Tauhid dan istighfar di akhir ramadhan

๐Ÿ“š ๐Ÿ“ก  *Akhir Bulan Ramadhan: Antara Tauhid dan Istighfar*

โœ Fauzan Saktyawan / 2 days ago

_*Agungnya Perkara Tauhid dan Istighfar*_
Tauhid dan istighfar adalah dua perkara yang sangat agung dan penting. Tauhid adalah hak Allah Taโ€™ala atas hamba-hambaNya dan merupakan tujuan penciptaan mereka. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู

โ€œDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Kuโ€ (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).
_*Tauhid, Syarat Penentu Sahnya Amal Ibadah*_
Tauhid adalah syarat sah suatu amal. Tanpa tauhid, amal kita seluruhnya tidak akan bernilai. Tauhid adalah asas pokok agama Islam dan asas pokok sahnya seluruh amal ibadah seseorang, sehingga amal tersebut diterima di sisi Allah Taโ€™ala. Oleh karena itu, menjadi kewajiban yang pertama kali atas setiap muslim untuk memperhatikan tauhidnya dan membetulkan aqidahnya. Tauhid adalah makna dari kalimat โ€œlaa ilaaha illallahโ€, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Taโ€™ala. Ibadah seluruhnya adalah hak Allah Taโ€™ala, tidak boleh kita berikan sedikit pun kepada selain Allah.
Untuk mewujudkan tauhid inilah, para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู†ููˆุญููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู†ู

โ€œDan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah Akuโ€ (QS. Al-Anbiyaโ€™ [21]: 25).
Allah Taโ€™ala juga berfirman,

ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹

โ€œSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu punโ€(QS. An-Nisaโ€™ [4]: 36).
_*Tauhid, Hak Allah Atas Hamba dan Ampunan Adalah Hak Hamba Atas Allah*_
Tauhid adalah hak Allah Taโ€™ala atas hamba-Nya. Sedangkan ampunan (maghfirah) adalah hak hamba atas Allah Taโ€™ala. Istighfar adalah permintaan ampunan, yang merupakan kebutuhan seorang hamba. Semua hamba Allah Taโ€™ala membutuhkan istighfar. Karena makna istighfar adalah permohonan ampunan dari kesalahan yang dilakukan seorang hamba berkaitan dengan hak Allah Taโ€™ala, baik karena meninggalkan kewajiban atau karena mengerjakan yang haram.
Seorang hamba memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk mengampuni dosanya dan bertaubat dari dosanya. Hal ini setelah dia bertekad untuk meninggalkan perbuatan dosa yang sebelumnya dia lakukan dan menunaikan kewajiban yang pernah dia tinggalkan. Dia meminta kepada Allah untuk menutupi dosanya yang telah lalu dan memperbaiki amalnya di masa mendatang. Adapun yang hanya beristighfar tanpa berusaha memperbaiki amalnya, bahkan tetap berada di atas kondisinya semula, maka istighfarnya tidak benar dan patut dipertanyakan. Karena istighfar tidaklah cukup dengan lisan saja, tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri.
Seorang hamba sangat butuh istighfar, karena istighfar merupakan salah satu syiโ€™ar para Nabi dan Rasul, dari Adam โ€˜alaihis salaam sampai Muhammadshallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Semuanya beristighfar kepada Allah Taโ€™ala dan memohon ampunan kepada-Nya. Jika para Nabi saja sangat butuh istighfar, sebagaimana yang Allah Taโ€™ala ceritakan dalam Al-Qurโ€™an, maka selain Nabi tentu lebih butuh terhadap istighfar, dalam semua kondisi dan keadaan, bahkan setelah beribadah kepada Allah Taโ€™ala. Seorang hamba yang menunaikan shalat, berpuasa, bersedekah, mereka butuh istighfar. Lalu, bagaimana lagi dengan hamba yang bermaksiat kepada-Nya?
Oleh karena itu, seorang hamba membutuhkan dua hal ini: tauhid dan istighfar.Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ู’ุจููƒูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู

โ€œMaka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan) (yang berhak disembah) selain Allah Taโ€™ala dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuanโ€ (QS. Muhammad [47]: 19).
Dalam ayat di atas, Allah Taโ€™ala memerintahkan kita untuk bertauhid dan beristighfar.
_*Teladan Nabi Yunus Dalam Mentauhidkan Allah*_
Ketika Nabi Yunus โ€˜alaihis salaam berada dalam kegelapan (dalam perut ikan), beliau menyeru dengan tauhid dan istighfar, sebagaimana diceritakan oleh Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽุฐูŽุง ุงู„ู†ู‘ููˆู†ู ุฅูุฐู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ู…ูุบูŽุงุถูุจู‹ุง ููŽุธูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽู†ู’ ู†ูŽู‚ู’ุฏูุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู†ูŽุงุฏูŽู‰ ูููŠ ุงู„ุธู‘ูู„ูู…ูŽุงุชู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€œDan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka dia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, โ€œBahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.Maha Suci Engkau, sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang dzalimโ€œ (QS. Al-Anbiyaโ€™ [21]: 87).
Lihatlah, bagaimana Nabi Yunus menyeru dengan tauhid, disertai pengakuan terhadap dosa dan kesalahannya. Inilah adat kebiasaan orang-orang yang beriman, yaitu senantiasa dan terus-menerus beristighfar, lebih-lebih ketika berada di penghujung amal shalih, ketika di akhir majelis ilmu, atau ketika di pertemuan yang sifatnya umum. Karena bisa jadi dalam majelis tersbut terdapat ghibah, namimah (adu domba), dan senda gurau yang melampaui batas.
_*Perbaiki Tauhid dan Perbanyak Istighfar Di Penghujung Ramadhan*_
Demikianlah, kita memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk menutup bulan Ramadhan ini dengan dibebaskan dari api neraka, diterima amal-amal kita, dan senantiasa diberikan kebaikan dan keselamatan. Dan semoga Allah Taโ€™ala menyempurnakan pahala amal kita, memberikan kita hidayah untuk terus istiqamah dalam beribadah di sisa umur kita, bukan hanya di bulan Ramadhan ini saja.
Diselesaikan baโ€™da isya, Rotterdam NL 6 Ramadhan 1438/2 Juni 2017
Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id
Sumber : https://muslim.or.id/30453-akhir-bulan-ramadhan-antara-tauhid-dan-istighfar.html

Referensi:
Disarikan dari kitab Majaalisu Syahri Ramadhan Al-Mubaarak, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al-Fauzan, hal. 121-123 (cet. Daar Al-โ€˜Ashimah, tahun 1422)

                  โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–

Tips mudik lebaran (2)

๐Ÿš— ๐ŸšŒ ๐Ÿ โœˆ  *Serial Mudik (2), Tips Ketika Safar*

_*Tips Persiapan Mudik Lebaran*_
Sebelumnya telah kita kaji bersama mengenai beberapa hal yang mesti dipersiapkan sebelum melakukan safar. Saat ini kita akan melanjutkan bagaimanakah tuntunan yang bisa diamalkan ketika di perjalanan atau ketika safar. Semoga perjalanan mudik kita semakin berkah dengan mengamalkan tips berikut ini.
 

_*Membaca Doโ€™a Ketika Naik Kendaraan*_
Ketika menaikkan kaki di atas kendaraan hendaklah seorang musafir membaca, โ€œBismillah, bismillah, bismillahโ€. Ketika sudah berada di atas kendaraan, hendaknya mengucapkan, โ€œAlhamdulillahโ€. Lalu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ

โ€œSubhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqriniin. Wa inna ilaa robbina lamun-qolibuunโ€ (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami)[1].
Kemudian mengucapkan, โ€œAlhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillahโ€. Lalu mengucapkan, โ€œAllahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.โ€ Setelah itu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ู‚ูŽุฏู’ ุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณูู‰ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู‰ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

โ€œSubhaanaka inni qod zholamtu nafsii, faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa antaโ€ (Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau).[2]
 

_*Membaca Doโ€™a dan Dzikir Safar*_
Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, โ€œAllahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.โ€ Setelah itu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ููู‰ ุณูŽููŽุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ู…ูŽุง ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู‡ูŽูˆู‘ูู†ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุณูŽููŽุฑูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุทู’ูˆู ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุจูุนู’ุฏูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุญูุจู ููู‰ ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู„ููŠููŽุฉู ููู‰ ุงู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุนู’ุซูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽูƒูŽุขุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุธูŽุฑู ูˆูŽุณููˆุกู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูŽุจู ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู

โ€œSubhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[3]. Allahumma innaa nasโ€™aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal โ€˜amali ma tardho. Allahumma hawwin โ€˜alainaa safaronaa hadza, wathwi โ€˜anna buโ€™dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni aโ€™udzubika min waโ€™tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.โ€ (Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)[4]
Dalam perjalanan, hendaknya seorang musafir membaca dzikir โ€œsubhanallahโ€ ketika melewati jalan menurun dan โ€œAllahu akbarโ€ ketika melewati jalan mendaki. Dalam sebuah riwayat disebutkan,

ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆ ุฃุตุญุงุจู‡ ุฅุฐุง ุนู„ูˆุง ุงู„ุซู†ุงูŠุง ูƒุจุฑูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ู‡ุจุทูˆุง ุณุจุญูˆุง

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa jika melewati jalan mendaki, mereka bertakbir (mengucapkan โ€œAllahu Akbarโ€). Sedangkan apabila melewati jalan menurun, mereka bertasbih (mengucapkan โ€œSubhanallahโ€).โ€[5]
 

_*Hendaklah Memperbanyak Doโ€™a Ketika Safar*_
Hendaklah seorang musafir memperbanyak doโ€™a ketika dalam perjalanan karena doโ€™a seorang musafir adalah salah satu doโ€™a yang mustajab (terkabulkan).
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุซูŽู„ุงูŽุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู„ุงูŽ ุดูŽูƒู‘ูŽ ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู

โ€œTiga doโ€™a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu doโ€™a seorang musafir, doโ€™a orang yang terzholimi, dan doโ€™a orang tua kepada anaknya.โ€[6]
 

_*Membaca Doโ€™a Ketika Mampir di Suatu Tempat*_
Hendaklah seorang musafir ketika mampir di suatu tempat membaca, โ€œAโ€™udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk).โ€
Tujuannya agar terhindar dari berbagai macam bahaya dan gangguan. Dari Khowlah binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ุงู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽุงู…ู‘ูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ. ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ูู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุญูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ

โ€œBarangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, โ€Aโ€™udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk)โ€, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.โ€[7]

 
_*Ketika Kendaraan Tiba-tiba Mogok atau Rusak*_
Jika kendaraan mogok, janganlah menjelek-jelekkan syaithan karena syaithan akan semakin besar kepala. Namun ucapkanlah basmalah (bacaan โ€œbismillahโ€).
Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, โ€œAku pernah diboncengi Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Kemudian aku pun mengatakan, โ€œCelakalah syaithanโ€. Namun Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyanggah ucapanku tadi,

ู„ุงูŽ ุชูŽู‚ูู„ู’ ุชูŽุนูุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุนูŽุงุธูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ุจูู‚ููˆู‘ูŽุชูู‰ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู‚ูู„ู’ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุตูŽุงุบูŽุฑูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ุฐู‘ูุจูŽุงุจู

โ€œJanganlah engkau ucapkan โ€˜celakalah syaithanโ€™, karena jika engkau mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, โ€˜Itu semua terjadi karena kekuatankuโ€™. Akan tetapi, yang tepat ucapkanlah โ€œBismillahโ€. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.โ€[8]

Musafir Ketika Bertemu Waktu Sahur (Menjelang Shubuh)
Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika bersafar dan bertemu dengan waktu sahur, beliau mengucapkan,

ุณูŽู…ู‘ูŽุนูŽ ุณูŽุงู…ูุนูŒ ุจูุญูŽู…ู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุจูŽู„ุงูŽุฆูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุญูุจู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุนูŽุงุฆูุฐู‹ุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

โ€œSammaโ€™a saamiโ€™un bi hamdillahi wa husni balaa-ihi โ€˜alainaa. Robbanaa shohibnaa wa afdhil โ€˜alainaa โ€˜aa-idzan billahi minan naar (Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah atas nikmat dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Rabb kami, peliharalah kami dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api neraka).โ€[9]

Direvisi ulang 4 Ramadhan 1431 H, 14 Agustus 2010 di Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://www.rumaysho.com

 ******
[1] QS. Az Zukhruf: 13-14
[2] HR. At Tirmidzi no. 3446, dari โ€˜Ali bin Abi Thalib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] QS. Az Zukhruf: 13-14
[4] HR. Muslim no. 1342, dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar.
[5] Lihat Al Kalim Ath Thoyyib no. 175. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.
[6] HR. Ahmad 2/434. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya.
[7] HR. Muslim no. 2708
[8] HR. Abu Daud no. 4982 dan Ahmad 5/95. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih
[9] HR. Muslim no. 2718

Sumber : https://rumaysho.com/503-tips-ketika-dalam-perjalanan-mudik-seri-2-mudik-lebaran.html

                 โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–

Tips mudik lebaran (1)

๐Ÿš— ๐ŸšŒ ๐Ÿ โœˆ  *Serial Mudik (1), Tips Persiapan Safar*

_*Tips Persiapan Mudik Lebaran*_
Berikut tips yang bisa dilakukan sebelum mudik safar.
Sudah jadi hal yang begitu maโ€™ruf di negeri ini, di penghujung bulan Ramadhan, menjelang lebaran atau Idul Fithri, kaum muslimin begitu sibuk untuk mempersiapkan mudik lebaran. Bahkan sejak jauh-jauh hari mereka sudah memesan tiket dan memilih kendaraan yang lebih nyaman nan selamat. Namun amat jarang yang memikirkan bagaimanakah ajaran Islam mengajarkan persiapan untuk melakukan perjalanan jauh. Jika seseorang memperhatikan ajaran tersebut dalam melakukan persiapan perjalanan jauh lantas ia mengamalkannya, maka sungguh mudik yang ia jalani akan begitu berkah. Keberkahan ini diperoleh karena ketaatannya dan semangatnya dalam mengikuti ajaran Allah dan Rasul-Nya.
_*Di antara persiapan sebelum mudik:*_
*Pertama,* melakukan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon petunjuk kepada Allah mengenai waktu safar, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan. Dari Jabir bin โ€˜Abdillah, beliau berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽู‡ู ุงู„ุงูุณู’ุชูุฎูŽุงุฑูŽุฉูŽ ููู‰ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ู ุงู„ุณู‘ููˆุฑูŽุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qurโ€™an.โ€ [1]
*Kedua,* jika sudah bulat melakukan perjalanan, maka perbanyaklah taubat yaitu meminta ampunan pada Allah dari segala macam maksiat, mintalah maaf kepada orang lain atas tindak kezholiman yang pernah dilakukan, dan minta dihalalkan jika ada muamalah yang salah dengan sahabat atau lainnya.
*Ketiga,* menyelesaikan berbagai persengketaan, seperti menunaikan utang pada orang lain yang belum terlunasi sesuai kemampuan, menunjuk  siapa yang bisa menjadi wakil tatkala ada utang yang belum bisa dilunasi, mengembalikan barang-barang titipan, mencatat wasiat, dan memberikan nafkah yang wajib bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.
*Keempat,* meminta restu dan ridho orang tua atau keluarga, tempat berbakti dan berbuat baik.[2]
*Kelima,* melakukan safar atau perjalanan bersama tiga orang atau lebih. Sebagaimana hadits,

ุงู„ุฑู‘ูŽุงูƒูุจู ุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŒ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงูƒูุจูŽุงู†ู ุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽุงู†ู ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฑูŽูƒู’ุจูŒ

โ€œSatu pengendara (musafir) adalah syaithan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaithan, dan tiga pengendara (musafir) itu baru disebut rombongan musafir.โ€[3]
Yang dimaksud dengan syaithan di sini adalah jika kurang dari tiga orang, musafir tersebut sukanya membelot dan tidak taat.[4] Namun larangan di sini bukanlah haram (tetapi makruh) karena larangannya berlaku pada masalah adab.[5]
*Keenam,* mengangkat pemimpin dalam rombongan safar yang mempunyai akhlaq yang baik, akrab, dan punya sifat tidak egois. Juga mencari teman-teman yang baik dalam perjalanan. Adapun perintah untuk mengangkat pemimpin ketika safar adalah,

ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ููู‰ ุณูŽููŽุฑู ููŽู„ู’ูŠูุคูŽู…ู‘ูุฑููˆุง ุฃูŽุญูŽุฏูŽู‡ูู…ู’

โ€œJika ada tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah di antaranya sebagai ketua rombongan.โ€[6]
*Ketujuh,* hendaklah melakukan safar pada waktu terbaik.
Dianjurkan untuk melakukan safar pada hari Kamis sebagaimana kebiasaan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dari Kaโ€™ab bin Malik, beliau berkata,

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูŽ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠุณู ููู‰ ุบูŽุฒู’ูˆูŽุฉู ุชูŽุจููˆูƒูŽ ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠุณู

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis.โ€[7]
Dianjurkan pula untuk mulai bepergian pada pagi hari karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Sebagaimana doโ€™a Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pada waktu pagi,

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ููู‰ ุจููƒููˆุฑูู‡ูŽุง

โ€œYa Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.โ€[8]
Ibnu Baththol mengatakan, โ€œAdapun Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendoโ€™akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu lainnya karena waktu pagi adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas. Oleh karena itu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengkhususkan doโ€™a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.โ€[9]
Juga waktu terbaik untuk melakukan safar adalah di waktu duljah. Sebagian ulama mengatakan bahwa duljah bermakna awal malam. Ada pula yang mengatakan seluruh malam karena melihat kelanjutan hadits. Jadi dapat kita maknakan bahwa perjalanan di waktu duljah adalah perjalanan di malam hari[10]. Perjalanan di waktu malam itu sangatlah baik karena ketika itu jarak bumi seolah-olah didekatkan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุฏู‘ูู„ู’ุฌูŽุฉู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุชูุทู’ูˆูŽู‰ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู

โ€œHendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.โ€[11]
*Kedelapan,* melakukan shalat dua rakaโ€™at ketika hendak pergi[12]. Sebagaimana terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ููƒูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูŽุงู†ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ููƒูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูŽุงู†ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฏู’ุฎูŽู„ู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกู

โ€œJika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua rakaโ€™at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua rakaโ€™at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.โ€[13]
*Kesembilan,* berpamitan kepada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.
Doโ€™a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kepada orang yang hendak bersafar adalah,

ุฃูŽุณู’ุชูŽูˆู’ุฏูุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฏููŠู†ูŽูƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุชูŽูƒูŽ ูˆูŽุฎูŽูˆูŽุงุชููŠู…ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููƒูŽ

โ€œAstawdiโ€™ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima โ€˜amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)โ€[14].
Kemudian hendaklah musafir atau yang bepergian mengatakan kepada orang yang ditinggalkan,

ุฃูŽุณู’ุชูŽูˆู’ุฏูุนููƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู„ุงูŽ ุชูŽุถููŠุนู ูˆูŽุฏูŽุงุฆูุนูู‡ู

โ€œAstawdiโ€™ukallaha alladzi laa tadhiโ€™u wa daa-iโ€™ahu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).โ€[15]
*Kesepuluh,* ketika keluar rumah dianjurkan membaca doโ€™a:
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œBismillahi tawakkaltu โ€˜alallah laa hawla wa laa quwwata illa billahโ€ (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya)[16].
Atau bisa pula dengan doโ€™a:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐ ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุถูู„ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุถูŽู„ู‘ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฒูู„ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุฒูŽู„ู‘ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุธู’ู„ูู…ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุธู’ู„ูŽู…ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฌู’ู‡ูŽู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ ูŠูุฌู’ู‡ูŽู„ูŽ ุนู„ูŠู‘ูŽ

โ€œAllahumma inni aโ€™udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala โ€˜alayyaโ€ [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzholimi diriku atau dizholimi orang lain, dari kebodohan diriku atau dijahilin orang lain][17].
 

Direvisi ulang 4 Ramadhan 1431 H, 14 Agustus 2010 di Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://www.rumaysho.com

 ******
[1] HR. Bukhari no. 7390.
[2] Adab pertama sampai keempat dijelaskan dalam Al Ghuror As Saafir fiima Yahtaaju ilaihil Musaafir, hal. 15-16, Al Imam Az Zarkasiy, Asy Syamilah.
[3] HR. Abu Daud no. 2607, At Tirmidzi no. 1674 dan Ahmad 2/186. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62.
[4] Lihat Fathul Bari,  Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Maโ€™rifah, 1379, 6/53 dan penjelasan Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62.
[5] Lihat perkataan Ath Thobari yang dibawakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari,  6/53.
[6] HR. Abu Daud no. 2609. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
[7] HR. Bukhari no. 2950.
[8] HR. Abu Daud no. 2606 dan At Tirmidzi no. 1212. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya (baca: shahih lighoirihi). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1693.
[9] Syarhul Bukhari Libni Baththol, Asy Syamilah, 9/163.
[10] Lihat โ€˜Aunul Maโ€™bud, Muhammad Syamsul Haq Abu Ath Thoyib, Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyyah, Beirut, cetakan kedua, 1415 H, 7/171.
[11] HR. Abu Daud no. 2571, Al Hakim dalam Al Mustadrok 1/163, dan Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 5/256. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 681.
[12] Lihat pembahasan di Jaami Shohih Al Adzkar, Abul Hasan Muhammad bin Hasan Asy Syaikh, Darul โ€˜Awashim, cetakan kedua, Januari 2006, hal. 153.
[13] HR. Al Bazzar, hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 1323
[14] HR. Abu Daud no. 2600, Tirmidzi no. 3443 dan Ibnu Majah no. 2826. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 14 dan 15.
[15] HR. Ibnu Majah no. 2825. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[16] HR. Abu Daud no. 5095 dan Tirmidzi no. 3426, dari Anas bin Malik. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1605.
[17] HR. Abu Daud no. 5094 dan Ibnu Majah no. 3884, dari Ummu Salamah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 2442.

Sumber : https://rumaysho.com/495-tips-persiapan-mudik-lebaran.html

                      โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–

Ramadhan yang akan kurindukan

๐Ÿ’Ž *MUTIARA HIKMAH* ๐Ÿ’Ž

Judul : 

๐Ÿ“– *Ramadhan Yang Akan Kurindukan….* ๐Ÿ“–
_Saudaraku rahimakallaahโ€ฆ_
Bulan Ramadhan akan segera beranjak pergi, musim-musim hujan rahmat dan ampunan tak lama lagi kan berganti, menyisakan perih dan harapan yang belum pasti, selain prasangka baik kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, semoga dosa-dosa terampuni.
Sungguh kasihan diri kita yang berlumur dosa, tapi tak jua menyesalinya, tak juga bertekad meninggalkannya, kecuali sementara di bulan berkah, hamba seperti inikah yang kan meraih ampunan dosa?! Ingatlah peringatan ulama yang mulia,
ูุจุฆุณ ุงู„ู‚ูˆู… ุงู„ุฐูŠู† ู„ุง ูŠุนุฑููˆู† ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ููŠ ุฑู…ุถุงู†
*โ€œSungguh jelek suatu kaum yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.โ€* [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/140]
Apabila teringat diri yang malas beribadah, tapi mengharap lebih di bulan berkah, *ingatlah doa Malaikat Jibril* yang mustajabah, dan diaminkan oleh Rasul yang mulia,
ุดูŽู‚ููŠูŽ ุนูŽุจู’ุฏูŒ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽุงู†ู’ุณูŽู„ูŽุฎูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุบู’ููŽุฑู’ ู„ูŽู‡ู
*โ€œCelakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan, tetapi sampai Ramadhan berakhir, ia belum juga diampuni.โ€* [HR. Al-Bukhari dalam _Al-Adabul Mufrod_ dari Jabir radhiyallahuโ€™anhu, Shahih Al-Adabil Mufrod: 501]
Terutama di bagian akhir yang tersisa, *sepuluh malam yang paling indah, ada malam yang penuh berkah,* raihlah dengan sholat malam berjamaโ€™ah,
ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู
*โ€œBarangsiapa sholat malam ketika lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.โ€* [Muttafaqun โ€˜alaih dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu]
Sang panutan pun memberikan teladan, padahal dosa-dosa beliau yang telah lalu maupun yang akan datang; telah dianugerahi ampunan, dari Allah yang Maha Penyayang,
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุงู„ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูˆูŽูู‘ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡
*โ€œBahwasannya Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam melakukan iโ€™tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih melakukan iโ€™tikaf sepeninggal beliau.โ€* [Muttafaqun โ€˜alaih dari Aisyah radhiyallahuโ€™anha]
Inilah petunjuk Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam di sepuluh hari yang tersisa, *beliau beriโ€™tikaf agar lebih fokus dan lebih giat dalam beribadah kepada Allah taโ€™ala, memutuskan diri dengan aktifitas dunia, dan mengurangi interaksi dengan manusia,*
โ€œMakna *iโ€™tikaf* dan hakikatnya adalah *memutuskan semua interaksi dengan makhluk demi menyambung hubungan dengan khidmah (beribadah secara totalitas) kepada Al-Khaliq.โ€* [Lathooiful Maโ€™aarif: 191]
Sungguh jauh berbeda dengan orang-orang yang sudah melupakan masjid-masjid untuk beralih ke pasar-pasar, mal-mal dan jalan-jalan, demi baju baru lebaran, mereka lupa kain kafan, demi berbagai macam makanan di hari raya, mereka lupa tuk membebaskan diri dari api neraka.
_Saudaraku rahimakallaahโ€ฆ_
Masih ada harapan di akhir Ramadhan, untuk menyesali segala kekurangan, berbenah diri menggapai ampunan, jadikan yang terbaik sebagai penutupan,
*โ€œWahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan telah bertekad untuk pergi, dan tidak tersisa waktunya kecuali sedikit, maka siapa yang telah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia sempurnakan, dan siapa yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menutupnya dengan yang lebih baik.โ€* [Lathooiful Maโ€™aarif: 216]
Hingga tak tersisa lagi selain air mata penyesalan dan renungan perpisahan, bersama doa dan harapan, semoga berjumpa lagi di masa yang akan datang,
โ€œBagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes tatkala berpisah dengan Ramadhan, Sedang ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya untuk berjumpa lagi.โ€ [Lathaaiful Maโ€™aarif: 217]

——

Ditulis oleh: al fadhil al Ust. Sofyan Chalid Ruray,  ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Sumber: http://www.bbg-alilmu.com

——

Reposting dan turut memetik faidah: 

Akhukum, Abu hanan m. Hanafi, Tangerang, 24 Ramadhan 1438 h.
_semoga Allaah limpahkan pahala kebaikan buat penulis, dan yg turut membagikan dan yang menyimaknya_

๐Ÿ“‹๐Ÿ–‹

Tahukah wanita dilarang memakai sepatu jinjit

๐Ÿ‘  ๐Ÿ‘ก ๐Ÿ‘ข *Wanita Dilarang Memakai Sepatu Jinjit?*

Benarkah memakai sepatu jinjit dilarang? Krn banyak wanita karier di sekitar kami memakainya

Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du,
Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah bercerita,

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ูู‰ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‚ูŽุตููŠุฑูŽุฉู‹ ููŽุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐูŽุชู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ู†ูŽุนู’ู„ูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดูŽุจู ููŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุชูŽู…ู’ุดููŠ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุทูŽูˆููŠู„ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุชูŽุทูŽุงูˆูŽู„ู ุจูู‡ูู…ูŽุง

Ada seorang wanita Bani Israel yang bertubuh pendek memakai sandal dari kayu. Kemudian berjalan diantara dua wanita yang tinggi agar terlihat tinggi dengan sandal itu. (HR. Ibnu Hibban 5592 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dalam riwayat lain, dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu โ€˜anhuma, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅู† ุฃูˆู„ ู…ุง ู‡ู„ูƒ ุจู†ูˆ ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ ุฃู† ุงู…ุฑุฃุฉ ุงู„ูู‚ูŠุฑ ูƒุงู†ุช ุชูƒู„ูู‡ ู…ู† ุงู„ุซูŠุงุจ ุฃูˆ ุงู„ุตูŠุบ  ู…ุง ุชูƒู„ู ุงู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุบู†ูŠ . ูุฐูƒุฑ ุงู…ุฑุฃุฉ ู…ู† ุจู†ูŠ ุงุณุฑุงุฆูŠู„ ูƒุงู†ุช ู‚ุตูŠุฑุฉ ุŒ ูˆุงุชุฎุฐุช ุฑุฌู„ูŠู† ู…ู† ุฎุดุจ ุŒ ูˆุฎุงุชู…ุงู‹ ู„ู‡ ุบู„ู‚ ูˆุทุจู‚ ุŒ ูˆุญุดุชู‡ ู…ุณูƒุงู‹ ุŒ ูˆุฎุฑุฌุช ุจูŠู† ุงู…ุฑุฃุชูŠู† ุทูˆูŠู„ุชูŠู† ุฃูˆ ุฌุณูŠู…ุชูŠู† ุŒ ูุจุนุซูˆุง ุฅู†ุณุงู†ุงู‹ ูŠุชุจุนู‡ู… ุŒ ูุนุฑู ุงู„ุทูˆูŠู„ุชูŠู† ุŒ ูˆู„ู… ูŠุนุฑู ุตุงุญุจุฉ ุงู„ุฑุฌู„ูŠู† ู…ู† ุฎุดุจ

Sesungguhnya sumber kebinasaan pertama yang dialami Bani Israil adalah adanya seorang wanita miskin yang memaksakan diri untuk membeli baju dna parfum gaya wanita kayaโ€ฆ lalu beliau menyebutkan ada wanita bani Israil yang pendek, lalu dia memakai sandal tinggi dari kayu, dan cincin yang bermata besar, dan dia menaburi dirinya dengan wewangian. Lalu dia berjalan diantara 2 wanita yang tinggi badannya, sehingga banyak lelaki membuntuti mereka. orang mengenal dua wanita yang tinggi, tapi tidak kenal wanita yang memakai jinjit. (HR. Ibnu Khuzaimah)
Hadis di atas menunjukkan celaan bagi wanita yang memakami alas kaki jinjit. Karena Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menceritakan hal di atas dalam konteks celaan. Sehingga ketika wanita muslimah melakukannnya, hakekatnya dia meniru wanita Bani Israil.

Disamping itu, ada pertimbangan lain, yang menunjukkan sisi larangan sepatu jinjit,
Pertama, ini bagian dari tabarruj
Allah melarang wanita melakukan tabarruj,

ูˆูŽู‚ูŽุฑู’ู†ูŽ ูููŠ ุจููŠููˆุชููƒูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุจูŽุฑู‘ูŽุฌู’ู†ูŽ ุชูŽุจูŽุฑู‘ูุฌูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰

hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dengan tabarruj seperti orang-orang Jahiliyah.. (QS. al-Ahzab: 33).
Dan makna tabarruj menurut syarโ€™i meliputi memperlihatkan apa yang tidak boleh diperlihatkan, berbusana yang menyingkap aurat, berikhtilath (campur baur) dengan lelaki, bersentuhan dengan mereka, jabat tangan, berdesak-desakan, dan sebagainya, termasuk berlaku genit dalam berjalan dan berbicara di hadapan mereka.
Dan kita bisa memahami, salah satunya memakai sandal atau sepatu jinjit. Karena wanita memakai ini, agar kelihatan semakin seksi, semakin menarik dipandang lelaki.
Kedua, ini penipuan (tazwir)
Menampakkan kenyataan tidak sesuai kondisi aslinya. Allah mencela orang yang merasa bangga dengan pujian, yang tidak dia miliki,

ู„ูŽุง ุชูŽุญู’ุณูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ุฃูŽุชูŽูˆู’ุง ูˆูŽูŠูุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ู…ูŽุฏููˆุง ุจูู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ููˆุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽุญู’ุณูŽุจูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุจูู…ูŽููŽุงุฒูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ

Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka perbuat dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yangbelum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (QS. Ali Imran: 188).
Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga melarang hal ini. Beliau bersabda,

ุงู„ู…ุชุดุจูู‘ุนู ุจูู…ุง ู„ูŽู… ูŠูุนู’ุทูŽ ูƒู„ุงุจุณ ุซูˆุจูŽูŠ ุฒูˆุฑ

โ€œOrang yang (berpura-pura) berpenampilan dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya bagaikan orang yang memakai dua pakaian palsu (kedustaan).โ€ (HR. Muslim 2129)
Ketiga, Semakin mengeraskan suara kaki
Allah melarang para wanita membunyikan gelang di kaki,

ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุถู’ุฑูุจู’ู†ูŽ ุจูุฃูŽุฑู’ุฌูู„ูู‡ูู†ู‘ูŽ ู„ููŠูุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูŽุง ูŠูุฎู’ูููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฒููŠู†ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ

Janganlah mereka (kaum wanita) menghentakkan kakinya (saat berjalan), hingga diketahui bahwa mereka menggunakan perhiasan yang tersembunyiโ€ฆโ€ (QS. an-Nur: 31).
Memakai sepatu atau sandal jinjit seperti ini, akan menimbulkan suara yang menarik perhatian lawan jenis. Lebih-lebih jika haknya runcing maka suaranya semakin keras. Padahal tindakan ini bisa lebih cepat mengundang perhatian lelaki dan membangkitkan syahwat mereka.
Keempat, membahayakan kesehatan
Jika anda masih belum puas dengan alasan syarโ€™i di atas, semoga alasan membahayakan kesehatan membuat anda sanggup meninggalkannya. Hanya saja, meninggalkan larangan syariat karena alasan kesehatan, bisa jadi tidak ada nilai pahalanya.

Tekanan secara terus-menerus pada telapak kaki bagian depan akibat penggunaan sepatu hak tinggi, terutama yang berujung lancip atau yang ukurannya terlalu kecil dapat mengakibatkan kelainan bentuk kaki seperti,
Hammer toes: kondisi saat tiga jari kaki paling tengah menjadi bengkok.Bunion:  benjolan tulang pada sendi di pangkal jempol kaki.
Disamping itu, Tendon Achilles pada kaki memendek ketika Anda mengenakan sepatu hak tinggi. Sehingga pemakaian hak tinggi terus-menerus dan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit Achilles tendinitis. Kondisi ini terjadi karena peradangan pada tendon Achilles atau jaringan ikat yang menghubungkan otot betis di kaki bawah bagian belakang ke tulang tumit. Selain otot betis yang terasa menegang saat meregangkan kaki, penyakit ini ditandai dengan nyeri dan bengkak pada tumit ketika Anda berjalan.
Dan masih banyak lagi bahaya lainnya, anda bisa googlingโ€ฆ
Allahu aโ€™lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Sumber : https://konsultasisyariah.com/29209-haram-wanita-memakai-sepatu-jinjit.html

                     โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–

Siaga virus riya (2)

๐Ÿ“š ๐Ÿ“ก  *Siaga Virus Riyaโ€™ (Bag. 2)*

Saudariku, yang semoga senantiasa berada dalam penjagaan Allahโ€ฆ
Telah nampak bagi kita betapa bahayanya virus riyaโ€™ ini apabila ia membonceng pada amalan-amalan shalih seorang hamba. Berikut ini adalah beberapa rincian dari bahaya riyaโ€™:

_*1. Termasuk Syirik*_
Sesungguhnya riyaโ€™ hukum asalnya termasuk ke dalam syirik kecil yang kemudian dapat menjadi syirik besar jika menjangkiti seluruh amalan. Ingatlah, betapa khawatirnya Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam jika perkara  ini menimpa para sahabatnya, padahal mereka telah memiliki keteguhan iman dan puncak tauhid, bahkan Allah โ€˜Azza wa Jalla telah ridho kepada mereka dan mereka pun telah ridho kepada Allah (lihat surah at-Taubah ayat 100).

_*2. Dosa Tak Diampuni*_
Sebagian ulama menjelaskan bahwa syirik kecil -termasuk riyaโ€™ yang sedikit- adalah dosa yang tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertaubat sebelum meninggal, mereka berdalil dengan firman Allah dalam surat an-Nisaaโ€™ ayat 48, yang artinya,  โ€œSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa di bawah (syirik)bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.โ€
Bagaimana nasib pelaku syirik kecil jika ia termasuk kedalam dosa yang tak diampuni? Terdapat penjelasan tentang hal ini, yaitu
a) Dosa  syirik kecil ini akan masuk ke dalam timbangan keburukan hamba yang bersangkutan,
b) Dan jika pelakunya harus diadzab terlebih dahulu di dalam neraka, maka ia tidak kekal di dalamnya.

_*3. Amalan Shalih Hangus*_
Riyaโ€™ dapat menghanguskan amalan shalih yang tercampurinya (jika riyaโ€™ tersebut dihukumi syirik asghar) dan dapat menghapus seluruh amalan tanpa tersisa sedikitpun (jika riyโ€™ tersebut dihukumi syirik akbar).
Dalam Hadits Qudsi, Allah Taโ€™ala berfirman, yang artinya,
โ€œAku tidak membutuhkan sekutu sama sekali. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang dicampuri dengan perbuatan syirik kepada-Ku, maka Aku tinggalkan ia bersama kesyirikannya (Aku tidak beri ia pahala atas amal syiriknya ).โ€ (HR Muslim, no. 2985 dan Ibnu Majah, no. 4202 dari sahabat Abu Hurairah).
_*4. Lebih Dahsyat dari Fitnah Dajjal*_
Suatu ketika Rasulullah shallallaah โ€˜alaihi wa sallam menghampiri para shahabat beliau yang saat itu sedang membincangkan fitnah Dajjal yang begitu mengerikan. Kemudian  Rasulullah shallallaahu โ€˜alahi wa sallam bersabda,
โ€œMaukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang bagiku lebih aku takutkan atas kalian daripada fitnah Masih ad-Dajjal?โ€ Para Shahabat berkata, โ€œKami mau,โ€ maka Rasulullah (shallallaahu โ€˜alahi wa sallam) bersabda, yaitu: syirkul khafi (syirik tersembunyi); seseorang shalat, lalu ia menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnyaโ€. [HR Ibnu Majah, no. 4204, dari Abu Saโ€™id al Khudri, hadits ini hasan-Shahih Ibnu Majah, no. 3389]
_*Apakah sebab riya` lebih dikhawatirkan daripada fitnah Dajjal?*_

^

~Pertama, fitnah dari riya` ini sifatnya samar dan tersembunyi. Kebanyakan fitnah ini menimpa orang yang beriman dan beramal shalih, sebab mereka memiliki modal untuk berlaku riya`, yakni dengan amalan shalih yang ia lakukan itu. Adapun fitnah Dajjal ini jelas bagi orang mukmin, yakni dengan tanda yang terdapat di keningnya.
~Kedua, fitnah Dajjal ada waktunya, yakni di akhir zaman. Adapun riya` dapat menjangkiti seluruh manusia tanpa mengenal waktu dan tempat. Ibnul Qayyim memisalkan riya` laksana lautan yang tak bertepi. Ia bisa menyerang siapapun, tak terkecuali para alim ulama.
Saudariku, hendaknya kita tancapkan dalam relung hati kita akan firman Allah ini,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู ุงู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽู†ููŠู‘ู ุงู„ู’ุญูŽู…ููŠุฏู

โ€œHai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah, Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu apapun) lagi Maha Terpuji.โ€ (QS. Fathir: 15).
Ayat di atas menegaskan, hakikatnya Allah tidaklah membutuhkan amalan kita, secuilpun tak butuh. Akan tetapi kita sebagai hamba-Nya lah yang justru sangat butuh kepada Allah, agar Dia mengampuni kesalahan kita yang bertubi-tubi dan tumpukan dosa yang telah kita perbuat. Sehingga sudah selayaknya bagi kita untuk mempersembahkan segala bentuk ibadah yang kita lakukan kepada Allah semata, ya, hanya kepada Allah semata!
Kita diingatkan dengan apa yang dilakukan Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam, padahal beliau adalah sosok yang telah Allah jamin surga untuknya, yang telah Allah bersihkan kotoran dalam dadanya, berdoa:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒ ู„ูู…ูŽุง ู„ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

โ€œYa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap dosa yang tidak aku ketahui.โ€
Semoga doa ini adalah doa yang tidak terluput dari lisan kita, agar Allah menjaga kita dari berbuat syirik dalam segala bentuknya, termasuk dari virus riya`.Wallaahu Taโ€™aala โ€˜alam.
 
*****
Referensi:
1. Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal-ats-Tsalits-Al-โ€˜Aliy. Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan. (Terjemah). Jakarta: Ummul Quraโ€™.
2. Catatan kajian Kitaabut Tauhid bersama Ustadz Ikrimah hafidzahullaah.
3.Https://almanhaj.or.id/2730-bahaya-riya.html
4.http://muslim.or.id/2693-jangan-remehkan-kesyirikan.html
5.https://rumaysho.com/1701-sangat-butuh-pada-ูAllah.html
***** 
Penulis: Mentari Anggun
Murojaโ€™ah: Ustadz Saโ€™id Abu Ukasyah

 

Artikel muslimah.or.id
Sumber : https://muslimah.or.id/9576-siaga-virus-riya-bag-2.html

                      โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–

Siaga virus riya (1)

๐Ÿ“š ๐Ÿ“ก  *Siaga Virus Riyaโ€™ (Bag. 1)*

Bismillaahirrahmaanirrahiimโ€ฆ
Alhamdulillaah, wash-sholaatu was salaamu โ€˜alaa Rasuulillaah wa โ€˜alaa aalihi wa ashhaabihi wa man waalah. Amma baโ€™du,
Saudariku, yang kucintai karena Allahโ€ฆ
Bersyukurlah, hingga detik ini hidayah Islam masih tetap meliputimu.Walhamdulillaahโ€ฆ semoga Allah menetapkan nikmat ini hingga ajal datang menghampiri. Karena, apalah artinya jika rizki dari langit dan bumi tercurah, sementara kita tertahan dari nikmat Islam dan nikmat tauhid.
Namun, hendaknya kita tidak terlena dan merasa telah aman. Sebab ujian itu laksana tamu. Datang, berlalu, datang kembali, begitu seterusnya. Seperti ujian yang satu ini,  yang seringkali kita luput darinya. Perkara yang samar, yang Rasuulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam peringatkan para sahabat dalam sabda beliau,
โ€œSesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil.โ€
Para sahabat pun bertanya,โ€Wahai Rasuulullaah, apakah syirik kecil itu?โ€
Beliau menjawab, โ€œriyaโ€™.โ€
(HR. Ahmad, Shahih).

Para sahabat  saja,  yang merupakan generasi utama umat ini dikhawatirkan terjangkiti riyaโ€™, bagaimana dengan kita???
Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengenal lebih jauh tentang riyaโ€™ dan berupaya untuk menjaga diri darinya.
 

_*Apa itu Riyaโ€™?*_
โ€œMenampakkan ketaatan agar dilihat manusia dan menuai pujian darinyaโ€, inilah definisi dari riyaโ€™. Cukuplah seseorang dikatakan telah berlaku riyaโ€™ jika memenuhi kedua syarat berikut: 1) yang ditampakkan adalah amalan ibadah, dan 2) bertujuan agar dilihat dan dipuji manusia.
Jadi, tidaklah dikatakan riyaโ€™ yang syirik, apabila yang ditampakkan adalah selain amal ibadah  meskipun tujuannya agar dilihat dan dipuji manusia. Pun, tidaklah seseorang dikatakan riyaโ€™ jika ia menampakkan ibadah bukan bertujuan meraih pujian manusia, tetapi  untuk memberikan contoh yang baik kepada orang lain dalam amal ibadah, sedangkan ia termasuk orang yang ditokohkan di masyarakatnya.
Di samping riyaโ€™, mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan sumโ€™ah. Apa itusumโ€™ah? Ringkasnya, sumโ€™ah ialah melakukan suatu amalan ibadah agar manusiamendengar dan memujinya. Jadi, riyaโ€™ terkait dengan amalan-amalan yang dapat dilihat manusia, seperti sholat, sedekah, dan yang semisalnya. Adapun sumโ€™ah, erat kaitannya dengan amalan-amalan qauliyah (amalan lisan -ed), yang dapat didengar manusia, seperti membaca Al-Qur`an dan melafadzkan dzikir untuk didengar dan dipuji manusia.
 

Pembagian Riyaโ€™ Berdasarkan Hukumnya
Riyaโ€™ jika ditinjau dari hukumnya dibagi menjadi dua, yaitu syirkun akbar dan syirkun asghar.
_*~Syirkun Akbar (syirik besar)*_
Riyaโ€™ dapat dihukumi syirik besar apabila seseorang meniatkan seluruhamalannya semata-mata untuk dilihat dan dipuji manusia tanpa sedikitpun terbesit niat untuk meraih keridhoan Allah โ€˜Azza wa Jalla, ia hanya ingin tinggal aman di lingkungan kaum muslimin, terjaga darah dan hartanya, maka ini riyaโ€™ kaum munafikin. Riyaโ€™ seperti ini tidak muncul dari diri seorang mukmin. [Lihat :Iโ€™aanatul Mustafid, Syaikh Sholeh Al-Fauzan].
Tidak tanggung-tanggung, seluruh amal ibadah yang terkontaminasi riyaโ€™ bisa menyeret pelakunya pada syirik besar. Dosa besar nomor wahid yang pelakunya tidak akan diampuni oleh Allah sampai  ia bertaubat. Sebagaimana dalam surah An-Nisaaโ€™ ayat 48, yang artinya, โ€œSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (akbar) dan Dia mengampuni dosa di bawah tingkatan (syirik akbar) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.โ€
 Benar, bukanlah perkara yang ringan dan mudah untuk menghadirkan keikhlasan dan menjauhkan diri dari riya` dalam setiap amal yang kita lakukan. Bahkan seseorang yang mengklaim dirinya telah ikhlas dalam beramal, sehingga ia ujub dengan amalnya, maka hakikatnya dia belum ikhlas. Maka saudariku, tetaplah engkau waspada!
_*~Syirkun Asghar (Syirik Kecil)*_
Riyaโ€™ dihukumi syirik kecil apabila menjangkiti sebagian amal-amal ibadah yang dilakukan seorang mukmin. Lihatlah, orang-orang mukmin amat rentan akan syirik jenis ini. Jadi, tak ada celah untuk kita terlena dan merasa telah aman dari kesyirikan!
(Bersambung, in syaa Allah)

*****
Penulis: Mentari Anggun
Murojaโ€™ah: Ustadz Saโ€™id Abu Ukasyah
Artikel Muslimah.or.id
Sumber : https://muslimah.or.id/9489-siaga-virus-riya-bag-1.html

                       โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–