Pernahkah terpikir bahwa orang sakit sebaiknya bersyukur dan bergembira 

Orang Yang Sakit Selayaknya Bergembira

1. Sakit manghapuskan dosa-dosa kita

Tanda cinta Allah

Meningkatkan derajat

Bisa jadi menghadap Allah tanpa dosa sama sekali

2. Meskipun sakit, pahala tetap mengalir

3. Sesudah kesulitan pasti datang kemudahan

4. Berbagai keutamaan bersabar yang banyak

Sakit adalah ujian, cobaan dan takdir Allah

Hendaknya orang yang sakit memahami bahwa sakit adalah ujian dan cobaan dari Allah dan perlu benar-benar kita tanamkan dalam keyakinan kita yang sedalam-dalamya bahwa ujian dan cobaan berupa hukuman adalah tanda kasih sayang Allah.
Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.”[1]

Dan beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan  baginya di dunia”[2]

Mari renungkan hadits ini, apakah kita tidak ingin Allah menghendaki kebaikan kapada kita? Allah segerakan hukuman kita di dunia dan Allah tidak menghukum kita lagi di akhirat yang tentunya hukuman di akhirat lebih dahsyat dan berlipat-lipat ganda.

Dan perlu kita sadari bahwa hukuman yang Allah turunkan merupakan akibat dosa kita sendiri, salah satu bentuk hukuman tersebut adalah Allah menurunkannya berupa penyakit.

Baca Selengkapnya ا:

 

🌐 https://muslimafiyah.com/orang-yang-sakit-selayaknya-bergembira.html
✍🏼 Penyusun: Raehanul Bahraen

➖➖🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃➖➖

Kalianlah yang mendzalimi wanita

Ditulis oleh Budi Ashari Lc.

Kita coba sekarang masuk ke ilmu fikih lebih dalam. Fikih tentang: apakah wanita boleh menjadi hakim. Saya nukilkan beberapa penjelasan ulama besar di bidang fikih.
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 13/146-147:
“Mereka (para ulama) sepakat dengan syarat laki-laki untuk menjadi hakim, kecuali Hanafiyah dan mereka hanya mengecualikan masalah hudud (hukuman-hukuman fisik). Adapun Ibnu Jarir memutlakkan hal ini. Hujjah Jumhur Ulama adalah hadits shahih: Tidaklah bahagia suatu kaum yang mengangkat pemimpin mereka seorang wanita.”
Al Mawardi dalam Al Ahkam As Sulthoniyyah h. 110: Baca lebih lanjut

Tidak puasa ramadhan

image

Hukuman Dunia dan Akhirat bagi yang Sengaja Tidak Puasa Ramadhan

Hukuman di akhirat: sesuai dengan hadist berikut

Dari Abu Umamah Al-Bahiliy Radhiallohu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ketika aku sedang tidur, dua orang laki-laki medatangiku dan memegang kedua lenganku, membawaku ke sebuah gunung yang tidak rata, kemudian keduanya berkata, “naiklah”, aku katakana. “aku tidak mampu”, keduanya berkata, kami akan memudahkanmu”. Kemudian aku naik sehingga ketika sampai dipuncak gunung tiba-tiba terdengar suara yang keras. Aku bertanya, “suara apa ini?”, mereka berkata, “ini adalah teriakan penduduk neraka”. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku mendapati orang-orang digantung dengan kaki diatas, rahang-rahang mereka robek dan mengalir darah darinya. Aku bertanya, “siapa mereka?”, keduanya menjawab, “mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka.”

Baca lebih lanjut