilitasi makanan yang benar-benar dikunyah, dengan cara benar sehingga dapat dicerna.

*6. Motivasi hidup*

Empat belas abad yang lalu, Islam sudah meletakan dasar peraturan makanan serta batas-batas di mana manusia dapat memenuhi kebutuhan fisik, dan keinginan tanpa membahayakan hidupnya. 
Umat Islam termotivasi untuk mencari kebaikan dunia akhirat secara seimbang. Seorang muslim disarankan untuk menghindari hal yang ekstem, dan memilih yang moderat termasuk kebiasaan makan.

_”Makanlah dari hal-hal baik yang kami sediakan dari rezeki Anda, tapi komit tidak berlebihan di dalamnya,”_ Surat Al Quran 20:81.

Nabi Muhammad SAW pun tidak mengizinkan umat Islam melakukannya dengan cepat yang dapat berbahaya, dan menyebabkan penyakit.

*7. Makan bersama*

Nabi Muhammad SAW juga menyarankan untuk menikmati makan bersama-sama, baik bersama keluarga, atau pasangan suami istri. _”Makanlah bersama-sama dan tidak terpisah, untuk mendapatkan berkah,”_ hadis Ibnu Majah.

*8. Kebiasaan minum*

Disarankan untuk tidak menghabiskan air minum sekali tenggak. Faring berfungsi sebagai lorong umum untuk makanan, minuman dan udara. 
Untuk menghindari tersedak, sebaiknya minum pelan-pelan, dan sambil duduk.

_”Jangan minum air dalam satu tegukan (satu napas) seperti unta. Tetapi diangsur dua atau tiga kali sambil mengambil napas. Ucapkan Basmallah ketika memulai minum, dan Hamdallah ketika selesai,”_ hadis Tirmidzi.

*9. Sopan santun di meja makan*

Sebagai seorang muslim, Anda dituntut untuk menunjukkan kasih sayang, kelembutan, dan pertimbangan buat orang lain. 

*_Jika berada dalam satu meja makan sebaiknya lakukan ini:_*
– Makan sambil duduk
– Makan bersama, dan berbagi makanan
– Melayani orang lain lebih dahulu, terutama tamu
– Tuan rumah adalah orang yang pertama memulai makan, dan terakhir untuk selesai.
– Ambil makanan dalam porsi kecil sesuai kebutuhan.

Bersihkan makanan di piring tanpa sisa.
– Makan dengan tangan
– Cuci tangan, dan mulut

  http://m.liputan6.com/health/read/2533652/jaga-kesehatan-dan-pola-makan-ala-nabi-muhammad-saw

              ๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š

Tahukah info berguna

*_BERITA๐Ÿ’•KESIHATAN:_*

*_INFO BERGUNA_*

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข

*_SAKIT DI BAHAGIAN BAHU_*
โ—Menandakan saluran darah telah menjadi keras dan fungsi metabolisme tidak seimbang.

*_KEBAS TANGAN_* 
โ— Pengaliran darah di bahagian atas badan tidak lancar

*_KEBAS TANGAN KIRI DAN LENGAN_*
โ—Tanda-tanda lemah atau sakit jantung. Jika rasa kebas menjadi sakit di bahagian lengan dan kekal di sana, ini menandakan serangan sakit jantung mungkin berlaku. 

*_KEBAS KAKI_*
โ—Pengaliran darah di bahagian bawah badan tidak lancar.

*_SAKIT TAPAK KAKI_* 
โ—Menandakan buah pinggang lemah. Biasanya disebabkan oleh kekurangan senaman dan duduk terlalu lama.

*_SAKIT TUMIT KAKI_*
โ—Menunjukkan kelemahan fungsi alat kelamin.

*_RASA PANAS DI TAPAK KAKI_* 
โ— Penyeimbangan fungsi buah pinggang akibat lemah tenaga batin.

*_GATAL DI CELAH-CELAH JARI KAKI_*
โ—Menunjukkan tanda awal penyakit kaki busuk (Hong Kong Foot).

*_TANDA-TANDA DALAMAN  KEPALA_*
_Secara amnya_, segala tindak balas yang berlaku di bahagian kepala mempunyai kaitan dengan sistem pengaliran darah, jantung dan saraf otak.

*_PENING/SAKIT DI BAHAGIAN DEPAN KEPALA_*
โ—Menandakan sakit tekanan jiwa (neurosis) akibat bebanan mental dan banyak berfikir.

*_PENING/SAKIT DI BAHAGIAN BELAKANG KEPALA_*
โ— _Bahagian atas_ . Menunjukkan penyakit tekanan darah tinggi.
โ— _Bahagian bawah (tengkuk)_. 

Menunjukkan penyakit tekanan darah tinggi atau tekanan darah.

*_SAKIT KEPALA DAN RASA GAS KELUAR DARI TELINGA_* 
โ—Menandakan penyakit migrain.

*_BISUL TERJADI DI KEPALA_*
โ— Tanda pembuangan toksin sedang berlaku. Kadang-kadang dikaitkan dengan penyakit migrain.

*_RASA PENING YANG MEMUSING_*
โ—Tanda kurang darah atau pengaliran darah tidak lancar.

*_MULUT/KERONGKONG/LIDAH LOYA/MUNTAH_* . 
_Tanda penyakit lelah_. Pembuangan bahan toksik dari bahagian perut.

*_MUNTAH DARAH_*
โ— _Darah merah_ : Pembuangan tisu yang sudah rosak di bahagian kerongkong dan
โ— _Darah hitam_: Pembuangan tisu yang sudah rosak di bahagian perut; misalnya penyakit ulser…

*_LIDAH RASA TEGANG DAN PENDEK_* : 
โ—Tanda sakit jantung.

_KELUAR AIR LIUR YANG PEKAT_ . Proses pembuangan toksin dari kerongkong akibat jangkitan kuman

*_KERAP KENCING_* 
โ—Menunjukkan buah pinggang mengandungi kotoran

*_AIR KENCING BERKAPUR_* 
โ—Menunjukkan penyakit batu karang dalam buah pinggang.

*_AIR KENCING BERMINYAK_* 
โ— Menunjukkan buah pinggang mengandungi kotoran berlemak.

*_AIR KENCING PEKAT BERWARNA COKLAT_* 
โ— Menandakan proses pembuangan toksin sedang berlaku.

*_AIR KENCING BERDARAH_* 
โ— Penyakit batu karang atau buah pinggang luka.

*_CIRIT-BIRIT/KERAP BUANG AIR BESAR_*
โ—Membersihkan kotoran/keracunan dari usus besar. Cirit-birit dengan serta merta selepas memakan RG, menandakan penyakit barah di bahagian usus besar.

*_SEMBELIT_*

Membersihkan toksin dari usus kecil.

*_NAJIS BERDARAH_*
โ— Darah merah : Masalah penyakit buasir atau barah di bahagian usus.
โ— Darah hitam: Masalah penyakit ulser perut.
*_NAJIS BERWARNA HITAM_*
โ— Menunjukkan proses pembuangan toksin di bahagian usus sedang berlaku.

*_BADAN_* 
Secara amnya, segala kesakitan badan adalah disebabkan saluran darah.

โ— Proses menyeimbangkan urat saraf.

โ— Menandakan luka di dalam badan.

โ— Proses menyeimbangkan urat saraf yang berkaitan dengan organ-organ badan.

 
โ— Proses melancarkan pengaliran darah.

*_BADAN TERASA BERAT/ MALAS/ LENGUH_*  
Badan mengandungi asid yang berlebihan. Proses penyeimbangan

*_BADAN TERASA PANAS_* 
โ—Badan mengandungi asid yang berlebihan. Ini menandakan badan memerlukan banyak air untuk menjalankan proses pembuangan toksin.

*_BADAN TERASA RINGAN_* 
โ— Menandakan badan segar dan proses awet muda sedang berlaku.

*_RASA TAKUT MENGEJUT_*
Lemah fungsi buah pinggang. Tenaga batin lemah.

*_CEPAT NAIK DARAH/MARAH_* 
..Fungsi hati lemah. Tekanan darah tinggi.

*_RASA BIMBANG DAN TAKUT_* 
..Sistem paru-paru yang lemah.

*_RASA SERONOK ATAU BIMBANG TANPA SEBAB_*

.

. Sistem jantung yang lemah.

.. Sistem saraf otak yang lemah.

*_Share…  disimpan juga tak ada gunanya, lbh baik  bantu di share… Selamatkan  nyawa sahabat kita.TQ_*

            ๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š

Tauhid dan istighfar di akhir ramadhan

๐Ÿ“š ๐Ÿ“ก  *Akhir Bulan Ramadhan: Antara Tauhid dan Istighfar*

โœ Fauzan Saktyawan / 2 days ago

_*Agungnya Perkara Tauhid dan Istighfar*_
Tauhid dan istighfar adalah dua perkara yang sangat agung dan penting. Tauhid adalah hak Allah Taโ€™ala atas hamba-hambaNya dan merupakan tujuan penciptaan mereka. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู

โ€œDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Kuโ€ (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).
_*Tauhid, Syarat Penentu Sahnya Amal Ibadah*_
Tauhid adalah syarat sah suatu amal. Tanpa tauhid, amal kita seluruhnya tidak akan bernilai. Tauhid adalah asas pokok agama Islam dan asas pokok sahnya seluruh amal ibadah seseorang, sehingga amal tersebut diterima di sisi Allah Taโ€™ala. Oleh karena itu, menjadi kewajiban yang pertama kali atas setiap muslim untuk memperhatikan tauhidnya dan membetulkan aqidahnya. Tauhid adalah makna dari kalimat โ€œlaa ilaaha illallahโ€, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Taโ€™ala. Ibadah seluruhnya adalah hak Allah Taโ€™ala, tidak boleh kita berikan sedikit pun kepada selain Allah.
Untuk mewujudkan tauhid inilah, para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู†ููˆุญููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู†ู

โ€œDan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah Akuโ€ (QS. Al-Anbiyaโ€™ [21]: 25).
Allah Taโ€™ala juga berfirman,

ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹

โ€œSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu punโ€(QS. An-Nisaโ€™ [4]: 36).
_*Tauhid, Hak Allah Atas Hamba dan Ampunan Adalah Hak Hamba Atas Allah*_
Tauhid adalah hak Allah Taโ€™ala atas hamba-Nya. Sedangkan ampunan (maghfirah) adalah hak hamba atas Allah Taโ€™ala. Istighfar adalah permintaan ampunan, yang merupakan kebutuhan seorang hamba. Semua hamba Allah Taโ€™ala membutuhkan istighfar. Karena makna istighfar adalah permohonan ampunan dari kesalahan yang dilakukan seorang hamba berkaitan dengan hak Allah Taโ€™ala, baik karena meninggalkan kewajiban atau karena mengerjakan yang haram.
Seorang hamba memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk mengampuni dosanya dan bertaubat dari dosanya. Hal ini setelah dia bertekad untuk meninggalkan perbuatan dosa yang sebelumnya dia lakukan dan menunaikan kewajiban yang pernah dia tinggalkan. Dia meminta kepada Allah untuk menutupi dosanya yang telah lalu dan memperbaiki amalnya di masa mendatang. Adapun yang hanya beristighfar tanpa berusaha memperbaiki amalnya, bahkan tetap berada di atas kondisinya semula, maka istighfarnya tidak benar dan patut dipertanyakan. Karena istighfar tidaklah cukup dengan lisan saja, tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri.
Seorang hamba sangat butuh istighfar, karena istighfar merupakan salah satu syiโ€™ar para Nabi dan Rasul, dari Adam โ€˜alaihis salaam sampai Muhammadshallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Semuanya beristighfar kepada Allah Taโ€™ala dan memohon ampunan kepada-Nya. Jika para Nabi saja sangat butuh istighfar, sebagaimana yang Allah Taโ€™ala ceritakan dalam Al-Qurโ€™an, maka selain Nabi tentu lebih butuh terhadap istighfar, dalam semua kondisi dan keadaan, bahkan setelah beribadah kepada Allah Taโ€™ala. Seorang hamba yang menunaikan shalat, berpuasa, bersedekah, mereka butuh istighfar. Lalu, bagaimana lagi dengan hamba yang bermaksiat kepada-Nya?
Oleh karena itu, seorang hamba membutuhkan dua hal ini: tauhid dan istighfar.Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ู’ุจููƒูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู

โ€œMaka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan) (yang berhak disembah) selain Allah Taโ€™ala dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuanโ€ (QS. Muhammad [47]: 19).
Dalam ayat di atas, Allah Taโ€™ala memerintahkan kita untuk bertauhid dan beristighfar.
_*Teladan Nabi Yunus Dalam Mentauhidkan Allah*_
Ketika Nabi Yunus โ€˜alaihis salaam berada dalam kegelapan (dalam perut ikan), beliau menyeru dengan tauhid dan istighfar, sebagaimana diceritakan oleh Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽุฐูŽุง ุงู„ู†ู‘ููˆู†ู ุฅูุฐู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ู…ูุบูŽุงุถูุจู‹ุง ููŽุธูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽู†ู’ ู†ูŽู‚ู’ุฏูุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู†ูŽุงุฏูŽู‰ ูููŠ ุงู„ุธู‘ูู„ูู…ูŽุงุชู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€œDan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka dia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, โ€œBahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.Maha Suci Engkau, sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang dzalimโ€œ (QS. Al-Anbiyaโ€™ [21]: 87).
Lihatlah, bagaimana Nabi Yunus menyeru dengan tauhid, disertai pengakuan terhadap dosa dan kesalahannya. Inilah adat kebiasaan orang-orang yang beriman, yaitu senantiasa dan terus-menerus beristighfar, lebih-lebih ketika berada di penghujung amal shalih, ketika di akhir majelis ilmu, atau ketika di pertemuan yang sifatnya umum. Karena bisa jadi dalam majelis tersbut terdapat ghibah, namimah (adu domba), dan senda gurau yang melampaui batas.
_*Perbaiki Tauhid dan Perbanyak Istighfar Di Penghujung Ramadhan*_
Demikianlah, kita memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk menutup bulan Ramadhan ini dengan dibebaskan dari api neraka, diterima amal-amal kita, dan senantiasa diberikan kebaikan dan keselamatan. Dan semoga Allah Taโ€™ala menyempurnakan pahala amal kita, memberikan kita hidayah untuk terus istiqamah dalam beribadah di sisa umur kita, bukan hanya di bulan Ramadhan ini saja.
Diselesaikan baโ€™da isya, Rotterdam NL 6 Ramadhan 1438/2 Juni 2017
Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id
Sumber : https://muslim.or.id/30453-akhir-bulan-ramadhan-antara-tauhid-dan-istighfar.html

Referensi:
Disarikan dari kitab Majaalisu Syahri Ramadhan Al-Mubaarak, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al-Fauzan, hal. 121-123 (cet. Daar Al-โ€˜Ashimah, tahun 1422)

                  โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–

Tips mudik lebaran (2)

๐Ÿš— ๐ŸšŒ ๐Ÿ โœˆ  *Serial Mudik (2), Tips Ketika Safar*

_*Tips Persiapan Mudik Lebaran*_
Sebelumnya telah kita kaji bersama mengenai beberapa hal yang mesti dipersiapkan sebelum melakukan safar. Saat ini kita akan melanjutkan bagaimanakah tuntunan yang bisa diamalkan ketika di perjalanan atau ketika safar. Semoga perjalanan mudik kita semakin berkah dengan mengamalkan tips berikut ini.
 

_*Membaca Doโ€™a Ketika Naik Kendaraan*_
Ketika menaikkan kaki di atas kendaraan hendaklah seorang musafir membaca, โ€œBismillah, bismillah, bismillahโ€. Ketika sudah berada di atas kendaraan, hendaknya mengucapkan, โ€œAlhamdulillahโ€. Lalu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ

โ€œSubhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqriniin. Wa inna ilaa robbina lamun-qolibuunโ€ (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami)[1].
Kemudian mengucapkan, โ€œAlhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillahโ€. Lalu mengucapkan, โ€œAllahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.โ€ Setelah itu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ู‚ูŽุฏู’ ุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณูู‰ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู‰ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

โ€œSubhaanaka inni qod zholamtu nafsii, faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa antaโ€ (Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau).[2]
 

_*Membaca Doโ€™a dan Dzikir Safar*_
Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, โ€œAllahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.โ€ Setelah itu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ููู‰ ุณูŽููŽุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ู…ูŽุง ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู‡ูŽูˆู‘ูู†ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุณูŽููŽุฑูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุทู’ูˆู ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุจูุนู’ุฏูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุญูุจู ููู‰ ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู„ููŠููŽุฉู ููู‰ ุงู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุนู’ุซูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽูƒูŽุขุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุธูŽุฑู ูˆูŽุณููˆุกู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูŽุจู ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู

โ€œSubhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[3]. Allahumma innaa nasโ€™aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal โ€˜amali ma tardho. Allahumma hawwin โ€˜alainaa safaronaa hadza, wathwi โ€˜anna buโ€™dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni aโ€™udzubika min waโ€™tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.โ€ (Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)[4]
Dalam perjalanan, hendaknya seorang musafir membaca dzikir โ€œsubhanallahโ€ ketika melewati jalan menurun dan โ€œAllahu akbarโ€ ketika melewati jalan mendaki. Dalam sebuah riwayat disebutkan,

ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆ ุฃุตุญุงุจู‡ ุฅุฐุง ุนู„ูˆุง ุงู„ุซู†ุงูŠุง ูƒุจุฑูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ู‡ุจุทูˆุง ุณุจุญูˆุง

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa jika melewati jalan mendaki, mereka bertakbir (mengucapkan โ€œAllahu Akbarโ€). Sedangkan apabila melewati jalan menurun, mereka bertasbih (mengucapkan โ€œSubhanallahโ€).โ€[5]
 

_*Hendaklah Memperbanyak Doโ€™a Ketika Safar*_
Hendaklah seorang musafir memperbanyak doโ€™a ketika dalam perjalanan karena doโ€™a seorang musafir adalah salah satu doโ€™a yang mustajab (terkabulkan).
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุซูŽู„ุงูŽุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู„ุงูŽ ุดูŽูƒู‘ูŽ ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู

โ€œTiga doโ€™a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu doโ€™a seorang musafir, doโ€™a orang yang terzholimi, dan doโ€™a orang tua kepada anaknya.โ€[6]
 

_*Membaca Doโ€™a Ketika Mampir di Suatu Tempat*_
Hendaklah seorang musafir ketika mampir di suatu tempat membaca, โ€œAโ€™udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk).โ€
Tujuannya agar terhindar dari berbagai macam bahaya dan gangguan. Dari Khowlah binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ุงู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽุงู…ู‘ูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ. ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ูู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุญูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ

โ€œBarangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, โ€Aโ€™udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk)โ€, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.โ€[7]

 
_*Ketika Kendaraan Tiba-tiba Mogok atau Rusak*_
Jika kendaraan mogok, janganlah menjelek-jelekkan syaithan karena syaithan akan semakin besar kepala. Namun ucapkanlah basmalah (bacaan โ€œbismillahโ€).
Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, โ€œAku pernah diboncengi Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Kemudian aku pun mengatakan, โ€œCelakalah syaithanโ€. Namun Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyanggah ucapanku tadi,

ู„ุงูŽ ุชูŽู‚ูู„ู’ ุชูŽุนูุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุนูŽุงุธูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ุจูู‚ููˆู‘ูŽุชูู‰ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู‚ูู„ู’ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุตูŽุงุบูŽุฑูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ุฐู‘ูุจูŽุงุจู

โ€œJanganlah engkau ucapkan โ€˜celakalah syaithanโ€™, karena jika engkau mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, โ€˜Itu semua terjadi karena kekuatankuโ€™. Akan tetapi, yang tepat ucapkanlah โ€œBismillahโ€. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.โ€[8]

Musafir Ketika Bertemu Waktu Sahur (Menjelang Shubuh)
Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika bersafar dan bertemu dengan waktu sahur, beliau mengucapkan,

ุณูŽู…ู‘ูŽุนูŽ ุณูŽุงู…ูุนูŒ ุจูุญูŽู…ู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุจูŽู„ุงูŽุฆูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุญูุจู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุนูŽุงุฆูุฐู‹ุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

โ€œSammaโ€™a saamiโ€™un bi hamdillahi wa husni balaa-ihi โ€˜alainaa. Robbanaa shohibnaa wa afdhil โ€˜alainaa โ€˜aa-idzan billahi minan naar (Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah atas nikmat dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Rabb kami, peliharalah kami dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api neraka).โ€[9]

Direvisi ulang 4 Ramadhan 1431 H, 14 Agustus 2010 di Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://www.rumaysho.com

 ******
[1] QS. Az Zukhruf: 13-14
[2] HR. At Tirmidzi no. 3446, dari โ€˜Ali bin Abi Thalib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] QS. Az Zukhruf: 13-14
[4] HR. Muslim no. 1342, dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar.
[5] Lihat Al Kalim Ath Thoyyib no. 175. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.
[6] HR. Ahmad 2/434. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya.
[7] HR. Muslim no. 2708
[8] HR. Abu Daud no. 4982 dan Ahmad 5/95. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih
[9] HR. Muslim no. 2718

Sumber : https://rumaysho.com/503-tips-ketika-dalam-perjalanan-mudik-seri-2-mudik-lebaran.html

                 โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–