Kenapa bersedekah di bulan Ramadhan

*๐ŸŒน๐Ÿƒ KENAPA SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN ?๐Ÿ’ฐ*

๐Ÿ“– ๐Ÿ“–________โœ’

_*โ–ชa. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia , dan semakin mulia waktunya, maka amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan semakin besar pahalanya.*_

_*โ–ชb. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam telah memberikan contoh agar kita paling dermawan di bulan ini.*_

_๐Ÿ’ฌ Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- mengatakan :_

_*”Dahulu Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan ketika Bulan Ramadhan… Sungguh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika itu lebih dermawan dengan hartanya melebihi angin yang berhembus lepas”.*_
_[ HR. Bukhari: 6, dan Muslim: 2308 ]._

_*โ–ชc. Karena puasa mengajarkan kita untuk peduli kepada saudara kita sesama muslim, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam :*_

_*”Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka baginya pahala orang yang puasa tersebut , tanpa mengurangi pahala dia sedikit pun”.*_
_[ HR. Attirmidzi: 807, disahihkah Al-Albani ]._

_*Dan suntiklah semangat sedekah di bulan ini dengan mengingat bahwa nanti di hari kiamat, setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN sedekahnya.*_
_[ HR. Ahmad: 17333, sahih ]._

_*Siapa yang banyak bersedekah, maka naungan yang dia miliki pun semakin besar.*_

_Ingatlah, bahwa pada hari itu *matahari dijadikan sangat dekat dengan manusia.*_

_*Banyak manusia yang tenggelam dengan keringatnya sendiri, sesuai banyaknya dosa yang ia perbuat….*_

_*Sehingga keberadaan naungan sedekah ini sangat penting sekali bagi kita.*_

_Kita juga hendaknya ingat, bahwa *diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan istimewa dari Allah* adalah :_

_*”Orang yang melakukan sedekah, lalu dia menyembunyikannya, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya”.*_
_[ HR. Bukhari: 1423, dan Muslim: 1031 ]._

_*๐Ÿ–Š Ustadz Musyaffaโ€™ Ad Dariny Lc, MA*_
_Dewan Pembina Risalah Islam.or.id_

_Oleh: Mutiara Risalah Islam._

๐Ÿƒโ–ช>>>>>>๐ŸŒบ๐Ÿ’ฐ๐ŸŒบ<<<<<<โ–ช๐Ÿƒ

Tahukah amal akan menjadi pembantumu

๐Ÿƒโ–ชโ–ชโ–ช๐Ÿกโฑ๐Ÿกโ–ชโ–ชโ–ช๐Ÿƒ

_๐Ÿก Graha Pencerah Jiwa._

*_โš– AMALMU AKAN MENJADI PEMBANTUMU. ๐Ÿ’ฐ_*

_*Saudaraku,….*_

_*Amalmu akan menjadi pembantumu.*_

_*Pembantu yang akan memudahkan semua urusanmu di dunia dan di akherat.*_

_*Amal yang baik, akan menjadi pelayan yang baik.*_

_*Amal yang banyak, akan menjadi pelayan yang banyak.*_

_*Pelayan yang selalu siap membantu dan melayanimu.*_

_*Amal yang buruk, akan menjadi pelayan yang buruk.*_

_*Amal yang sedikit, akan menjadi pelayan yang sedikit.*_

_*Pelayan yang selalu merepotkan dan menyusahkanmu.*_

_*Bila kau punya masalah, yang menyusahkan hatimu.*_

_*Kerjakan amal kebajikan, amal sholeh, minimal sedekah.*_

_*Alloh akan turunkan solusi masalahmu, dan masalah akan selesai.*_

_*Bila kau punya keinginan besar, atau mimpi besar.*_

_*Kerjakan amal kebajikan, amal sholeh, minimal sedekah.*_

_*Alloh akan datangkan pembantu untuk mewujudkan mimpimu.*_

_*๐ŸŒนRENUNGAN :*_

_*Musa as pernah menolong putri Syuaib as, membukakan tutup sumur untuk memberi minum kambing-kambingnya.*_

_*Alloh langsung membalasnya.*_

_*Alloh nikahkan dia dengan putri Syuโ€™aib.*_

_*Alloh angkat jadi nabi, yang kelak Musa as bisa hancurkan kerajaan Firaโ€™un.*_

_*Semua kebaikan yang Musa as dapat, itu karena amalnya.*_

_*๐Ÿ’กPENCERAHAN UNTUK PARA PENCARI TUHAN :*_

_*ALLOH MEMANGGILMU : “WAHAI HAMBAKU, DATANGLAH PADAKU, DENGAN TIDAK
MEMBAWA HAJAT SELAIN RIDHOKU, AKAN SAMPAI PADAKU.”*_

_*Ibadah tak harap surga, bukan pula takut neraka.*_

_*Ibadah karena Alloh, mengharap ridho dan cinta.*_

_*”Ilahy anta maksudy, wa ridhoka madluby.”*_

_*”Atini hababbataka, wa makrifataka.”*_

๐Ÿƒโ–ชโ–ชโ–ช๐ŸŒน๐Ÿ’ฐ๐ŸŒนโ–ชโ–ชโ–ช๐Ÿƒ

Just forwarding from wag

Tahukah bahwa Allah menyuruh kita hanya berharap padaNya

Sungguh menyentak kesadaran bc ini..sayang kalau dilewatkan diposting ke blog

Kalian sudah kalah. Itu yang dikatakan Fir’aun ketika Nabi Musa as sampai di tepi laut merah. Tak ada jalan lagi.

Kalian sudah kalah. Itu yang dikatakan raja Namrudz ketika Nabi Ibrahim as dibakar di dalam lapangan api yang luas.

Kalian sudah kalah. Itu yang dikatakan pasukan Ahzab ketika mereka mengepung Nabi Muhammad saw di dalam kota madinah.

Menyerahlah, itu yang dikatakan oleh pasukan Mongol kepada Saifudin Quthuz ketika mereka akan masuk ke Mesir, setelah meluluhlantakkan ibukota muslim di Irak.

Menyerahlah, itu yang dikatakan oleh pasukan NICA ketika mereka mengepung Kota Surabaya dengan pasukan dan peralatan perang yang sangat besar.

Tapi sejarah mencatat siapa yang tenggelam, siapa yang mati mengenaskan, siapa yang hancur setelahnya.

Kita mungkin akan kalah. Tapi kita juga bisa menang. Tapi kita tidak akan menyerah. Karena kita bersama di jalan yang ditempuh ulama. Mereka pewaris nabi. Mereka mewarisi keberkahannya. Dan mereka juga mewarisi pahit getirnya perjuangan para nabi.

Orang bilang jangan terlalu berharap. Tapi Allah menyuruh kita berharap pada-Nya. Maka tetaplah pada posisi masing-masing. Sampai Allah menetapkan janji-Nya.

By : Ustadz Satria Hadilubis

Quote from the Holy Qur’an: Al-Hashr (59:10)

Quote from the Holy Qur’an: Al-Hashr (59:10)

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงุกููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุง ุบูู„ู‘ู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฑูŽุกููˆููŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

Waallatheena jaoo min baAAdihim yaqooloona rabbana ighfir lana waliikhwanina allatheena sabaqoona bialeemani wala tajAAal fee quloobina ghillan lillatheena amanoo rabbana innaka raoofun raheemun

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”

http://get.muslimpro.com