Dik Naifa sedang belajar berbaris


Sejak diajari berbaris dengan melakukan hormat, lencang depan maupun lencang kanan, maka hampir tiap saat dia maunya diaba-aba untuk melakukan ketiga gerakan itu.

Setiap kali melalukan penghormatan, dik Naifa akan bilang “sekarang aku sudah bisa khan”  sambil tertawa dengan dagu berlumuran coklat dari roti yang dipegangnya.

Apalagi menjelang 17 Agustus, kakaknya Azkapun sibuk mengikuti lomba setiap sore sepulang sekolah sejak 3 hari lali.

Dik Naifa selalu mengikuti kegiatan kakaknya berlomba, meski belum ada lomba untuk anak seusia dik Naifa.

Azka suka martabak asin

Nanti beliin martabak ya, pesan azka sebelum azka berangkat sekolah

Ya, nanti mampir ke alun-alun beli martabak asin dan manis,jawabku

Aku yang asin ya, kata azka

Iya, nanti yang manis untuk dik Naifa,jawabku

Kebetulan juga niih, aku pingin beli martabak nasional yang sekarang pakai kuah kari. Ramadhan kemarin masih hanya dengan timun dan cabe rawit hijau.

Hmmmm….sungguh yummy..martabak internasional dengan kuah kari.

Martabak manis kesukaan dik Naifa

Nanti beliin martabak kacang coklat ya, pesen dik Naifa sebelum aku berangkat kantor

Iya, mau yg mana, tanyaku

Mau yang alun-alun, jawabnya

Dik Naifa suka martabak manis atau terang bulan yang dijual di alun-alun yang menurutku memang enak, terasa lembut. Dan tentu saja aku menikmati pemandangan proses pembuatan martabak manis alias terang bulan yang dipanggang diatas tungku tradisional alias anglo dengan arang.

Dalam proses pematangan sisi atas maka pan masakan pakai di balikkan diatas tungku..eksotis lihatnya

Kebenaran bukan soal jumlah

Kebenaran Bukan Soal Jumlah

✍ Al-Imam Al-Fudhoil bin ‘Iyadh berkata:

إتبع طرق الهدى ولا يضرك قلة السالكين، وإياك وطرق الضلالة ولا تغتر بكثرة الهالكين

“Ikutilah jalan petunjuk (kebenaran), karena tidak akan merugikanmu sedikitnya orang yang berjalan di atasnya, dan hati-hatilah engkau dari jalan kesesatan dan jangan engkau terpedaya dengan banyaknya orang yang binasa.” (Al-I’tishom 1/112 – Al-Imam Asy-Syathibi)

Kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah, banyak sedikitnya pengikut atau pengajian yang membludak. 

Syaikh Al-‘Allamah Abdul Muhsin Al-‘Abbad menyampaikan, “Banyaknya pengikut tidaklah menunjukkan selamatnya manhaj dan benarnya aqidah. Manhaj yang selamat dan aqidah yang benar hanyalah dicapai dengan mengikuti Salafnya umat ini dari kalangan Shohabat Nabi dan orang-orang yang berjalan di atas manhaj mereka.”

Mengikuti Salafussholih, tauhid dan sunnah serta menjauhi syirik dan bid’ah bukan sekedar klaim atau pemanis bibir semata, tetapi juga dibuktikan oleh pengamalan serta kesungguhan di dalamnya.

Al-Ustâdz Fikri Abul Hasan

[Sumber: http://manhajul-haq.blogspot.co.id/2017/07/kebenaran-bukan-soal-jumlah.html?m=1 ]

~

• Facebook : https://facebook.com/madrasahjihad

• Telegram : https://t.me/manhajulhaq

• Blog : manhajul-haq.blogspot.co.id

Manhajul Haq – Jalan Salaf Lebih Selamat

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahIslam 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Selektif mengambil ilmu

🔎 SELEKTIF MENGAMBIL ILMU

🌸 Nasehat Syaikh Shålih Fauzan al-Fauzån hafizhahullåhu 

❗لا تأخذ دينَك من كلِّ أحد، وإياك أن تغتر بالظاهر وتكتفي به دون السؤال والتحري!

Jangan mengambil agamamu dari setiap orang. Jangan mudah tertipu dengan penampilan fisik (zhahir) dan mencukupkan dengannya tanpa mau bertanya dan menyelidiki ❗

• يقول فضيلة الشيخ العلامة صالح الفوزان حفظه الله تعالى:

💬 Syaikh yang mulia, al-‘Allåmah Shålih al-Fauzån, semoga Allåh menjaga beliau, mengatakan :

. «ليست العبرة بالإنتساب أو فيما يظهر!

. >>> بل العبرة بالحقائق وبعواقب الأمور، والأشخاص الذين ينتسبون إلى الدعوة يجب أن يُنظر فيهم:

▫Yang menjadi patokan itu bukanlah sekedar pengakuan (intisåb) atau apa yang ditampakkan! 

▪Namun yang menjadi patokan adalah realitanya dan dampak dari keadaannya. 

👉  Orang yang menyandarkan diri kepada dakwah (salafiyah), wajib diperhatikan padanya :

أين درسوا؟

💢 Di mana belajarnya?! 

ومَن أين أخذوا العلم؟

💢 Dari siapa dia mengambil ilmunya (siapa gurunya)?! 

وأين نشأوا؟

💢 Di mana dia berkembang (tinggal)?! 

وما هي عقيدتهم؟

💢 Apa aqidahnya?! 

وتنظر أعمالهم وآثارهم في الناس وماذا أنتجوا من الخير؟

👀 Kita perhatikan aktivitas mereka dan dampaknya terhadap manusia, apakah menghasilkan kebaikan? 

وماذا ترتب على أعمالهم من الإصلاح؟

❓Apakah aktivitas perbuatannya berpengaruh terhadap perbaikan (ishlåh)? 

يجب أن تُدرس أحوالُهم قبلَ أن يُغترَّ بأقوالِهم ومظاهرِهم.

💢 Wajiblah dipelajari keadaannya sebelum nanti tertipu dengan ucapan dan penampilannya. 

هذا أمر لابد منه خصوصاً في هذا الزمان الذي كَثُرَ فيه دعاة الفتنة؛ وقد وصف الرسول ﷺ دعاة الفتنة بأنهم: (من جلدتنا ويتكلمون بألسنتنا!)».

💢 Hal ini mau tidak mau harus dilakukan, terutama di zaman yang banyak dengan “du’åtul fitnah” (da’i yang mengajak kepada fitnah). Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sendiri mensifatkan du’åtul fitnah bahwa mereka “dari bangsa kita (memiliki kulit yang sama) dan berbicara dengan lisan kita (memiliki bahasa yang sama)!! 

 «الإجابات المهمة» (٤٧-٤٨).

📚 al-Ijåbåt al-Muhimmah hal. 47-48

✍ Al-Ustâdz Abu Salma, Muhammad bin Burhan bin Yusuf ( @abinyasalma ) 

__________________

✉Grup WhatsApp _Al-Wasathiyah Wal I’tidål_

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahIslam 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Kisah teladan

🌷 *kisah Teladan* 🌷

📚 *Balasan Menghafal al Qur’an al Karim* 📖📖📖

🌾 Dr. Sayid Husain Al-Afanie menulis dalam bukunya yang berjudul *AI-Jazaau min Jinsil Amal* (Balasan itu Sesuai dengan Jenis Amalnya) kisah berikut ini, yang beliau sadur dari Syaikh Abdurrahman bin Aqil Adz-Dzahiri, dari Syaikh Mahfudh Asy Syanqathi (–Direktur Utama Majma’ Raja Fahd untuk Pengadaan Al-Qur’an–) dari Syaikh para qari’ di Majma’ tersebut, yakni Syaikh Amir Sayyid Utsman Rahimahullah. 
🌾 Syaikh Amir pada akhir usia yang ke-70 tahun,  syaraf bicaranya  terganggu sehingga tidak bisa bersuara.
🌾 Ketika itu, beliau mengajar murid-murid yang belajar qira’ah, tetapi secara tiba-tiba tidak mampu bersuara, hanya terdengar desahan saja. 
🌾Kemudian, beliau sakit kerasdan selama itu beliau terbaring di rumah sakit.
🌾 Suatu ketika para perawat dan pasien rumah sakit dikagetkan dengan seorang pasien lelaki yang syaraf bicaranya putus, tetapi ia masih sanggup duduk, bahkan melantunkan firman- firman Allah Ta’ala dengan suara jelas lagi merdu;  mengkhatamkan seluruh Al-Qur’an dari ‘ayat Al-Fatihah hingga An- Naas selama 3 hari. Setelah itu, beliau meninggal dunia.
Subhanallah..
🍃 Bukankah balasan suatu kebaikan itu berupa kebaikan pula?!
*Sumber: Dikutip dari buku “Bila Amal di Bayar Kontan’, Sayyid Abdullah Sayyid Abdurrahman ar-Rifai, Penerbit Darul Falah*
🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷
🌎 KisahIslam.net
⏩ repost by grup wa

🏝sharing seputar islam🍒