Senja di Mansuar


Semburat lembayung diufuk barat..menggoda mata yang sibuk menikmati keindahan bawah laut pantai depan homestay.


Kuhentikan kakiku dan berbalik arah menuju tepi.


Berjalan menuju 2 kursi santai terbuat dari bambu yang diletakkan di tepi pantai.


Sebelah kiriku sepasang suami istri dari negeri seberang yang sudah tinggal selama 12 hari, dan tiap sore mereka menghabiskan waktu dengan menikmati proses matahari tenggelam di kursi sebelah kiri.


Akupun mengambil posisi di kursi sebelah kanan.


Dalam diam kami menikmati pergeseran warna di ujung cakrawala.


Dari semburat warna jingga perlahan berpendar dan berganti dengan aneka warna hangat hingga akhirnya gelap seiring kepergian sang mentari menuju peraduan.

Adakah batasan mencari untung dalam jual beli

Adakah batasan atau standar dalam mencari untung ketika kita berdagang? Atau boleh kita mencari untung seenak kita? Karena ada yang menganggap ada batasan dalam masalah ini. Bagaimana perspektif Islam dalam hal ini menurut para ulama?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –semoga Allah senantiasa merahmati beliau– ditanya mengenai standar keuntungan syar’i dalam berdagang. Kemudian bolehkah seseorang membeli suatu barang dengan harga 50 riyal lalu ia jual 80 atau lebih dari itu?
Jawab beliau rahimahullah:
Perlu diketahui bahwa tidak ada batasan keuntungan (menurut syari’at). Keuntungan bisa saja banyak, bisa pula sedikit. Kecuali jika sudah ada batasan harga di pasaran dengan harga tertentu, maka tidak boleh konsumen dikelabui saat itu. Bahkan sudah sepantasnya si pedagang memberitahukan pada pelanggannya bahwa barang ini ada dengan harga sekian dan sekian, namun harga yang ia patok adalah demikian. 

Jika si pelanggan berminat dengan harga seperti itu, maka tidaklah masalah. Akan tetapi lebih baik memberikan harga seperti yang telah ada di pasaran. 

Adapun jika harga barang tersebut belum ada di pasaran dan belum ada standarnya, maka ia boleh menjual barang tersebut sesukanya dengan harga yang ia inginkan walau dengan keuntungan 30%, 50% atau semisal itu. 

Ini jika barang tersebut tidak ada standar harga.
Sekali lagi syari’at tidak menetapkan besaran keuntungan bagi si pedagang. Akan tetapi seorang mukmin hendaknya memudahkan saudaranya. Hendaknya ia tetap suka walau mendapatkan keuntungan sedikit. Kecuali jika suatu saat kondisi berubah, barang yang ada berubah atau naiknya harga barang karena sedikitnya pasokan atau ada sebab lainnya sehingga keuntungan mesti ia tambah.
Adapun jika seorang pedagang mengelabui orang yang tidak berdaya apa-apa atau ia menipu orang miskin dan ia menjual dengan harga yang terlalu tinggi, maka itu tidak boleh. Hendaknya ia menetapkan harga dengan harga standar seperti yang orang-orang jual. Kecuali jika ia menjual dengan ia katakan bahwa harga standar demikian dan demikian, sedangkan ia jual dengan harga seperti ini, maka seperti itu tidaklah masalah asalkan ia telah jelaskan sesuai realita atau karena alasan pasar yang jauh. Ketika ia naikkan harga seperti itu, ia sudah jelaskan  alasannya.
Sumber fatwa: http://www.binbaz.org.sa/mat/19167
Bagi setiap pedagang, selayaknya ia mengingat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mendo’akan orang yang memudahkan saudaranya ketika berdagang,
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى
“Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual (dagangannya), ketika membeli dan ketika menunaikan utangnya.” (HR. Bukhari no. 2076)
Wallahu waliyyut taufiq. (*)

Penulis: Al-Ustâdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal 
Artikel muslim.or.id | Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah 
[Sumber: https://muslim.or.id/18815-adakah-batasan-mencari-untung-dalam-jual-beli.html ]

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📁 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahFiqih
Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Bumi menjadi saksi amalan kita

*_Muhammad Abduh Tuasikal, MSc_*

Bumi akan jadi saksi atas amalan kita. Bumi akan berbicara dan mengabarkan mengenai amalan setiap manusia di muka bumi, semua itu atas izin Allah.
*_Hadits Tentang Bumi Bersaksi_*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat,
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al Zalzalah : 4)
Rasul lalu bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا
“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi. (HR. Tirmidzi no. 2429. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Namun hadits ini punya penguat dalam Al Kabir karya Ath Thobroni 4596, sehingga hadits ini dapat dikatakan hasan sebagaimana kesimpulan dari Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy dalam Bahjatun Nazhirin, 1: 439).
*_Adapun faedah dari hadits yang bisa kita simpulkan:_*
Al Qur’an sangat bagus jika ditafsirkan dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Hendaklah manusia memperbanyak melakukan amalan ketaatan dan benar-benar menjauhi perbuatan maksiat karena bumi akan menjadi saksi untuk berbicara pada hari kiamat, mengungkap segala yang diperbuat oleh manusia.Allah mampu membuat makluk berbicara, bahkan tanah atau bumi yang kita pijak bisa berbicara. Bumi akan bersaksi terhadap amalan kebaikan dan keburukan yang kita perbuat.Yang menjadi saksi bagi manusia pada hari kiamat adalah kitab catatan amalnya, pendengarannya, penglihatannya, kulit dan tangannya serta bumi yang dipijak. Sehingga setiap manusia tak mungkin mengelak dengan kesaksian yang ada.
*_Adapun dalil yang menyatakan bahwa anggota tubuh juga menjadi saksi adalah firman Allah,_*
حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (20) وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (21)
*_“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Fushilat: 20-21)_*
Begitu pula bumi berbicara atas perintah dari Allah,
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” (QS. Al Zalzalah: 4-5). Baca Tafsir Surat Al Zalzalah.
*_Keterangan Ulama: Bumi Menjadi Saksi_*
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
فَإِنَّهَا أُمُوْرٌ مَشْهُوْدَةٌ يَعْرِفُهَا النَّاسُ لَكِنْ العَجَبُ كَوْنُ الأَرْضِ تُخْبِرُ بِذَلِكَ فَالعَجَبُ فِي المخْبِرُ لاَ فِي الَخبَرِ كَشَهَادَةِ الأَعْضَاءِ
“Itulah perkara yang disaksikan. Manusia saat itu mengetahui hal itu. Namun yang mengherankan bukanlah berita yang dibicarakan oleh bumi. Yang mengherankan adalah yang mengabarkan berita tersebut yaitu bumi (yang hanya benda mati), bukan pada beritanya yang menimbulkan decak kagum. *_Sebagaimana juga nantinya anggota tubuh manusia akan menjadi saksi bagi dirinya pada hari kiamat.”_* (An Nubuwaatkarya Ibnu Taimiyah, hal. 222).
Anjuran Perbanyak Dzikir dan Shalat Sunnah
Ayat di atas menunjukkan untuk memperbanyak dzikir kapan pun dan di mana pun. Faedahnya disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, di mana ia berkata,
إِنَّ فِي دَوَامِ الذِّكْرِ فِي الطَّرِيْقِ وَالبَيْتِ وَالحَضَرِ وَالسَّفَرِ وَالبَقَاعِ تَكْثِيْرًا لِشُهُوْدِ العَبْدِ يَوْمَ القِيَامَةِ فَإِنَّ البُقْعَةِ وَالدَّارِ وَالجَبَلِ واَلأَرْضِ تَشْهَدُ لِلذَّاكِرِ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Sungguh orang yang senantiasa berdzikir ketika berada di jalan, di rumah, di saat mukim, di saat safar, atau di berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi di hari kiamat. Karena tempat-tempat tadi, rumah, gunung dan tanah, akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat.” (Al Wabilush Shoyyib, hal. 197). Baca: 51 Keutamaan Dzikir
Begitu pula berpindah tempat saat shalat sunnah, termasuk pula keutamaan mengerjakan shalat sunnah di rumah adalah supaya mendapat banyak saksi pada hari kiamat. Sebagaimana keutamaan ini disebutkan oleh Prof. Dr. Musthofa Al Bugho dalam Al Fiqhu Al Manhaji (hal. 159) ketika menjelaskan amalan sunnah sesudah shalat.
Dalil yang menunjukkan anjuran melaksanakan shalat sunnah di rumah. Dari Zaid bin Tsabit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ
*_“Shalatlah kalian wahai manusia di rumah kalian. Karena sebaik-baik shalat kalian adalah shalat di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari no. 731)._*
Dari Jabir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِى مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلاَتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِى بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا
*_“Jika salah seorang di antara kalian menunaikan shalat di masjid, jadikanlah shalatnya (shalat sunnah) pula sebagiannya di rumah. Karena Allah akan menjadikan shalat tersebut kebaikan bagi rumah tersebut.” (HR. Muslim no. 778)_*
Disunnahkan berpindah tempat tersebut untuk memisahkan shalat sunnah dan shalat wajib adalah berdasarkan hadits As Saa-ib bin Yazid bahwa Mu’awiyyah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepadanya, “Apabila engkau telah shalat Jum’at, janganlah engkau sambung dengan shalat lain sebelum engkau berbicara atau pindah dari tempat shalat. Demikianlah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamperintahkan pada kami. 

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ
*_“Janganlah menyambung satu shalat dengan shalat yang lain, sebelum kita berbicara atau pindah dari tempat shalat.” (HR. Muslim no. 883)._*
Semoga Allah memudahkan kita kemudahan untuk menghadapi hari akhir, dan moga kita mudahkan pula dalam mempersiapakan amalan.
 
*_Referensi:_*
Al Fiqh Al Manhajiy ‘ala Madzhab Al Imam Asy Syafi’i, Dr. Musthofa Al Khin, Dr. Musthofa Al Bugho, ‘Ali Asy Syarbajiy, terbitan Darul Qolam, cetakan kesepuluh, tahun 1430 H.
Al Wabil Ash Shoyyib wa Rofi’ Al Kalim Ath Thoyyib, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar ‘Alam Al Fawaid, cetakan ketiga, tahun 1433 H.
Bahjah An Nazhirin Syarh Riyadh Ash Sholihin, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H.
Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhis Sholihin, Prof. Dr. Musthofa Al Bugho, dkk, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1432 H.
Tafsir Syaik Al Islam Ibnu Taimiyah, Iyad bin ‘Abdul Lathif bin Ibrahim Al Qoisi, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1432 H.

Naskah Khutbah Jumat Masjid Adz Dzikro Ngampel Girisekar Panggang, Gunungkidul, pada Jumat Pon, 5 Rajab 1436 H
Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, 4 Rajab 1436 H, Kamis 2:30 PM
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com

Sumber: https://rumaysho.com/10885-bumi-jadi-saksi-atas-amalan-kita.html

Musibah didunia lebih baik daripada di akherat

✒ Ustadz Sofyan Chalid Ruray
Saudaraku, musibah di dunia bisa jadi hukuman atas dosa-dosa yang kita kerjakan, namun itu sekaligus sebagai kenikmatan apabila kita hadapi dengan kesabaran dan memohon ampun kepada Allah ta’ala, karena hukuman di dunia lebih baik daripada hukuman di akhirat yang azabnya sangat keras.
Rasulullah _shallallahu’alaihi wa sallam_ bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka Allah menyegerakan hukumannya di dunia, dan apabila Allah menghendaki kejelekan bagi hamba-Nya maka Allah menahan hukuman atas dosanya sampai dibalas pada hari kiamat.”

[HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, Shahihul Jaami’: 308]
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin _rahimahullah_ berkata,
لأن العقوبات تكفر السيئات فإذا تعجلت العقوبة وكفر الله بها عن العبد فإن يوافي الله وليس عليه ذنب قد طهرته المصائب والبلايا حتى إنه ليشدد على الإنسان موته لبقاء سيئة أو سيئتين عليه، حتى يخرج من الدنيا نقيا من الذنوب، وهذه نعمة لأن عذاب الدنيا أهون من عذاب الآخرة
“Karena hukuman-hukuman itu menghapuskan dosa-dosa, maka apabila hukuman seorang hamba dipercepat dan dengan itu Allah menghapus dosanya, ia akan berjumpa dengan Allah sedang ia tidak lagi menanggung satu dosa pun karena telah disucikan oleh berbagai musibah dan malapetaka tersebut
Sampai-sampai kematian seseorang itu diberatkan karena masih tersisa satu atau dua kesalahannya, supaya ia keluar dari dunia ini dalam keadaan bersih dari dosa, dan ini adalah nikmat karena azab dunia lebih ringan dari azab akhirat.”

[Syarhu Riyadhis Shaalihin, 1/258]

🌍 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/651086115040874:0
   

From Grup wa manhaj salaf  
📝:idea: Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868) 
SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel:  @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Manusia terasing

_Imam al-Ajurri rahimahullåhu berkata_ :

*_“Seasing-asingnya orang asing di zaman ini adalah :_*
_Orang yang berpegang dengan sunnah lalu bersabar._ 
_Orang yang memperingatkan dari bid’ah lalu bersabar._ 
_Orang yang mengikuti_ 

*_atsar_* _para salaf dari kalangan para imam kaum muslimin._ 
_Orang yang mengetahui kondisi zamannya dan betapa besar kerusakannya beserta orang-orang di dalamnya, lalu ia sibuk dengan memperbaiki kondisi dirinya terlebih dahulu_ 
_Orang yang memelihara anggota tubuhnya, dan meninggalkan perbuatan yang tidak berguna serta beramal yang dapat memperbaiki kepingan hatinya._ 
_Orang yang mencari rezeki di dunia sebatas yang mencukupinya dan meninggalkan selebihnya yang dapat menjadikannya melewati batas._ 
_Bersikap ramah dengan manusia di zamannya namun tidak menjilat mereka_ 

( *_mudåhanah_*) _serta bersabar di dalam hal ini._ 
_Maka semua ini asing dan betapa sedikitnya orang yang  mau berlimpah kepadanya walaupun itu keluarga maupun saudara, namun hal ini tidaklah mencederainya sedikitpun… ”_

*_Al-Ghurobâ’_ karya al-Ajurri_*

?? قَنَاة رَوَاْئِع السَّلَف  ??:
ﻗـﺎﻝ ﺍﻹﻣـﺎﻡ ﺍﻵﺟــﺮﻱ ﺭﺣﻤــﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :
” ﺃﻏﺮﺏ ﺍﻟﻐﺮﺑﺎﺀ ﻓﻲ ﻭﻗﺘﻨﺎ ﻫﺬﺍ :
1 ‏) ﻣﻦ ﺃﺧﺬ ﺑﺎﻟﺴﻨﻦ ﻭﺻﺒﺮ ﻋﻠﻴﻬﺎ،
2 ‏) ﻭﺣﺬﺭ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﺻﺒﺮ ﻋﻨﻬﺎ،
3 ‏) ﻭﺍﺗﺒﻊ ﺁﺛﺎﺭ ﻣﻦ ﺳﻠﻒ ﻣﻦ ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ،
4 ‏) ﻭﻋﺮﻑ ﺯﻣﺎﻧﻪ، ﻭﺷﺪﺓ ﻓﺴﺎﺩﻩ، ﻭﻓﺴﺎﺩ ﺃﻫﻠﻪ، ﻓﺍﺷﺘﻐﻞ ﺑﺈﺻﻼﺡ ﺷﺄﻥ ﻧﻔﺴﻪ،
5 ‏) ﻭﻣﻦ ﺣﻔﻆ ﺟﻮﺍﺭﺣﻪ، ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻟﺨﻮﺽ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ، ﻭﻋﻤﻞ ﻓﻲ ﺇﺻﻼﺡ ﻛﺴﺮﺗﻪ،
6 ‏) ﻭﻛﺎﻥ ﻃﻠﺒﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻛﻔﺎﻳﺘﻪ، ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻄﻐﻴﻪ،
7 ‏) ﻭﺩﺍﺭﻯ ﺃﻫﻞ ﺯﻣﺎﻧﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﺪﺍﻫﻨﻬﻢ، ﻭﺻﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ،
ﻓﻬﺬﺍ ﻏﺮﻳﺐ، ﻭﻗﻞ ﻣﻦ ﻳﺄﻧﺲ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺸﻴﺮﺓ ﻭﺍﻹﺧﻮﺍﻥ، ﻭﻻ ﻳﻀﺮﻩ ﺫﻟﻚ “.

? ﻣـﻦ ﻛﺘــﺎﺏ ﺍﻟﻐـﺮﺑـــﺎﺀ ﻟﻶﺟﺮﻱ

*_@abinyasalma_*

          📕📗📒

Ada judi dalam kartu diskon

Kartu diskon mengandung unsur gharar (ketidakjelasan), karena pemegang kartu tidak tahu berapa potongan harga yang akan diperoleh. Jika ia membayar lebih besar daripada potongan harga, dia rugi, dan sebaliknya. Ini termasuk gharar (ketidakjelasan) dan qimar (perjudian).

Oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi
Kartu diskon digunakan toko dan swalayan untuk mengikat konsumennya. Dengan kartu diskon, konsumen akan mendapat potongan harga khusus saat berbelanja.

 Ada dua jenis kartu diskon berdasarkan penerbitnya. 

Yakni kartu diskon umum dan kartu diskon khusus.
Kartu diskon umum diterbitkan perusahaan jasa iklan. Perusahaan tersebut mencari toko-toko atau perusahaan yang memproduksi barang maupun jasa yang bersedia memberikan potongan harga bagi pembeli. Perusahaan penerbit kartu mengirim buletin secara berkala kepada para anggota toko yang memberikan diskon kepada pemegang kartu diskon. Untuk mendapatkan kartu tersebut, calon anggota harus mendaftarkan diri dan membayar iuran.
Kartu diskon khusus diterbitkan perusahaan jasa/barang seperti toko buku atau swalayan. Setiap kali pemegang kartu diskon berbelanja di toko tersebut atau cabangnya, dia akan mendapatkan potongan harga khusus. Keuntungannya, toko dapat menarik pembeli serta mengikatnya agar selalu membeli kebutuhannya di toko tersebut, sekalipun keuntungannya lebih kecil. Untuk mendapatkan kartu diskon jenis ini, konsumen harus mendaftarkan diri dan membayar iuran atau hanya uang pendaftaran.
Hukum Kartu Diskon
Para ulama kontemporer sepakat bahwa menerbitkan serta menggunakan kartu diskon yang diberikan secara cuma-cuma hukumnya boleh. Seperti kartu diskon yang diterbitkan oleh beberapa maskapai penerbangan yang memberi para pemegangnya berbagai fasilitas, misalnya potongan harga tiket. Keterangan ini merupakan keputusan Majma’ Al-Fiqh Al-Islami (Divisi Fikih Organisasi Konferensi Islam, No. 127 (1/14) tahun 2003: “Kartu diskon yang diterbitkan oleh hotel, maskapai penerbangan dan beberapa perusahaan yang memberikan fasilitas yang mubah bagi pemegang kartu yang telah memenuhi poin tertentu,hukumnya boleh jika kartu diberikan secara cuma-cuma”.
Hal ini dibolehkan karena akad yang terjadi antara penerbit kartu dan pemegang kartu adalah akad hibah, sehingga sekali pun asas kerja kartu diskon mengandung unsur gharar disebabkan ketidakjelasan potongan harga barang yang didapatkan dan berapa besarnya potongan saat menerima kartu, tidak mempengaruhi keabsahan akad, sebagaimana yang telah dijelaskan.
Ada pun kartu diskon yang pemegangnya disyaratkan membayar iuran keanggotaan atau membeli kartu tersebut, terdapat perbedaan pendapat para ulama kontemporer.
Pendapat pertama: Menurut Dr. Sami As Suwaylim, hukumnya dibolehkan. Karena uang iuran tersebut adalah imbalan untuk pihak pengelola/penerbit kartu atas jasa mencari potongan harga dari perusahaan yang menjual barang/jasa serta kemudian memberitahukannya kepada pemegang kartu. Dan upah atas kerja ini hukumnya halal .
Tanggapan: Pendapat tersebut tidak kuat karena jasa yang diberikan penerbit kartu mengandung unsur gharar (ketidakjelasan). Bentuk ghararnya adalah pemegang kartu saat membayar iuran keanggotaan/membeli kartu diskon tidak tahu berapa potongan harga yang akan dia dapatkan dan dari barang apa saja. Di samping itu, pemegang kartu juga tidak tahu apakah uang yang ia bayarkan lebih besar daripada potongan harga yang ia dapatkan saat berbelanja. Jika uang yang ia bayarkan lebih besar daripada potongan harga, berarti dia rugi. Dan sebaliknya. Ini termasuk gharar (ketidakjelasan) dan qimar (perjudian).
Selain gharar, kartu diskon jenis ini juga mengandung unsur riba ba’i (riba jual-beli), yang membuat pemegang kartu dapat menukar uang iuran anggota dengan potongan harga barang/jasa yang sejenis namun berbeda nominalnya dan tidak tunai . Karena alasan itulah, lembaga-lembaga fikih internasional memfatwakan haram kartu diskon.
Al-Majma’ Al-Fiqhiy Al-Islami (Divisi Fikih Rabithah Alam Islami) dalam rapat tahunan ke-18 menfatwakan: “Setelah membaca, menelaah serta mendiskusikan penelitian-penelitian yang diajukan ke majelis tentang hukum kartu diskon, maka diputuskan: tidak boleh menerbitkan serta membeli kartu diskon, jika untuk mendapatkan kartu tersebut konsumen ditarik iuran keanggotaan atau uang administrasi. Karena kartu ini mengandung unsur gharar.
Karena pada saat pemegang kartu memberikan uang kepada penerbit kartu, ia tidak tahu apakah akan mendapatkan imbalan dari uang yang ia berikan atau tidak. Pada saat itu pemegang kartu telah mengalami kerugian, namun ia belum tentu mendapatkan imbalan kelak atas uang pembayaran kartu”.
Majma’ Al-Fiqh Al-Islami (Divisi Fikih OKI) juga mengharamkan kartu diskon melalui keputusan No. 127 (1/14) tahun 2003: “Kartu diskon yang diterbitkan oleh hotel, maskapai penerbangan dan beberapa perusahaan yang memberikan fasilitas yang mubah bagi pemegang kartu yang telah memenuhi poin tertentu, hukumnya boleh jika kartu diberikan secara cuma-cuma. Ada pun jika pemegang kartu ditarik iuran atau uang jasa maka hukum kartu itu tidak boleh karena mengandung unsur gharar”.
Lembaga Fatwa Kerajaan Arab Saudi juga mengharamkan kartu diskon melalui fatwa No. 19114: “Setelah dipelajari tentang kartu diskon maka diputuskan bahwa kartu diskon hukumnya tidak boleh; baik menerbitkan ataupun memilikinya, berdasarkan dalil-dalil berikut: Pertama: kartu ini mengandung unsur gharar dan spekulasi, karena membayar iuran keanggotaan ataupun uang administrasi untuk mendapatkan kartu tidak ada imbalannya. Karena terkadang berakhir masa berlaku kartu namun pemegangnya sama sekali belum menggunakannya atau ia menggunakannya namun potongan yang didapat tidak seimbang dengan uang yang dibayar kepada penerbit kartu, hal ini merupakan gharar dan spekulasi.

Allah berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” (QS. An-Nisaa: 29).
Dari penjelasan lembaga-lembaga fatwa tersebut dapat dipahami bahwa kartu diskon yang pemegangnya diharuskan membayar iuran keanggotaan atau uang administrasi, hukumnya tidak dibolehkan. Tetapi jika uang yang ditarik dari pemegang kartu hanya sebatas uang penggantian biaya pembuatan kartu yang nyata-nyata dibutuhkan untuk menerbitkan satu kartu dan pihak penerbit sama sekali tidak mengambil keuntungan dari penerbitan kartu tersebut, baik jasa perantara atau apa pun namanya, dapat disamakan dengan penerbitan kartu secara gratis, dan disepakati para ulama kontemporer hukumnya boleh.*
Resume:
1. Ditinjau dari penerbitnya, kartu diskon ada 2:
Kartu diskon yang diterbitkan oleh jasa iklan.Kartu diskon yang diterbitkan perusahaan atau toko ritel.
2. Terkait kewajiban konsumen sebagai pemegang kartu, kartu diskon dibagi 2:
Kartu diskon diberikan secara gratis dan konsumen sama sekali tidak berkewajiban membayar iuran atau konsumen hanya diwajibkan membayar senilai biaya intrinsik kartu yang diterbitkan.Konsumen diwajibkan membayar iuran tertentu, baik bentuknya iuran rutin atau biaya pendaftaran yang melebihi nilai intriksik kartu yang diterbitkan.
3. Ulama kontemporer sepakat bolehnya menerbitkan dan menerima kartu diskon yang diberikan secara gratis
4. Ulama berselisih pendapat tentang kartu diskon yang dipersyaratkan adanya iuran atau biaya pendaftaran dari konsumen. Pendapat yang kuat dalam hal ini adalah terlarang.
5. Alasan haramnya kartu diskon yang menyertakan kewajiban iuran konsumen ada 2:
Adanya unsur ketidak jelasan (gharar). Dimana konsumen tidak mengetahui berapa diskon yang akan dia dapatkan.Ada unsur untung-untungan, karena konsumen bisa jadi untung dengan mendapat diskon melebihi biaya iurang yang dia bayarkan, atau sebaliknya.
Artikel ini pernah diterbitkan di Majalah Pengusaha Muslim Indonesia
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Read more http://pengusahamuslim.com/5311-ada-judi-dalam-kartu-diskon.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Apa itu achondroplasia

​Bismillaah……….

📁  PENGERTIAN ACHONDROPLASIA…
Achondroplasia merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan dwarfisme atau tubuh kerdil dan termasuk kelompok gangguan pertumbuhan tulang. 

Penderita achondroplasia mempunyai lengan dan tungkai yang pendek. Selain achondroplasia, penyebab dwarfisme lainnya antara lain gangguan hormon pertumbuhan dan sindrom turner. 
Ketika baru lahir, bayi achondroplasia bisa dikenali dari gejala fisik, berupa perawakan tubuh, kaki, lengan, dan jari-jari yang tampak pendek. Kepala mereka juga terlihat lebih besar dibandingkan badan, serta dahi terlihat menonjol tidak normal. Setelah memasuki usia kanak-kanak dan dewasa, fisik penderita achondroplasia akan tampak makin jelas. Selain bertubuh kerdil, tulang punggung dan kaki penderita tampak melengkung. 

Mereka juga kesulitan untuk menekuk siku sepenuhnya.
Bukan saja masalah fisik, beberapa gangguan kesehatan juga sangat berisiko dialami penderita achondroplasia. 

Ketika bayi, kemampuan berjalan dan beberapa ketrampilan motorik mereka cenderung lebih lambat. 

Ini disebabkan oleh penurunan tonus otot. 
Selain itu, bayi achondroplasia juga berisiko terkena stenosis spinal (tertekannya sumsum tulang belakang yang berisi syaraf akibat penyempitan kanal tulang belakang), hidrosefalus, serta gangguan pernapasan apnea. 

Ketika bertambah dewasa, kondisi stenosis spinal yang diderita bisa bertambah parah. 

Selain itu, anak-anak dan orang dewasa penderita achondroplasia dapat mengalami infeksi telinga berkala dan kondisi obesitas.
Penyebab Achondroplasia
Di dalam tubuh manusia terdapat gen yang disebut FGFR3. 

Gen ini berfungsi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang. Mutasi pada gen ini menyebabkan terganggunya perubahan tulang rawan menjadi tulang. 

Pertumbuhan tulang yang terganggu menjadikan penderita kondisi ini menjadi kerdil.
(Alodokter)
Oleh : Herbal Sunnah