Tahukah kemewahan itu membinasakan

Syeikh Utsaimin – rohimahulloh – mengatakan:

Sungguh, semakin manusia bertambah dalam kemewahan , dan semakin terbuka terhadap yang lain, maka keburukan-keburukan juga semakin terbuka bagi mereka.

_Sungguh, kemewahan itulah yang membinasakan manusia, karena bila seseorang sudah mementingkan kemewahan dan pemanjaan jasadnya, ia tentu lalai dalam memanjakan hatinya,_

_sehingga jadilah keinginan terbesarnya memanjakan jasad tersebut, padahal jasad itu akan berakhir dengan belatung dan kebusukan. Ini musibah._

_Inilah yang membinasakan manusia hari ini. Hampir tidak kamu dapati seorang pun, kecuali ia mengatakan: bagaimana rumah kita, apa mobil kita, apa karpet kita, apa makanan kita?_

_Sampai-sampai orang yang menelaah dan belajar ilmu agama pun, sebagian ada yang belajar untuk meraih pangkat atau kedudukan yang bisa menyampaikannya kepada kenikmatan dunia._

_Sepertinya manusia diciptakan bukan untuk tujuan yang agung, dunia dan kenikmatannya hanyalah wasilah (perantara)! semoga Allah menjadikan kami dan kalian dapat menjadikan dunia sebagai wasilah ._

_Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rohimahulloh – mengatakan:_

*_“Hendaknya seseorang menggunakan hartanya, seperti ia menggunakan himar untuk tunggangan, seperti ia menggunakan toilet untuk buang hajat”._*

Lihatlah bagaimana orang-orang yang tahu (hakekat) harta, orang-orang yang tahu kedudukan harta.
Jangan jadikan harta sebagai tujuan utama (hidup)mu!

Tunggangilah harta dunia, karena bila kamu tidak menungganginya, harta itu yang akan menunggangimu, sehingga jadilah tujuan (hidup)mu harta.

Oleh karena itu, kita katakan: Sungguh, semakin terbuka harta dunia untuk manusia dan mereka jadi (terlena) melihat harta itu, maka mereka akan rugi dari akheratnya sebanding dengan keuntungan yang diperoleh dari dunianya.

Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda:

*_“Demi Allah, bukan kefakiran yang aku takutkan terhadap kalian, tapi yang aku takutkan terhadap kalian adalah; bila dunia dibukakan untuk kalian, sehingga kalian saling berlomba mendapatkannya, sebagaimana umat sebelum kalian saling berlomba di dalamnya, lalu dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia itu telah membinasakan mereka._*

_Dan benarlah Rosul – shollallohu alaihi wasallam -, inilah yang membinasakan manusia sekarang ini._

Yang membinasakan manusia hari ini adalah saling berlomba mendapatkan dunia, hingga seakan mereka diciptakan untuk dunia, bukan dunia diciptakan untuk mereka.

Sehingga mereka bekerja demi dunia yang diciptakan untuk mereka, dan meninggalkan perkara yang mereka diciptakan untuknya.

Ini merupakan keadaan yang terbalik, semoga Allah menyelamatkan kita (dari keadaan ini).

ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻛﻠﻤﺎ ﺍﺯﺩﺍﺩﻭﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ , ﻭﻛﻠﻤﺎ ﺍﻧﻔﺘﺤﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ , ﺍﻧﻔﺘﺤﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭ . ﺇﻥ ﺍﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺪﻣﺮ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ , ﻷﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﻧﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ ﻭﺗﻨﻌﻴﻢ ﺟﺴﺪﻩ , ﻏﻔﻞ ﻋﻦ ﺗﻨﻌﻴﻢ ﻗﻠﺒﻪ، ﻭﺻﺎﺭ ﺃﻛﺒﺮ ﻫﻤﻪ ﺃﻥ ﻳﻨﻌﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﺍﻟﺬﻱ ﻣﺂﻟﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺪﻳﺪﺍﻥ ﻭﺍﻟﻨﺘﻦ , ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺒﻼﺀ , ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺿﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻟﻴﻮﻡ , ﻻ ﺗﻜﺎﺩ ﺗﺠﺪ ﺃﺣﺪﺍ ﺇﻻ ﻭﻳﻘﻮﻝ : ﻭﺵ ﻗﺼﺮﻧﺎ , ﻭﺵ ﺳﻴﺎﺭﺗﻨﺎ , ﻭﺵ ﻓﺮﺷﻨﺎ , ﻭﺵ ﺃﻛﻠﻨﺎ , ﺣﺘﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻘﺮﺅﻭﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻳﺪﺭﺳﻮﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺪﺭﺱ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻝ ﺭﺗﺒﺔ ﺃﻭ ﻣﺮﺗﺒﺔ ﻳﺘﻮﺻﻞ ﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﻧﻌﻴﻢ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ . ﻣﺎ ﻛﺄﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺧﻠﻖ ﻷﻣﺮ ﻋﻈﻴﻢ، ﻭﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻧﻌﻴﻤﻬﺎ ﺇﻧَّﻤﺎ ﻫﻮ ﻭﺳﻴﻠﺔ ﻓﻘﻂ، ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻠﻨﺎ ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﺃﻥ ﻧﺴﺘﻌﻤﻠﺔ ﻭﺳﻴﻠﺔ .
ﻗﺎﻝ ﺷﻴﺦ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ – ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :- “ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻛﻤﺎ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺍﻟﺤﻤﺎﺭ ﻟﻠﺮﻛﻮﺏ، ﻭﻛﻤﺎ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺑﻴﺖ ﺍﻟﺨﻼﺀ ﻟﻠﻐﺎﺋﻂ .”
ﻭﺵ ﺍﻟﻠﻲ ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﻤﺎﻝ , ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﻗﺪﺭﻩ . ﻻ ﺗﺠﻌﻞ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺃﻛﺒﺮ ﻫﻤﻚ، ﺍﺭﻛﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﺗﺮﻛﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ؛ ﺭﻛﺒﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ، ﻭﺻﺎﺭ ﻫﻤﻚ ﻫﻮ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ .
ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻧﻘﻮﻝ : ﺇﻥَّ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻛﻠﻤﺎ ﺍﻧﻔﺘﺤﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭﺻﺎﺭﻭﺍ ﻳﻨﻈﺮﻭﻥ ﺇﻟﻴﻬﺎ؛ ﻓﺈﻧَّﻬﻢ ﻳﺨﺴﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺑﻘﺪﺭ ﻣﺎ ﺭﺑﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ‏( ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﺃﺧﺸﻰ ﻋﻠﻴﻜﻢ، ﻭﺇﻧَّﻤﺎ ﺃﺧﺸﻰ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺃﻥ ﺗُﻔْﺘَﺢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﺘﻨﺎﻓﺴﻮﻫﺎ ﻛﻤﺎ ﺗﻨﺎﻓﺴﻬﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ، ﻓﺘﻬﻠﻜﻜﻢ ﻛﻤﺎ ﺃﻫﻠﻜﺘﻬﻢ ‏) ، ﻭﺻﺪﻕ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ – ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﺴﻼﻡ – ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻫﻠﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻟﻴﻮﻡ . ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻫﻠﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﺘﻨﺎﻓﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻛﻮﻧﻬﻢ ﻛﺄﻧﻤﺎ ﺧُﻠِﻘﻮﺍ ﻟﻬﺎ، ﻻ ﺃﻧَّﻬﺎ ﺧُﻠِﻘﺖ ﻟﻬﻢ، ﻓﺎﺷﺘﻐﻠﻮﺍ ﺑﻤﺎ ﺧُﻠِﻖ ﻟﻬﻢ ﻋﻤﺎ ﺧُﻠِﻘﻮﺍ ﻟﻪ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻻﻧﺘﻜﺎﺱ -ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ –
===========================
Kemewahan memang dapat membinasakan manusia, ia telah banyak menjerumuskan umat-umat terdahulu dalam kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran dakwah para rosul – alaihimussalam -, maka hendaklah kita berhati-hati dan mewaspadai hal ini.

_Renungkanlah firman-firman Allah berikut ini:_
ﻭَﺍﺗَّﺒَﻊَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺃُﺗْﺮِﻓُﻮﺍ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣُﺠْﺮِﻣِﻴﻦَ ‏( 116 ‏) ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻟِﻴُﻬْﻠِﻚَ ﺍﻟْﻘُﺮَﻯ ﺑِﻈُﻠْﻢٍ ﻭَﺃَﻫْﻠُﻬَﺎ ﻣُﺼْﻠِﺤُﻮﻥَ ‏( 117 ‏)
*_Orang-orang yang zalim itu mementingkan kemewahan yang ada pada mereka, dan mereka itu orang-orang yang berdosa. Rabbmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim,sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan._* _(Hud: 116-117)_
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺩْﻧَﺎ ﺃَﻥْ ﻧُﻬْﻠِﻚَ ﻗَﺮْﻳَﺔً ﺃَﻣَﺮْﻧَﺎ ﻣُﺘْﺮَﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﻔَﺴَﻘُﻮﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺤَﻖَّ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺍﻟْﻘَﻮْﻝُ ﻓَﺪَﻣَّﺮْﻧَﺎﻫَﺎ ﺗَﺪْﻣِﻴﺮًﺍ ‏( 16 ‏)

*_Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan mereka yang hidup mewah di negeri itu (agar taat kepada Allah), maka mereka pasti durhaka di dalamnya, sehingga pantas berlaku baginya ketentuan (hukuman) Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (Al-Isro’: 16)_*
ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺣَﺴُّﻮﺍ ﺑَﺄْﺳَﻨَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻳَﺮْﻛُﻀُﻮﻥَ ‏( 12 ‏) ﻟَﺎ ﺗَﺮْﻛُﻀُﻮﺍ ﻭَﺍﺭْﺟِﻌُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﺃُﺗْﺮِﻓْﺘُﻢْ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻣَﺴَﺎﻛِﻨِﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺴْﺄَﻟُﻮﻥَ ‏( 13 ‏) ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﻭَﻳْﻠَﻨَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻇَﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ‏( 14 ‏)

*_Maka, ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka lari kalang-kabut dari negerinya itu._*

*_(Dikatakan kepada mereka): Janganlah kalian lari kalang-kabut, kembalilah kepada kemewahan yg diberikan kepada kalian dan ke rumah-rumah kalian, agar (nantinya) kalian dapat ditanya. Mereka berkata: “Betapa celaka kami! sungguh kami orang-orang yang zalim”. [Al-Anbiya’: 12-14]_*
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻤَﻠَﺄُ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻣِﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻭَﻛَﺬَّﺑُﻮﺍ ﺑِﻠِﻘَﺎﺀِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺃَﺗْﺮَﻓْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِﺜْﻠُﻜُﻢْ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﻣِﻤَّﺎ ﺗَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻳَﺸْﺮَﺏُ ﻣِﻤَّﺎ ﺗَﺸْﺮَﺑُﻮﻥَ ‏( 33 ‏)

*_Para pemuka kaumnya (Nabi Hud) yang kafir, yang mendustakan pertemuan hari akhir, dan yang telah Kami mewahkan dalam kehidupan dunia mengatakan: “Orang ini hanyalah manusia seperti kalian, dia makan dari apa yang kalian makan, dan minum dari apa yang kalian minum”. (Al-Mu’minun: 33)_*
ﺑَﻞْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﻏَﻤْﺮَﺓٍ ﻣِﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻝٌ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺫَﻟِﻚَ ﻫُﻢْ ﻟَﻬَﺎ ﻋَﺎﻣِﻠُﻮﻥَ ‏( 63 ‏) ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎ ﻣُﺘْﺮَﻓِﻴﻬِﻢْ ﺑِﺎﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ ﺇِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻳَﺠْﺄَﺭُﻭﻥَ ‏( 64 ‏) ﻟَﺎ ﺗَﺠْﺄَﺭُﻭﺍ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﻣِﻨَّﺎ ﻟَﺎ ﺗُﻨْﺼَﺮُﻭﻥَ ‏( 65 ‏) ﻗَﺪْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺁﻳَﺎﺗِﻲ ﺗُﺘْﻠَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻓَﻜُﻨْﺘُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻋْﻘَﺎﺑِﻜُﻢْ ﺗَﻨْﻜِﺼُﻮﻥَ ‏( 66 ‏) ﻣُﺴْﺘَﻜْﺒِﺮِﻳﻦَ ﺑِﻪِ ﺳَﺎﻣِﺮًﺍ ﺗَﻬْﺠُﺮُﻭﻥَ ‏( 67 ‏)

*_Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka mempunyai kebiasaan banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan buruk yang terus mereka lakukan._*

*_Sehingga apabila Kami timpakan azab kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, seketika itu mereka memekik minta tolong._*

*_(Dikatakan kepada mereka): Janganlah kalian memekik minta tolong pada hari ini. Karena kalian tidak akan mendapat pertolongan dari Kami._*

*_Sungguh, ayat-ayat-Ku selalu dibacakan kepada kalian, tapi kalian selalu berpaling ke belakang, dengan menyombongkan diri dan mengucapkan banyak perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari. (Al-Mu’minun: 63-67)_*
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻗَﺮْﻳَﺔٍ ﻣِﻦْ ﻧَﺬِﻳﺮٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻣُﺘْﺮَﻓُﻮﻫَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﺭْﺳِﻠْﺘُﻢْ ﺑِﻪِ ﻛَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ ‏( 34 ‏) ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻧَﺤْﻦُ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟًﺎ ﻭَﺃَﻭْﻟَﺎﺩًﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﺑِﻤُﻌَﺬَّﺑِﻴﻦَ ‏( 35 ‏)

*_Setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan ke suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sungguh, kami mengingkari apa yang kalian diutus untuk menyampaikannya”._*

*_Mereka juga mengatakan: “Kami punya lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sama sekali tidak akan di aza b” (Saba’: 34-35)_*
ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻚَ ﻓِﻲ ﻗَﺮْﻳَﺔٍ ﻣِﻦْ ﻧَﺬِﻳﺮٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻣُﺘْﺮَﻓُﻮﻫَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﻭَﺟَﺪْﻧَﺎ ﺁﺑَﺎﺀَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺃُﻣَّﺔٍ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺁﺛَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻣُﻘْﺘَﺪُﻭﻥَ ‏( 23 ‏) ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻭَﻟَﻮْ ﺟِﺌْﺘُﻜُﻢْ ﺑِﺄَﻫْﺪَﻯ ﻣِﻤَّﺎ ﻭَﺟَﺪْﺗُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺁﺑَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﻧَّﺎ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﺭْﺳِﻠْﺘُﻢْ ﺑِﻪِ ﻛَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ ‏( 24 ‏) ﻓَﺎﻧْﺘَﻘَﻤْﻨَﺎ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻓَﺎﻧْﻈُﺮْ ﻛَﻴْﻒَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺎﻗِﺒَﺔُ ﺍﻟْﻤُﻜَﺬِّﺑِﻴﻦَ ‏( 25 ‏)

*_Demikianlah, setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum kamu ke suatu negeri, mereka yang hidup mewah di negeri itu selalu berkata: “Sungguh, kami mendapati nenek-moyang kami menganut suatu agama. Dan sungguh, kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka”._*

*_(Rasul itu) berkata: “Apakah (kalian akan mengikuti mereka juga), sekalipun aku membawa untuk kalian (agama) yang lebih lurus, daripada apa yang kalian dapati dari agama yang dianut oleh nenek-moyang kalian?!”_*

*_Mereka menjawab: “Sungguh kami mengingkari agama yang kalian diutus untuk menyampaikannya”._*
*_Karena itu, Kami binasakan mereka. Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran). (Az-Zukhruf: 23-25)_*
ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟﺸِّﻤَﺎﻝِ ﻣَﺎ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟﺸِّﻤَﺎﻝِ ‏( 41 ‏) ﻓِﻲ ﺳَﻤُﻮﻡٍ ﻭَﺣَﻤِﻴﻢٍ ‏( 42 ‏) ﻭَﻇِﻞٍّ ﻣِﻦْ ﻳَﺤْﻤُﻮﻡٍ ‏( 43 ‏) ﻟَﺎ ﺑَﺎﺭِﺩٍ ﻭَﻟَﺎ ﻛَﺮِﻳﻢٍ ‏( 44 ‏) ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻗَﺒْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻣُﺘْﺮَﻓِﻴﻦَ ‏( 45 ‏)

*_Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya mereka itu? Mereka dalam (siksaan) angin yang sangat panas dan air yang mendidih, dalam naungan asap yang hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan._* *_Sungguh, mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah ._* _(Al-Waqi’ah: 41-45)_

Memang, ketika orang sampai pada taraf ‘ kemewahan’ , maka kemewahan tersebut akan menyeretnya ke dalam tindakan tinggi hati, memandang remeh orang lain, kurang menghormati orang di sekitarnya, dan kurang merendah kepada Penciptanya.

Bahkan mungkin dia lupa sama-sekali dengan Allah Sang Pencipta, karena keadaannya yang dapat melakukan ‘apapun’ yang dia inginkan.

Sehingga ia akan menolak nasehat apapun dan dari mana pun, karena ia merasa tidak memerlukan orang lain, bahkan justru orang lainlah yang memerlukan dia.

Dan inilah ‘perangkap mematikan’ hidup mewah, dengan inilah umat-umat terdahulu dibinasakan, sebagaimana ditegaskan dalam ayat-ayat suci di atas.
Oleh karena itu, hendaklah kita menjauhi hidup mewah, dan berusaha untuk selalu hidup sederhana.

Bila ada harta melimpah, maka hendaklah kita gunakan untuk amal-amal kebaikan, seperti: membantu dakwah Islam, menjamin kehidupan para da’i, memberi sumbangan wakaf, menyantuni anak yatim, memberi fakir miskin, membantu mereka yang membutuhkan, membangun masjid, mendirikan pondok, sekolah, dan seterusnya.

Ingatlah, bahwa itu semua tidak akan terbuang sia-sia, tapi Allah akan simpan dan lipat-gandakan pahalanya di sisi-Nya, sehingga menjadi tabungan pahala bagi pelakunya di akherat kelak, dan itu akan menjadi kenikmatan yang abadi selamanya.

Jangan sampai kita susah-payah mengumpulkan harta dunia, namun akhirnya harta tersebut hanya menumpuk untuk dibagi ketika sudah menjadi warisan.

Sungguh sangat merugi orang seperti ini , dia yang susah-payah di dunia dalam mengumpulkannya, tapi ternyata ahli warisnya yang menikmatinya. Dia yang mempertanggung-jawabkan harta tersebut di akhirat kelak, padahal dia belum sempat menikmati hasilnya di dunia.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari gaya hidup mewah ini, dan semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua, sehingga kita dapat memanfaatkan kenikmatan apa pun yang dititipkan Allah kepada kita untuk meraih ridho dan kemuliaan di sisi-Nya.

Sungguh, Allah ta’ala itu dekat, Maha Mengetahui, Maha Mendengar, dan Maha Kuasa mengabulkan doa.
Wallohu a’lam , semoga bermanfaat.
ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ , ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﺗﺒﻌﻬﻢ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ , ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ

https://addariny.wordpress.com/2014/01/09/kemewahan-itu-membinasakan/#more-2056

📚📚📚

Iklan

Apakah Umroh Ramadhan setara haji

✅ *Umrah Ramadhan Seperti Haji Bersama Nabi*

🖋 Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Umrah sudah kita ketahui keutamaannya. Sebagaimana amalan ada yang memiliki keistimewaan jika dilakukan pada waktu tertentu, demikian pula umrah. Umrah di bulan Ramadhan terasa sangat istimewa dari umrah di bulan lainnya yaitu senilai dengan haji bahkan seperti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.”
(HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.”
(HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku”
(HR. Bukhari no. 1863).

▶ Apa yang dimaksud senilai dengan haji?

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.”
(Syarh Shahih Muslim, 9:2)

▶ Apakah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji yang wajib?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) pernah menerangkan maksud umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah umrah di bulan Ramadhan bisa menggantikan haji berdasarkan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berumrah di bulan Ramadhan maka ia seperti haji bersamaku”?
Jawaban Syaikh rahimahullah, “Umrah di bulan Ramadhan tidaklah bisa menggantikan haji. Akan tetapi umrah Ramadhan mendapatkan keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Umrah Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yang dimaksud adalah sama dalam keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji. Orang yang berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau ia telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib.”
[Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz]

🌏 rumaysho.com

📝💡 Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868)

SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Ternyata renang bagus untuk kepadatan tulang

Tolong bukain ….pintaku pada teman diruang bilas kolam renang umbanh tirto tadi pagi

Dingin yaa..tanyanya sambil membantuku membuka bungkusan plastik

Iya..jawabku sambil gemetar kedinginan

Akupun keramas dan bersabun tidak lama meskipun air pancurannya terasa hangat, mengingat ujung jari-jari tanganku sudah keriput

Dan benar saja, saat mau mengaitkan pakain di punggung gak berhasil juga…terpaksa kudekati temanku yang kebetulan belum keluar dari ruang bilas.

Mau minum hangat, aku bawa wedang jahe..tawarnya padaku

Waah mau juga, tapi gimana caranya..ya sudahlah terima kasih atas tawarannya..aku mau cepat-cepat ke kantor biar bisa langsung minum panas..jawabku akhirnya Baca lebih lanjut

Demam kastengel

Suatu pagi ada teman share di wag tirta kencana tentang dihapusnya kolesterol dari daftar nutrisi buruk.

Langsung kukomen dengan…haaa…aku barusan cek darah, hasilnya kolesterolku melompat tinggi

Lhoo kenapa….respon teman yang lain

Camilan kastengel niih…jawabku

Masak karena kastengel saja siih…responnya tidak percaya

Iyaa..kastengel …bersama nastar, kacang, mete dan kue lebaran lainnya..tulisku panjang

Lhaa itu lainnya koq lebih banyak…tanyanya lagi, kubayangkan pasti wajahnya tersenyum geli saat ketik jawaban itu.

Ya..memang..kemarin dokter mevi, dokter BPJS waktu ketemu di ruang praktek dokter langsung komentar… ini loo..kenapa priksa darah koq ya sehabis lebaran….ya harap dimaklumi kalau hasilnya melompat…apalagi camilannya kastengel…. Baca lebih lanjut

Tahukah dosa tak pernah terhapus dari catatan amal

📝🔥 *DOSA-DOSA TIDAK TERHAPUS DARI LEMBARAN CATATAN AMAL HINGGA PEMILIKNYA DIHADAPKAN PADANYA DI HARI KIAMAT SEKALIPUN DIA TELAH BERTAUBAT (DI DUNIA) !*

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri (TABI’IN) rahimahullah:

“Maka seorang hamba yang berbuat dosa, kemudian dia bertaubat, dan memohon ampun, maka akan diberikan ampunan baginya, akan tetapi dosa-dosa itu takkan terhapus dari catatan amalnya sebelum dihadapkan kepadanya, kemudian ditanyakan kepadanya, kemudian Al-Hasan pun menangis sejadi-jadinya, seraya berkata: dan kalaulah sekiranya kita tidak menangis kecuali karena malu terhadap tempat tersebut (yakni Yaumul Hisab, pent), tentulah sepantasnya bagi kita untuk menangis.”

Bilal bin Sa’ad rahimahullah:

“Sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa, akan tetapi tidak akan menghapusnya dari catatan amal hingga dia dihadapkan kepada pemiliknya di hari kiamat sekalipun dia telah bertaubat (darinya).” Baca lebih lanjut

Sudahkah kau pilih temanmu

*☘Renungan Awal Pekan💦*

*💫SIAPA YANG AKAN MENYOLATKANMU KELAK?💫*

*Saudaraku …*
Sudahkan engkau memilih orang-orang yang akan berdiri kelak mengisi shaf-shafmu, dibelakang jenazahmu ketika kamu disholatkan?

Pertanyaan yang aneh, barangkali membingungkan, apa mungkin kita memilih orang-orang yang menyolatkan jenazah kita?
Apa mungkin kita memilih orang-orang yang mendoakan kita?

Adalah hal yang lazim, bahwa biasanya yang menyolatkan seseorang adalah orang yang mencintainya, teman-teman dekatnya, karib kerabat dan orang-orang yang mengenalnya. Merekalah yang lazimnya berdiri kelak di shaf, dibelakang jenazahnya ketika disholatkan. Baca lebih lanjut

Tahukah semar mesem

Selama ini yang kukenal adalah semar mendem, makanan dari ketan berisi daging ayam cincang yang dibungkus dengan selembar kulit terbuat dari tepung terigu seperti kulit lumpia.

Namun beberapa hari ini aku terima artikel yang beredar di beberapa wag tentang semar mesem…awal menerima ga tertarik untuk membaca, jadi ya kulewati saja..tapi lama-lama penasaran juga..apa siih isinya koq sampai beredatlr dibeberapa wag yang kuikuti.

Dan ternyata sungguh sangat bermanfaat ilmunya romo semar bodronoyo…biar bisa dimanfaatkan orang banyak maka kukopaskan di blog.ku. Semoga yang menulis artikel mendapat pahala jariyah atas ilmu yang dibagikannya. Aamiin Baca lebih lanjut