Benarkah kadar gulaku ngedrop

Sedang apa..tanya temanku di wag

Pulang renang, koq jalanku tadi sempoyongan ya..jawabku sekaligus bertanya

Gulamu turun tuuh..cepat minum segelas teh manis…respon temanku yang lain

Tapi aku tidak merasa lemas maupun pusing siiih…infoku kemudian

Kalau terlalu ngedrop bisa pingsan loo…imbuh temanku menjelaskan

Itu sepenggal chatt pagi di wag teman karibku. Tidak pernah terlintas dalam benakku bahwa jalan sempoyongan sehabis berenang karena kadar gulaku turun sangat cepat. Baca lebih lanjut

Gula tak selalu manis

REPOSTED 5 Jan.2017

Tidak semua gula rasanya manis. Saya yakin akan banyak orang tidak sepakat dengan hal itu. Mungkin termasuk anda.
Karena ini, sebaiknya baca artikel ini sampai selesai. Tujuannya agar anda paham bahwa memang banyak gula yang rasanya tidak manis. Percayalah!

_Tapi kita abaikan dulu soal rasa. Sebab memang organ pencernaan anda tidak mengenal rasa. Bahkan juga tidak mengenal nama makanan dan warnanya._
Yang dikenali oleh tubuh hanya nutrisinya saja. Yaitu kandungan gizi dalam makanan.

Dan nutrisi yang paling dikenal adalah *makronutrisi, yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak.*

Ketiganya besifat insulinogenic. Agak rumit, ya. Maka ijinkan saya sebut saja *Glucose Convertion.*
Artinya, setelah karbohidrat, lemak dan protein masuk dalam tubuh anda, maka mereka akan terkonversi menjadi *glukosa alias gula di dalam darah.*

*_Rumusnya begini…_*
*_100 gram karbohidrat akan menjadi 100 gram gula darah. Jadi konversinya 100%._*
*_100 gram protein akan menjadi 56 gram gula darah. Jadi konversinya 56%._*
*_100 gram lemak akan menjadi 10 gram gula darah. Jadi konversinya 10%._*

Jadi, saat anda mengkonsumsi karbohidrat, berapapun jumlahnya, maka semuanya akan berubah menjadi gula darah.

Dan tahukah anda apa saja yang tergolong karbohidrat?
Yes.
*_Semua jenis tepung dan pati beserta turunannya. Semua jenis beras dan umbi. Dan satu lagi, yaitu semua jenis gula._*
*_Jadi gula merah, gula pasir, gula aren, gula batu, madu, semuanya adalah karbohidrat._*

Jadi saat anda konsumsi gula merah, maka tubuh anda tidak bisa membedakannya dengan gula pasir atau gula batu.
Yang diketahui oleh tubuh adalah anda sedang memasukkan karbohidrat.
Begitu juga saat anda makan beras merah. Tubuh tidak tahu. Mau beras merah, putih, hitam, hijau atau pink sekalipun tubuh anda mengenalinya sebagai karbohidrat.

_Sampai sini paham kan pernyataan saya bahwa tidak semua gula rasanya manis. Sebab saat anda makan mie instan, rasanya enggak ada manis-manisnya sama sekali. Tapi karena kandungannya adalah karbohidrat, maka mie instan akan berubah jadi gula darah._

*_PENASARAN_*

Dengan dalil di atas, maka saya penasaran kira-kira berapa banyak gula dalam karbohidrat yang biasanya sehari-hari saya makan waktu saya gendut dulu.

Karena itulah akhirnya saya nekat ke sebuah minimarket untuk memotret dan mencatat kandungan karbohidrat pada makanan yang dulu sering saya konsumsi.
Saya hanya ambil beberapa saja ya. Soalnya enggak enak dilihatin petugasnya.

Sebelum saya catat hasilnya dalam postingan ini, maka saya perlu kasih tahu dulu perbandingan gram dalam sendok makan. Jadi anda akan mudah menakarnya.
*1 sendok makan = 10 gram*

*1 sendok teh = 3.3 gram*

#Disclaimer :

_Sengaja mereknya saya sensor. Karena postingan ini tidak diniatkan untuk menjatuhkan merek atau niat jahat lainnya._
Tujuan saya hanya satu. Mengetahui kandungan gula atas makanan yang dulu sering saya konsumsi.

*Sepakat, ya?*
Baiklah, inilah hasilnya…

*FA****
Saya senang minum fa***. Karena dibanding coca *** atau ***ite yang rasanya aneh, fa*** lebih nyaman di mulut saya.
Berapa kandungan karbohidratnya?
Karbohidrat = 32 gram = 3,2 sendok makan.

Artinya, jika saya mengkonsumsi Fa***, maka artinya saya mengkonsumsi gula sebanyak *3,2 sendok makan.*
Artinya, fa*** yang saya minum akan menambah gula darah saya sebanyak *3,2 sendok makan.*

**GREANTEA

Selain fa***, saya senang sekali ** greantea. Rasanya seger, apalagi kalau pas habis kepanasan hehehe.

Berapa kandungan karbohidratnya?
*Karbohidrat = 24 gram = 2,4 sendok makan.*

Artinya, saat saya minum ** Greantea, maka kadar gula darah saya akan naik *24 gram atau 2,4 sendok makan.*

****MIE

Jujur mie instan adalah makanan favorit saya. Hampir tak pernah saya lewatkan satu pekan tanpa makan mie instan.
Bahkan saya ingat, waktu mahasiswa baru dulu, saya pernah full 16 hari hanya makan mie instan. Varah hehehe!

Berapa kandungan karbohidrat dalam mie instan?
*Karbohidrat = 81 gram = 8,1 sendok makan.*

_Waw banyak sekali._

_Padahal mie instan ini enggak ada rasa manisnya sama sekali._

Tapi saat saya mengkonsumsi satu bungkus saja, maka gula darah saya akan meningkat *81 gram atau 8,1 sendok makan.*
Anda bisa cek varian lain atau merek lain. Tapi setahu saya angka karbohidratnya rata-rata di atas 50 gram.
++

***GEN + **ELA

Kalau enggak sempat sarapan, saya sekali makan ***gen.
Simpel bikinnya. Tinggal kasih air panas, aduk-aduk beres deh.

*Berapa kadar karbohidratnya?*
*Karbohidrat = 24 gram = 2,4 sendok makan.*

Kalau **ela kabohidratnya adalah 34 gram atau 3,4 sendok maka

Jadi, kalau dalam satu hari saya makan makanan tersebut masing-masing satu kemasan, maka total karbohidrat yang saya makan adalah.
*32 + 24 + 81 + 24 + 34 = 195 gram*

*Artinya saya mengkonsumsi 195 gram karbohidrat.*
_*“`Artinya, gula darah saya akan meningkat 19,5 sendok makan!“`*_
Silahkan ambil gula pasir, dan hitung sebanyak apa jumlahnya kalau ditakar 19,5 sendok makan.

Celakanya, itu baru camilan loh. Belum menghitung makan nasi 3x beserta teh manisnya.
Yang rata-rata sekali makan adalah 25 sendok nasi dan 2 sendok gula pasir. Alias 270 gram karbohidrat.
Kalau dikali 3x makan, maka gula darah saya akan *meningkat 810 gram alias 81 sendok makan.*

Kalau dijumlah gula dari makanan pokok + camilannya, maka gula darah saya akan naik 100,5 sendok.

*_Bisa bayangkan anda makan 100 sendok gula dalam satu hari?_*
Dan celakanya, itu tidak saya dan anda sadari.

*_RESIKONYA_*

Untuk kasus saya, konsumsi karbohidrat sekitar 100 sendok makan setiap hari, maka gula darah saya setiap hari akan *naik 1000 gram alias satu kilogram.*

*Lantas, apa bahayanya?*

_Begini. Darah dalam tubuh manusia jumlahnya kurang lebih hanya 5 liter saja._
Dan dalam 5 liter darah, toleransi kadar gulanya hanya sekitar *1 – 1,5 sendok teh.*
*Minimal 1 sendok teh. Dan maksimal adalah 1,5 sendok teh.*
Kalau lebih setengah sendok teh saja, artinya saya sudah diabetes.

Nah padahal setiap hari, dengan pola makan seperti itu, maka tambahan gula darah saya adalah 100 sendok makan.
Jadi kurang lebih 300 sendok teh.

Nah kalau toleransi gula darah hanya 1,5 sendok teh, maka kelebihan gula darah saya asalah 298,5 sendok teh setiap hari!
Saya ulangi.
*Kelebihan gula darah saya adalah 298,5 sendok teh.*

Dengan kondisi gula darah yang sebegitu tinggi, maka pankreas saya harus memproduksi insulin.
Insulin inilah yang akan menekan gula darah saya agar stabil di angka 4-6 gram atau setara 1 – 1,5 sendok teh.

*Tapi sifat insulin adalah Lypogenesis. Alias membentuk lemak badan.*
_Jadi kelebihan gula dalam darah saya 100 gram akan ditaruh di liver dan 200-400 gram di taruh di otot sebagai #Glycogen atau cadangan gula._
Sementara sisanya akan diubah menjadi cadangan lemak badan. *Cadangan lemak inilah yang ditaruh di perut, bokong, pinggang, paha dan bagian semok lainnya.*

*_Jadilah saya gendut._*
Dan kalau sudah enggak ada tempat lagi, maka organ tubuh saya seperti hati, jantung dan pankreas juga akan ditutupi lemak.
Bahaya banget.

Darah juga lama-lama berlemak. Mulailah terjadi plak. Menyumbat aliran darah.
*_Tinggal nunggu waktu saja terkena jantung koroner, diabetes, stoke, impotensi, ejakulasi dini, dan seabrek penyakit lainnya._*

Karena pankreas hampir enggak pernah stop produksi insulin, maka lama-lama pankreas enggak bisa produksi insulin. *Atau biasa disebut Insulin Resisten.*
Anda harus suntik insulin yang harganya enggak murah. Dan diabetes kering kayaknya paling berpeluang menghampiri anda.

Jujur dulu saya enggak mikirin begituan. Lebih tepatnya enggak paham.
Tapi beda dengan sekarang.

Sekarang setiap membeli sesuatu saya pasti lihat kadar karbohidrat dan gulanya.
Karena saya kapok jadi orang gendut yang hidupnya bergelimang gula.
_Gula-gula yang bersembunyi di balik sesuatu yang tak selalu manis rasanya._

*_Nah itulah perhitungan makanan saya._*

_Bagaimana kalau kapan-kapan gantian anda meluangkan waktu untuk menghitung berapa sendok gula yang anda makan?_

*_Bantu #share jika menurut anda pengalaman pribadi saya ini bermanfaat._*

*Salam sehat…*
*_Ndika Mahrendra_*

*_Diet Director di dietmentoring.com_*

📚📚📚

Bagaimanakah tebu dalam hadist

Channel BIKUM:

ILMU P E N G O B A T A N

P  O  H  O  N   T  E  B  U

Sering kita saksikan di sekitar kita pada akhir-akhir ini, dari saudara kita yang mengais rizki dengan berjualan *sari tebu*. Dengan memampangkan promosi manfaatnya yang enak lagi menggiurkan,  sebagai penurun gula darah, penyakit kuning (hepatitis), Obat batuk, Obati infeksi, dll.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••• Baca lebih lanjut

Tahukah cara meningkatkan kadar gula darah

20 Cara Meningkatkan Kadar Gula dalam Darah

Kondisi tubuh yang mengalami gula darah rendah atau dalam bahasa medis disebut dengan hipoglikemia merupakan kondisi dimana kuantitas gula darah dalam tubuh kurang dari kuantitas normal. Kadar kuantitas gula darah normal antara satu orang dengan orang lain dapat berbeda-beda. Baca lebih lanjut

Tahukah sisa nasi kemarin itu menyehatkan

*_Sisa Nasi Kemarin Ternyata Menyehatkan Lho_*

*_DokterSehat.Com – Nasi di magic jar masih tersisa. Apakah sebaiknya kita buang saja? Jangan! Nasi tersebut ternyata masih bisa konsumsi untuk sarapan di pagi hari? Jangan berpikir bahwa nasi kemarin maka sudah dipastikan nasi tersebut sudah basi dan tidak layak dikonsumsi. Nasi sisa dari masakan kemarin ternyata sangat baik bagi pencernaan kita._*

*_Perubahan Kimia yang Menyehatkan_*

Nasi yang disimpan semalaman dan dikonsumsi keesokan harinya ternyata mengalami berbagai perubahan kimia yang bisa memberikan kesehatan bagi tubuh.

Disamping itu, nasi sisa masakan kemarin ternyata memiliki kandungan kalori yang jauh lebih rendah, yakni 60 persen lebih sedikit jika dibandingkan dengan nasi yang baru saja dimasak. Hal ini berarti nasi ini tentu akan sangat baik bagi diet.

Sebagaimana kita ketahui, nasi yang baru saja dimasak ternyata akan langsung diubah menjadi glukosa dalam tubuh.

Glukosa ini akan sangat berguna bagi sumber energi untuk kita melakukan aktifitas. Namun, jika kita ternyata tidak terlalu banyak bergerak, maka glukosa yang tak terpakai akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

Nasi yang disimpan semalaman tidak memiliki kandungan glukosa ini sehingga kita tentu tidak perlu khawatir mendapatkan masalah lemak dalam tubuh.

*_Tidak Hanya Nasi, Bahan Makanan Ini Juga_*

Disamping nasi, jika kita menyimpan kentang yang sudah dimasak dan kita konsumsi di lain waktu juga bisa memberikan kebaikan bagi tubuh karena memiliki zat pati yang jauh lebih besar.

Dengan zat pati yang tinggi, maka kita akan mudah merasa kenyang sehingga kita tidak akan memakan makanan secara berlebihan.

Hal ini berarti kita bisa mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Selain itu, zat ini juga bisa mencegah tubuh terkena kanker kolon.

Selain kentang dan nasi, jika kita memanaskan kembali pasta yang dimasak beberapa waktu yang lalu ternyata juga bisa membuat pasta ini tidak memiliki kandungan gula darah terlalu tinggi. Hal ini berarti, pasta ini tentu akan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Pasta sendiri juga akan memberikan kadar glukosa yang sangat rendah sehingga tidak akan memicu naiknya akdar gula darah secara signifikan.

📒📕📘

Tahukah bahwa nasi kemarin itu menyehatkan

DokterSehat.Com – Nasi di magic jar masih tersisa. Apakah sebaiknya kita buang saja? Jangan! Nasi tersebut ternyata masih bisa konsumsi untuk sarapan di pagi hari? Jangan berpikir bahwa nasi kemarin maka sudah dipastikan nasi tersebut sudah basi dan tidak layak dikonsumsi. Nasi sisa dari masakan kemarin ternyata sangat baik bagi pencernaan kita.

Baca lebih lanjut

Apa itu sindrom metabolik

agusSepuluh tahun belakangan para pria paruh baya mulai serius berdiet semakin meningkat.

Fenomena ini menurut dr hiromi shunya dalam bukunya the miracle of enzime dilatarbelakangi dengan akrabnya istilah sindrom metabolik dan kehidupan sehari-hari dan rasa khawatir masyarakat terhadap sindrom metabolik tersebut. Baca lebih lanjut