Perhatikan aroma tubuhmu sebelum pergi sholat berjamaah

📚 📡  *Perhatikan Aroma Tubuh Sebelum Pergi Shalat Berjamaah*

✍ dr. Raehanul Bahraen / 2 days ago

_*Sadarilah Bau Badanmu Sebelum Pergi Shalat Berjamaah*_
Sangat penting memperhatikan aroma tubuh ketika akan menghadiri shalat berjamaah. Bisa jadi seseorang tidak sadar bahwa tubuhnya mengeluarkan aroma yang tidak sedap, akan tetapi orang di sekitarnya merasakan aroma tersebut, misalnya bau keringat, bau pakaian atau bau ketiaknya. Bisa juga aroma tidak sedap itu berasal dari bau mulutnya, terutama jika ia adalah seorang perokok. Tentu hal ini sangat menganggu orang yang shalat berjamaah karena posisi shaf saat shalat sangat berdekatan bahkan sampai menempel.
Jika bau tubuh yang tidak sedap itu tercium tentu akan menganggu jamaah yang lain. Bisa jadi ada orang yang sensitif dengan bau-bau tertentu, ia bisa merasa mual bahkan pusing karena tidak nyaman dengan bau yang tidak sedap. Hal ini akan menganggu konsentrasi dan kekhusyukan para jamaah saat melaksanakan shalat, padahal khusyuk dan tumakninah (tenang) dalam shalat termasuk rukun shalat. Jika tidak ada keduanya maka shalatnya tidak sah.
_*Larangan Shalat Berjamaah Karena Bau Badan yang Tidak Sedap*_
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang yang pada dirinya ada aroma tidak sedap untuk menghadiri shalat berjamaah, hal ini termasuk uzur tidak shalat berjamaah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ, الْبَقْلَةِ، الثّومِ (وَقَالَ مَرّةً: مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثّومَ وَالْكُرّاثَ) فَلاَ يَقْرَبَنّ مَسْجِدَنَا، فَإِنّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذّى مِمّا يَتَأَذّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ”. (رواه مسلم)

“Barangsiapa yang memakan biji-bijian ini, yakni bawang putih (suatu kali beliau mengatakan, “Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan kurrats -sejenis daun bawang-), maka janganlah ia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan hal (bau) yang membuat manusia terganggu.”[1]
_*Perhatikahm Bau Mulut Anda Wahai Para Perokok*_
Mohon diperhatikan khususnya bagi para perokok, dalam hadis di atas dijelaskan bahwa orang yang mulutnya bau karena memakan bawang putih saja tidak boleh menghadiri shalat berjamaah, maka bagaimana lagi dengan orang yang mulutnya bau rokok? Semoga kaum muslimin bisa meninggalkan benda yang sangat merugikan ini.
_*Boleh Meninggalkan Shalat Berjamaah Untuk Sementara Waktu*_
Hukumnya wajib meninggalkan shalat berjamaah untuk sementara waktu bagi seseorang yang pada tubuhnya ada aroma tidak sedap, mencakup semua bau menyengat dan tidak sedap pada mulut, hidung atau ketiak. Setelah bau tersebut hilang maka dia wajib untuk kembali shalat berjamaah di masjid.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa bau bawang itu hanya contoh saja.Bau yang dimaksud adalah semua bau yang menyengat dan tidak sedap. Beliau berkata

وقال ابن حجر : وقد ألْحَقَ بها الفقهاء ما في معناها من البقول الكريهة الرائحة ، كالفجل

“Para ulama ahli fikih menyamakan hal ini kepada sesuatu yang semakna dengannya (bawang) seperti sayuran (polongan) dan lobak yang menyengat.”[2]
Al-Maziriy juga menjelaskan bahwa hal ini mencakup bau keringat, bau-bau karena pekerjaan dan sebagainya. Beliau berkata,

قال المازري : وألْحَق الفقهاء بالروائح أصحاب المصانِع : كالقصّاب والسَّمّاك . نقله ابن الملقِّن .

“Para ulama ahli fikih menyamakannya dengan bau para pekerja pabrik seperti tukang giling daging dan tukang ikan.”[3]
_*Bau Tidak Sedap yang Timbul Dari Penyakit*_
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin menjelaskan bahwa termasuk juga apabila bau menyengat tersebut muncul akibat penyakit (misalnya terkena penyakit mulut yang sangat bau atau penyakit badan yang anggota tubuhnya ada yang membusuk), maka tidak boleh menghadiri shalat berjamaah sampai penyakitnya sembuh. Beliau berkata,

قال العلماء : إن ما كان من الله ، ولا صنع للآدمي فيه إذا كان يؤذي المصلين فإنه يَخرج ( يعني من المسجد ) ، كالبخر في الفم ، أو الأنف ، أو من يخرج من إبطيه رائحة كريهة ، فإذا كان فيك رائحة تؤذي فلا تقرب المسجد.

“Para ulama berkata, jika penyakit tersebut dari Allah dan bukan karena perbuatan manusia, apabila berpotensi menggangu orang yang salat maka sebaiknya ia keluar dari masjid (tidak ikut salat berjamaah), seperti bau pada uap mulut (bau mulut), bau hidung atau apa yang keluar dari ketiaknya berupa bau yang menyengat. Maka jika pada mulut anda terdapat bau yang dapat menganggu maka jangalah anda mendekati masjid (jangan ikut salat berjamaah).”[4]
Secara umum, jika memang ada penyakit yang bisa menghalangi salat berjamaah, maka ia mendapat uzur untuk tidak menghadiri salat jamaah.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya mengenai hal ini, beliau menjawab,

نعم هذا عذر شرعي ، إذا كان فيه بخر شديد الرائحة الكريهة ولم يتيسر له ما يزيله فهو عذر ، كما أن البصل والكراث عذر ، أما إن وجد دواءً وحيلة تزيله فعليه أن يفعل ذلك حتى لا يتأخر عن صلاة الجمعة والجماعة ، ولكن متى عجز عن ذلك ولم يتيسر فهو معذور أشد من عذر صاحب البصل ، والبخر لا شك أنه مؤذٍ لمن حوله ، إذا كان رائحته ظاهرة

“Ya, ini adalah uzur menurut syariat. Jika pada mulutnya terdapat bau yang sangat menyengat dan tidak mudah baginya untuk menghilangkannya maka ini merupakan uzur, sebagaimana bawang putih dan kurrats (sejenis daun bawang) adalah uzur. Akan tetapi jika didapatkan obat dan cara untuk menghilangkannya maka wajib ia lakukan agar tidak tertinggal shalat Jumat dan salah berjamaah. Akan tetapi kapan saja ia tidak mampu dan tidak mudah baginya maka ia mendapatkan uzur yang lebih daripada mereka yang makan bawang putih. Bau mulut tidak diragukan lagi akan menganggu orang di sekitarnya jika baunya jelas.”[6]
Mari kita perhatikan aroma tubuh kita ketika akan menghadiri shalat berjamaah. Bagi laki-laki disunahkan memakai parfum dan wewangian yang sewajarnya.

@Yogyakarta Tercinta
Penulis: dr. Raehanul Bahraen
Artikel Muslim.or.id
Sumber : https://muslim.or.id/30240-perhatikan-aroma-tubuh-sebelum-pergi-shalat-berjamaah.html 

*****
Catatan Kaki:
[1] HR.Muslim

[2] Fathul Bari 14/364, syamilah

[3] Dinukil dari: http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/omdah/114.htm

[4] Syarhul Mumti’ 5/86, Daru Ibnul Jauzi, cet. I, 1422 H, syamilah

[5] Nurun Alad Darb, kaset 219,Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/16416

                    ➖➖🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃➖➖

Late post: ramadhan adalah bulan kesabaran (2)

📚 📡  *Ramadhan Adalah Bulan Kesabaran (2)*

Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:
_*Tipe Manusia Dalam Bersabar*_
Berkata Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullahu Ta’ala dalam situs resmi beliau [1] :
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

والنفس فيها قوتان : قوة الإقدام ، وقوة الإحجام ؛ فحقيقة الصبر أن يجعل قوة الإقدام مصروفة إلى ما ينفعه ، وقوة الإحجام إمساكاً عما يضره 

Dan jiwa itu memiliki dua kekuatan : Kekuatan berbuat dan kekuatan menahan diri. Sedangkan hakekat sabar adalah menjadikan “kekuatan berbuat” terarah kepada perkara yang bermanfaat dan  menjadikan “kekuatan menahan diri” sebagai bentuk menahan diri dari perkara yang membahayakannya.

ومن الناس من تكون قوة صبره على فعل ما ينتفع به وثباتُه عليه أقوى من صبره عما يضره فيصبر على مشقة الطاعة ولا صبر له عن داعي هواه إلى ارتكاب ما نُهي عنه ، ومنهم من تكون قوة صبره عن المخالفات أقوى من صبره على مشقة الطاعات ، ومنهم من لا صبر له على هذا ولا ذاك ،

Dan diantara manusia ada orang yang kekuatan sabarnya dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan dalam keistiqomahan melakukannya, lebih kuat daripada kesabarannya dalam menghindari sesuatu yang membahayakannya, sehingga ia  sabar terhadap beratnya ketaatan, namun tidak sabar terhadap tarikan hawa nafsunya yang mengajak kepada perbuatan yang terlarang.
(Sebaliknya) diantara mereka ada yang kekuatan kesabarannya dalam menghindari perkara-perkara yang menyelisihi Syari’at, lebih kuat daripada kesabarannya dalam menghadapi beratnya ketaatan.
(Namun, ada juga) diantara mereka yang tidak memiliki kesabaran dalam menghadapi beratnya melakukan ketaatan dan tidak pula memiliki kesabaran dalam dalam menghindari sesuatu yang membahayakannya.

وأفضل الناس أصبرهم على النوعين ، فكثير من الناس يصبر على مكابدة قيام الليل في الحر والبرد وعلى مشقة الصيام ولا يصبر عن نظرة محرمة

Dan manusia paling utama adalah orang yang paling sabar diantara mereka, di dalam dua jenis kesabaran (tersebut di atas sekaligus). Banyak diantara manusia yang sabar menanggung beratnya shalat malam, baik ketika cuaca panas ataupun dingin, dan sabar dalam menanggung beratnya puasa, namun ia tidak sabar menahan matanya dari melihat sesuatu yang haram dilihat.

وكثير من الناس يصبر عن النظر وعن الالتفات إلى الصور ولا صبر له على الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر وجهاد الكفار والمنافقين بل هو أضعف شيء عن هذا وأعجزه ، وأكثرهم لا صبر له على واحد من الأمرين ، وأقلهم أصبرهم في الموضعين

Banyak diantara manusia yang sabar menahan matanya dari melihat gambar yang haram dilihat dan menoleh kepadanya , namun ia tidak sabar dalam memerintahkan manusia kepada kebaikan maupun melarang mereka dari berbuat mungkar, jihad melawan orang kafir dan orang-orang munafik, bahkan ia adalah orang yang paling lemah dan paling tidak tidak mampu (bersabar) terhadapnya. Yang terbanyak (ditemukan) adalah (kelompok) orang yang tidak memiliki salah satu diantara dua jenis kesabaran tersebut, adapun paling sedikitnya adalah (kelompok) orang yang  memiliki kedua jenis kesabaran tersebut sekaligus. [2]
Beliau berkata juga:

فالإنسان منا إذا غلب صبرُه باعثَ الهوى والشهوة الْتحق بالملائكة ، وإن غلب باعثُ الهوى والشهوة صبرَه الْتحق بالشياطين ، وإن غلب باعثُ طبعه من الأكل والشرب والجماع صبرَه التحق بالبهائم

Seseorang diantara kami, jika kesabarannya mengalahkan pendorong hawa nafsu dan syahwatnya maka ia bisa meraih (kedudukan) seperti malaikat, namun jika (sebaliknya) pendorong hawa nafsu dan syahwatnya mengalahkan kesabarannya,  maka ia bisa meluncur (kedudukannya) seperti setan. Dan jika pendorong nalurinya untuk makan, minum dan bersetubuh mengalahkan kesabarannya, maka ia bisa meluncur (kedudukannya) seperti binatang. [3]
_*Indahnya Sabar dalam Alquran dan As-Sunnah*_
Allah memerintahkan untuk bersabar dan memuji orang-orang yang bersabar dan mengkabarkan bahwa mereka memiliki kedudukan-kedudukan yang tinggi dan kemuliaan-kemuliaan yang  mahal dalam banyak Ayat Alquran dan mengkabarkan bahwa merekalah orang-orang yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung. (Ali ‘Imraan: 200).
Allah Ta’ala berfirman :

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sesuatu yang membantu kalian. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ . (Al-Baqarah: 45).
Allah Subhanahu berfirman :
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

(155) Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(156) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

(157) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(Al-Baqarah: 155-157).
Allah Ta’ala berfirman :

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Al-Baqarah:177).
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah:153).
Dan Allah Ta’ala berfirman tentang balasan orang-orang yang bersabar dan pahala mereka:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (Az-Zumar:10).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ))

“Dan barangsiapa berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bersabar” (HR. Al-Bukhari : 1469).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ))

“Dan sesungguhnya pertolongan (Allah) bersama kesabaran” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya, 2666 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 6304).
Dan cukuplah bagimu sebuah (kesabaran sebagai sebuah) akhlak yang meringankan beratnya ketaatan bagi seorang hamba dan meringankan baginya meninggalkan apa yang disukai hawa nafsu berupa penyimpangan Syari’at dan menghiburnya dari terkena musibah dan menguatkan seluruh akhlak-akhlak yang indah, (sehingga) bagi akhlak-akhlak yang indah tersebut kedudukannya seperti pondasi sebuah bangunan.
Dan kapan seorang hamba mengetahui apa yang terkandung dalam ketaatan berupa kebaikan di Dunia maupun di Akherat, dan apa yang terdapat didalam kemaksiatan berupa bahaya-bahaya di Dunia maupun di Akherat, dan apa yang terdapat dalam kesabaran  menghadapi musibah berupa pahalayang banyak dan balasan yang agung, tentu akan mudah kesabaran itu bagi jiwanya.
Dan bisa jadi jiwa tersebut datang membawa kesabaran  dalam keadaan tenang merasakan manisnya buah kesabaran.
Dan jika ahli dunia saja, akan meringankan mereka untuk sabar atas jerih payah yang besar dalam memanen hasil duniawi, maka bagaimana (kesabaran) itu tidak meringankan orang yang beriman yang mendapatkan taufik untuk bisa bersabar dalam melaksanakan sesuatu yang dicintai oleh Allah guna memetik buahnya? Dan setiap kali seorang hamba bersabar dengan ikhlas karena Allah, maka Allah akan senantiasa bersamanya, karena sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang bersabar dengan pertolongan, taufik, pengokohan dan pelurusan dari-Nya.
Ya Allah, berilah taufik kepada kami untuk bisa menunaikan hak bulan Ramadhan ini dan sucikan kami dari kotoran hati serta pakaikan kepada kami perhiasan yakin dan sabar di dalam hati kami.
***
Sumber: http://al-badr.net/muqolat/2516
Catatan kaki
[1] http://al-badr.net/muqolat/2516
[2] Uddatush Shabirin wa Dzkhiiratisy Syaakirin, hal. 37
[3] Idem, hal. 44
___
✍ Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah
📖 Artikel Muslim.or.id
🌐 Sumber : http://muslim.or.id/ramadhan/ramadhan-adalah-bulan-kesabaran-2.html

                         ➖➖🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃➖➖

Late post: ramadhan adalah bulan kesabaran (1)

📚 📡  *Ramadhan Adalah Bulan Kesabaran (1)*

Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:
Adalah sebuah anugerah yang besar ketika seorang hamba menjumpai bulan Ramadhan yang diberkahi ini, karena ia akan memetik sekian banyak faedah yang besar jika ia benar-benar memanfaatkan bulan yang agung ini untuk beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Diantara faedah yang besar itu adalah diraihnya kesabaran , baik dalam melakukan ketaatan kepada Allah, menjauhi kemaksiatan maupun didalam menghadapi taqdir Allah yang terasa berat dirasa oleh seorang hamba. Berikut penulis bawakan terjemah dari makalah yang disampaikan oleh Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullahu Ta’ala, yang bersumber dari situs resmi beliau [1].
Berkata Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullahu Ta’ala,
_*Ramadhan Adalah Bulan Kesabaran*_
Sesungguhnya kesabaran adalah asas yang terbesar bagi setiap akhlak yang indah dan bagi upaya menghindari akhlak yang hina. Dan sabar itu adalah menahan diri dari perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu dan menyelisihi seleranya, dalam rangka meraih ridho Allah dan pahalanya.
Termasuk cakupan kesabaran adalah sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, dalam menghindari maksiat kepada Allah dan dalam menghadapi takdir Allah yang berat (yang dirasakan oleh seorang hamba). Ketiga hal ini -yang mengumpulkan seluruh ajaran agama Islam ini- tidaklah bisa terlaksana kecuali dengan kesabaran.
Ketaatan-ketaatan -khususnya yang berat , seperti jihad di jalan Allah, ibadah yang kontinyu,seperti menuntut ilmu dan terus menerus berucap dan berperilaku yang bermanfa’at- (semua itu) tidaklah bisa terlaksana kecuali dengan kesabaran melakukannya dan melatih diri untuk terus menerus, senantiasa melakukannya dan membiasakan diri dengannya. Jika melemah kesabaran, melemah pula amalan-amalan sholeh ini, bahkan bisa jadi berhenti dilakukan.Dan demikian pula menahan diri dari melakukan kemaksiatan-kemaksiatan -khususnya kemaksiatan yang hawa nafsu berselera tinggi terhadapnya- tidaklah bisa meninggalkannya kecuali dengan kesabaran dan berusaha untuk sabar dalam menyelisihi hawa nafsu dan tahan merasakan beratnya hal itu.Demikian pula musibah-musibah, ketika menimpa seorang hamba, sedangkan ia hendak menghadapinya dengan ridho, syukur dan memuji Allah atas anugerah musibah itu[2], tidaklah bisa muncul sikap-sikap tersebut kecuali dengan sabar dan mengharap pahala Allah.
Kapanpun seorang hamba melatih diri untuk sabar dan mempersiapkan diri untuk tahan di dalam merasakan berat dan sulitnya hal itu, bersungguh-sungguh dan berjuang untuk menyempurnakan sikap-sikap tersebut , maka akibatnya adalah keberuntungan dan kesuksesan.
Dan tidaklah seseorang bersungguh-sungguh dalam mencari sesuatu dan diiringi dengan kesabaran melainkan ia akan membawa kemenangan, namun orang yang bersungguh-sungguh seperti ini jumlahnya sedikit.
Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah madrasah yang agung dan bangunan (keimanan) yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan di sisa umurnya. Dan salah satu (pelajaran besar) yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran, oleh karena itu , terdapat dalam beberapa Hadits, (bahwa) Nabi yang sangat penyayang –shallallahu ‘alaihi wa sallam- mensifati bulan Ramadhan dengan “bulan kesabaran”.
_*Hadits Tentang Bulan Ramadhan Adalah Bulan Kesabaran*_
Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah madrasah yang agung dan bangunan (keimanan) yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan di sisa umurnya. Dan salah satu (pelajaran besar) yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran, oleh karena itu , terdapat dalam beberapa Hadits , (bahwa) Nabi yang sangat penyayang –shallallahu ‘alaihi wa sallam- mensifati bulan Ramadhan dengan “bulan kesabaran”.
Diantaranya adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Hadits Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ))

“Puasa bulan kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun”. [3]

وأخرج الإمام أحمد عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنِ الْأَعْرَابِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وذكر الحديث أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ ))

Dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Yazid bin Abdullah bin Asy-Syikhkhir, dari Al-A’rabii berkata saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda dan beliau menyebutkan Hadits bahwa Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :

(( صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ ))

“Puasa bulan Kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan menghilangkan wahar[4] dada”. [5]
An-Nasa`i meriwayatkan dari Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((صمْ شهرَ الصبرِ وثلاثةَ أيامٍ من كلِّ شهر…))

“Puasa bulan Kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan…” [6]
Dalam ketiga Hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifati bulan Ramadhan sedbagai bulan kesabaran, hal itu dikarenakan terkumpul dalam bulan Ramadhan seluruh jenis kesabaran; sabar melaksanakan ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya dan sabar dalam menghadapi takdir Allah yang berat (yang dirasakan oleh seorang hamba)
_*Penjelasannya sebagai berikut :*_
Didalam bulan Ramadhan terdapat ibadah puasa, shalat Taraweh, membaca Alquran, kebaikan, Ihsan, dermawan, memberi makan, dzikir, do’a, taubat, istighfar dan selainnya dari berbagai macam ketaatan-ketaatan, dan (semua) ini membutuhkan kesabaran, agar seseorang bisa melakukannya dalam bentuk yang paling sempurna dan paling utama.Didalam bulan Ramadhan terdapat sikap menahan lisan dari dusta, menipu, sia-sia, mencela, mencerca, teriak, debat, menggunjing, mengadudomba, mencegah anggota tubuh lainnya dari melakukan seluruh kemaksiatan, dan (semua) ini (tertuntut) di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Sedangkan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan ini membutuhkan  kesabaran,sehingga seorang hamba sanggup menjaga dirinya agar tidak terjatuh kedalamnya.Didalam bulan Ramadhan terdapat sikap meninggalkan makan ,minum dan  semua yang terkait dengannya, sedangkan nafsunya menginginkannya. Demikian pula menahan diri dari apa yang Allah bolehkan berupa mengikuti syahwat (yang halal) dan kelezatan (yang mubah), seperti bersetubuh dan pendahuluannya, dan (semua) ini jiwa tidaklah bisa meninggalkannya kecuali dengan kesabaran, maka (kesimpulannya) Ramadhan mencakup seluruh jenis kesabaran.
[Bersambung, in sya Allah]

***
Catatan kaki
[1] dalam situs resmi beliau : http://al-badr.net/muqolat/2516
[2] Hakekatnya musibah yang menimpa dunia seseorang itu adalah anugerah Allah kepada hamba-Nya, karena banyak faedah yang didapatkan dari adanya musibah tersebut, bagi orang yang beriman.
[3] [Musnad Imam Ahmad  (7567، 8965) dan Imam Muslim  (1162), dan ini lafadz riwayat Imam Ahmad].
[4] Wahar dada adalah  benci & memusuhi serta waswas hati, ada yang berpendapat: benci & memusuhi dalam hati serta marah dan ada pula yang berpendapat selainnya. [http://www.saaid.net/mktarat/ramadan/299.htm]
[5] Musnad Imam Ahmad (22965). Dan Hadits dengan lafadz yang sama diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Ath-Thabarani dan Al-Baghawi terdapat dalamShahiih Jaimi’ish Shaghiir 3804, [http://www.saaid.net/mktarat/ramadan/299.htm].
[6] HR. An-Nasa`i ( 2756) , lihat Shahiihul Jaami’ (3794) .
___

✍ Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah
📖 Artikel Muslim.or.id
🌐 Sumber : http://muslim.or.id/ramadhan/ramadhan-adalah-bulan-kesabaran-1.html

                    ➖➖🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃➖➖

Tahukah ucapan selamat pada hari raya ied

Ucapan Selamat Pada Hari Raya Ied

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya; kemudian dia menjawab [1] : “Adapun ucapan selamat pada hari raya Ied, sebagaimana ucapan sebagian mereka terhadap sebagian lainnya jika bertemu setelah shalat Ied, adalah:

(  تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُم  )

‘Semoga Allah menerima amal kami dan kalian’ 

Atau 

( أَحَالَ اللّهُ عَلَيْكَ )

‘Semoga Allah memberi balasan (kebaikan) padamu’. 

Dan ucapan lain yang semisalnya; hal ini telah diriwayatkan dari sejumlah Sahabat Nabi; bahwa mereka biasa melakukan hal tersebut, serta diberikan keringanan oleh sejumlah Imam, seperti Imam Ahmad dan yang lainnya.

Akan tetapi, Imam Ahmad menjelaskan: ‘Aku tidak pernah memulai dalam mengucapkan hal tersebut kepada seseorang. Sedangkan bila orang tersebut yang memulainya lebih dahulu, maka aku akan menjawab.’ Karena, wajib menjawab ucapan tersebut, sedangkan memulai untuk mengucapkannya bukan termasuk sunnah yang diperintahkan dan tidak juga dilarang. Karena itu, orang yang melakukan dan meninggalkannya, masing memiliki panutan. Wallâhu a’lam.” [2]

Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan [3] : “Kami meriwayatkan di dalam kitab Al-Mahâmiliyyât dengan sanad hasan dari Jubair Ibnu Nufair, dia berkata: “Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jika bertemu pada hari Ied, sebagian mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: 

( تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمِنْكَ )

“Semoga Allah menerima amal kami dan kamu.’ ”

Di dalam kitab Al-Mughni (II/259), karya Ibnu Qudamah, dia menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata: “Aku pernah bersama Abu Umamah Al-Bahili dan lainnya dari para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa jika mereka pulang dari shalat Ied, maka sebagian mereka berkata kepada sebagian lainnya:

( تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمِنْكَ )

“Semoga Allah menerima amal kami dan kamu.’ ”

Imam Ahmad berkata: “Sanad hadits Abu Umamah jayyid.” [4]

_

[1] Majmu’ Al-Fatâwâ (XXIV/253)

[2] Al-Jalal As-Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya, Wushûlul Amânî bi Ushûlit Tahânî, beberapa atsar (riwayat) yang bersumber lebih dari seorang kalangan Salaf yang di dalamnya disebutkan suatu ucapan pada hari raya. Risalah ini dicetak dan terkandung di dalam kitab Al-Hâwî lil Fatâwâ (I/81 dan 82). Silakan merujuk kepadanya. Lihat juga kitab Al-Mashnû’ fî Ma’rifatil Hadîts Al-Maudhû’ karya Al-Allamah Ali Al-Qari’ (87) yang disertai catatan kaki pentahqiq-nya.

[3] Fathul Bâri (II/446).

[4] Lihat kitab Al-Jauhar An-Naqiy (III/320). As-Suyuthi berkata di dalam kitab Al-Hâwi (I/81) : “Sanad hadits ini hasan.”

🖊 Asy-Syaikh Abu Al-Harits – ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdul Hamid Al-Halabi & 

🖊 Asy-Syaikh Abu Usamah – Salim bin ‘Ied Al-Hilali

📚 Judul Asli : Shifatu Shaumin Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam fii Ramadhan – Ahkaamul ‘Iidain fis Sunnatil Muthahharah; Penerbit/Tahun : Al-Maktabah Al-Islamiyyah, Yordania. Cet. IV, Th. 1412 H – 1992 M | Daar Ibnu Hazm, Libanon. Cet. II, Th. 1414 H – 1993 M; Judul Terjemahan : Meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Berpuasa & Berhari Raya; Penerjemah : M. Abdul Ghofar E.M.; Editor : Taufik Saleh AlKatsiri, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Arman Amry, Lc; Murajaah Akhir : Tim Pustaka Imam Asy-Syafi’i; Cetakan Keempat : Rajab 1435 H/Mei 2014 M; Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i; Kedelapan Belas : Ucapan Selamat Pada Hari Raya Ied; Hal. : 214-216

🌐 pustakaimamsyafii.com | Penerbit Penebar Sunnah

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahRamadhan 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Tahukah hukum memberi zakat pada saudara kandung

Hukum Memberikan Zakat kepada Saudara

Zakat untuk Saudara Kandung

● Tanya:

Bagaimana hukum memberikan zakat ke saudara kandung?

● Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Zakat boleh diberikan kepada saudara dengan 2 syarat,

[1] Dia termasuk kategori 8 ashnaf (golongan) yang berhak mendapat zakat

Delapan golongan yang berhak menerima zakat meliputi: fakir, miskin, gharim (orang yang terbelit utang), muallaf, atau Sabilillah, seperti mereka yang hendak belajar agama.

[2] Dia bukan termasuk orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki (wajib zakat).

Seperti saudara wanita yang belum menikah, sementara orang tua tidak memberi nafkah, yang wajib menafkahi adalah saudara lelakinya yang sudah baligh atau sudah bekerja.

• Dalam Fatawa Nur ‘ala ad-Darb pernah ditanya tentang hukum memberikan zakat kepada saudara.

• Jawabannya,

إذا كانت أختك مستقلة في بيتٍ وحدها، عاجزة ما عندها ما يقوم بحالها، لك أن تعطيها الزكاة، أما إن كانت عندك في بيتك تنفق عليها، فلا، لا تعطها زكاتك، فهي واقعة في نفقتك عليها

Jika saudari anda tinggal terpisah, di rumah sendiri, sementara dia tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, maka anda boleh memberikan zakat untuknya. Namun jika dia tinggal bersama anda, dan anda yang memberi nafkah, tidak boleh anda berikan zakat anda kepadanya. Karena dia dicukupi dengan mendapat nafkah dari anda. (Fatwa Nur ‘ala ad-Darb, 15/318)

○ Keutamaan Memberikan Zakat kepada Saudara 

Nilai amal dari zakat yang diberikan ke saudara tidak hanya berupa amal zakat. Namun ini juga bisa mempererat persaudaraan. Sehingga ada unsur silaturahmi di sana. Karea itu, memberi zakat ke saudara, zakat sekaligus silaturahmi.

• Dari Salman bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabdaa,

إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِى الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

Sedekah kepada orang miskin nilainya sedekah. Sedekah kepada kerabat, nilainya dua, sedekah dan silaturahim. (HR. Nasai 2594, Ibnu Hibban 3344 dan dishahihkan Syuaib al-Arnouth)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Al-Ustâdz Ammi Nur Baits 

(Dewan Pembina konsultasisyariah.com )

○ [ https://konsultasisyariah.com/author/ammi%5D 

○ [ https://konsultasisyariah.com/category/fikih ]

○ [ https://konsultasisyariah.com/category/fikih/ramadhan-fikih ]

○ [ https://konsultasisyariah.com/category/fikih/ibadah-fikih ]

○ [ https://konsultasisyariah.com/category/fikih/ibadah-fikih/zakat ]

[Sumber: https://konsultasisyariah.com/28023-hukum-memberikan-zakat-kepada-saudara.html ]

~

• Website : konsultasisyariah.com 

• Facebook : https://facebook.com/KonsultasiSyariah

• Twitter : https://twitter.com/kons_syariah

• Telegram : https://t.me/KonsultasiSyariah

• Android : https://goo.gl/2O8UgD

Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam 

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahRamadhan 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Zakat bagi anak kecil dan orang gila

Serba-serbi Fiqih Zakat

Zakat bagi Anak Kecil dan Orang Gila

Ada perselisihan ulama’ tentang masalah ini. Sebagian ulama’ mengatakan tidak wajib karena mereka tidak mukallaf sebagaimana madzhab Hanafiyyah. Adapun jumhur ulama’ mengatakan wajib zakat berdasarkan keumuman dalil-dalil seperti:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS at-Taubah [9]: 103)

Demikian pula sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam: “Kabarkanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat bagi mereka, yang diambil dari orang kaya mereka lalu diberikan kepada para fakir mereka.” (al-Bukhari dan Muslim)

Telah shahih dari lima shahabat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bahwa mereka mengeluarkan zakat harta anak yatim yaitu Umar ibn al-Khaththab, Ali ibn Abi Thalib, Abdullah ibn Umar, Jabir, dan Aisyah Radhiallahu’anha. [23]

Dan karena zakat adalah hak harta untuk fakir miskin. Insya Allah, pendapat jumhur ulama’ ini yang lebih kuat.

_

• [23] : Lihat al-Mushannaf No. 6981–6992 karya Abdurrazzaq, al-Mushannaf 3/149 karya Ibnu Abi Syaibah.

Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi 

○ [ http://abiubaidah.com/category/fikih/ ]

○ [ http://abiubaidah.com/category/artikel-pilihan/ ]

[Dikutip dari: http://abiubaidah.com/serba-serbi-fiqih-zakat.html/ ]

***

• Telegram : https://t.me/yusufassidawi

• Website :

○ abiubaidah.com 

https://muslim.or.id/author/abu-ubaidah-yusuf-as-sidawi

• Audio : https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi

• Video :

https://yufid.tv/tag/abu-ubaidah-yusuf-as-sidawy

https://youtube.com/playlist?list=PLc1mXVdI4n_l-8ycS_mzJNauEOzt375zd

Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahRamadhan 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Tahukah harta yang wajib dikeluarkan zakatnya

Serba-serbi Fiqih Zakat

Harta-harta yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya

Di antara harta yang wajib dikeluarkan zakatnya:

1. Emas dan perak. Mencakup di dalamnya zakat uang, zakat perhiasan wanita, zakat perdagangan menurut pendapat yang kuat.

2. Hewan ternak. Mencakup unta, sapi, kambing.

3. Pertanian. Mencakup biji-bijian dan buah-buahan.

Dan perincian penjelasannya sangat luas. Bukan tulisan ringkas ini tempat yang tepat untuk memaparkannya.

Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi 

○ [ http://abiubaidah.com/category/fikih/ ]

○ [ http://abiubaidah.com/category/artikel-pilihan/ ]

[Dikutip dari: http://abiubaidah.com/serba-serbi-fiqih-zakat.html/ ]

***

• Telegram : https://t.me/yusufassidawi

• Website :

○ abiubaidah.com 

https://muslim.or.id/author/abu-ubaidah-yusuf-as-sidawi

• Audio : https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi

• Video :

https://yufid.tv/tag/abu-ubaidah-yusuf-as-sidawy

https://youtube.com/playlist?list=PLc1mXVdI4n_l-8ycS_mzJNauEOzt375zd

Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahRamadhan 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.