Tahukah siapa Haman

Kapan hari baca di FB..eee..pagi ini dapat artikelnya di wag sobath jannah. Sayang kalau dilewatkan, maka kusimpan saja di blog ini. Semoga bisa dimanfaatkan para pembaca. Aamiin.

*HAMAN; MENTERI SEGALA URUSAN FIR’AUN*

_Ust. Dr. Miftah el-Banjary, MA_

*_https://suaranasional.id/berita/detail/haman-menteri-segala-urusan-di-zaman-firaun_*

Melihat ilustrasi gambar ini, barangkali banyak yang tidak mengenali siapa dia sesungguhnya, sebagaimana kita juga tidak pernah tahu bahwa sosok ini ternyata juga berperan penting sebagai “tangan kanan” Fir’aun, kalau saja tidak diinformasikan Al-Qur’an.

Hal ini mengindikasikan bahwa ada peran tokoh antagonis di balik kisah kezhaliman Fir’aun yg peran sentralnya tak kalah dahsyatnya dibandingkan Fir’aun itu sendiri. Dialah Haman; pembisik sekaligus Menteri Segala Urusan di Istana Fir’aun.

Jika kata Fir’aun disebutkan sebanyak 38 kali di dalam Al-Qur’an, paling tidak nama “Haman” muncul sebanyak 5 kali pada beberapa surah di dalam Al-Qur’an, di antaranya surah Al-Qashash [28] ayat 6 dan 38, Al-Mu’min [40] ayat 36-37 dan Al-‘Ankabuut [29] ayat 38.

Seorang arkeolog Prancis Morris dalam penelitiannya di tahun 1882 dibuat tercengang sekaligus takjub dengan kebenaran informasi Al-Qur’an, ternyata nama Haman ditemukan dan disebutkan dalam tulisan Heliograf kuno sebagai seorang kepala urusan istana yg menangani semua urusan Fir’aun.

Sedangkan informasi itu tidak pernah dia dapatkan pada kitab Taurat, Zabur dan Injil. Informasi di dalam Al-Qur’an sedemikian akuratnya, hingga disebutkan begitu jelasnya nama dan peran Haman di dalam Al-Qur’an. Jelas dia akhirnya mengakui bahwa hal itu menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an.

*APA DAN BAGAIMANA PERAN HAMAN?*
Di dalam Al-Qur’an dikisahkan Haman merupakan wazir atau Perdana Menteri Fir’aun. Haman juga bertugas sebagai penasehat, kepala istana, pengatur dan pengendali infrastruktur, panglima perang, pengendali stabilitas keamanan, pengontrol ucapan para pengkritik kerajaan, serta pengatur sekaligus pengendali segala bidang dan urusan.

Bahkan Haman merupakan pembisik yg selalu meneguhkan dan menguatkan bahwa Fir’aun adalah seorang titisan Dewa Ra; dewa matahari yg patut disembah sekaligus dewa pemilik aliran sungai Nil. Haman selalu memuji tindak-tanduk perilaku Fir’aun baik dan buruknya.

*Manakala adu tanding antara Nabi Musa dan Fir’aun yg pada akhirnya membuat para penyihir istana mengakui kemenangan di pihak Musa…*

*Alih-alih mengakui kekalahannya, Fir’aun justru meminta Haman tampil ke depan publik untuk mempengaruhi rakyatnya agar masih tetap dipercayai.*

*”Hai Haman, apakah aku ini seorang pendusta?”,* tanya Fir’aun penuh keangkuhan.
Haman tampil membela dengan meyakinkan dan kecongkakan pula. *”Siapa yg berani menuduh paduka sebagai seorang pembohong?”*

*”Hai Haman, apakah Tuhan di surga?”,* tanya Fir’aun lagi.

*”Musa itu berdusta. Dia ahli membuat kebohongan!”,* jawab Haman agar membuat Fir’aun senang. *”Ya, aku tahu Musa tidak lain hanya tukang sihir yg pandai merangkai kata!”,* Fir’aun membenarkan.

*”Benar Engkau pembesar kami. Semua raja takluk padamu, duhai Fir’aun!”,* Ujar Haman meyakinkan Fir’aun.

*”Sekarang Haman! Kuperintahkan buatkan aku menara pencakar langit agar aku bisa melihat Tuhan-nya Musa!”,* ujar Fir’aun tertawa dengan penuh kesombongan disertai gelak tawa Haman dan pengikutnya.

Haman memang terkenal hebat bersilat lidah menjilat penguasa. Haman berkilah dengan argumentasi jeniusnya.

*”Wahai Fir’aun, kali ini saya keberatan membuatkan Anda menara pencakar langit itu untuk bisa melihat Tuhan-nya Musa!”,* ujar Haman seraya membungkuk.
*”Hah! Apa katamu? Kamu keberatan?”,* Fir’aun terbelalak matanya.

*”Iya paduka, saya keberatan!”,* jawab Haman penuh tipu muslihat.

*”Apa kamu sudah mau berbuat makar seperti Musa? Apa kamu sudah membangkang seperti para penyihir itu?”,* tanya Fir’aun mulai geram.

*”Tidak paduka Raja Fir’aun yg Mahatinggi! Hamba masih tetap setia!”,* jawab Haman tersenyum.

*”Lantas kenapa kamu keberatan, hah? Apa kamu tidak sanggup membangunkan infrakstruktur untuk rajamu ini?”,* Fir’aun mulai tak sabar menunggu jawaban Haman.
*”Bukan begitu Paduka Raja Fir’aun!”*
*”Lantas?”,* tanya Fir’aun.

*”Meskipun kita bangunkan menara langit, kita tidak akan temukan Tuhan Musa di sana!”,* jawab Haman.

*”Kenapa? Ada apa?”,* tanya Fir’aun mengernyitkan keningnya.

*”Sebab Tuhan Musa itu tidak ada. Hanya engkaulah Tuhan itu. Hanya dirimu pemilik Mesir dan Nil ini. Engkau Fir’aun yg Tinggi!”,* ujar Haman menyanjung Fir’aun sekaligus melecehkan Tuhan Musa.

Lantas Fir’aun berteriak di hadapan rakyatnya: *”Ana Rabbukumul ‘Ala! Akulah tuhanmu yg maha tinggi”*

Demi mendengar sanjungan sedemikian tinggi dari Haman, kian melambunglah kecongkakan Fir’aun dengan segala kepercayaan dirinya. Sujud sembahlah mereka yg terlanjur mengagumi Fir’aun dengan segala keyakinannya.

Itulah sekilas deskripsi Haman yg dideskripsikan oleh Ibnu Katsir di dalam Qishashul Anbiya. Begitulah peran sentral Haman yg monemental dengan segala kejahatan dan sifat penjilatnya. Dia tampil sebagai tokoh antagonis kedua setelah Fir’aun.

Meski dia bukan seorang Fir’aun, boleh jadi peran sentralnya melebihi seorang Fir’aun sekalipun, sebab dialah penasehat dan pembenar segala kesalahan dan kezhaliman Fir’aun.

Dan *begitulah sejarah selalu berulang pada setiap zamannya.* *Begitulah Al-Qur’an mengajari kita sejarah.*
*Tugas kita bukan membenci Fir’aun atau pun Haman, akan tetapi tugas kita hari ini meneguhkan terus berjuang bersama siapa? Bersama Musa ataukah Fir’aun, Haman atau kah ulama Fir’aun bernama Bal’am bin Ba’urah.*

*Jika tidak mampu menjadi Musa, minimal kita tak menjadi musuhnya atau menjadi pengikut Bani Israel yg terkesan netral; tidak memiliki prinsip kebenaran yg harus diperjuangkan dengan mengatakan:*

*”Pergilah engkau wahai Musa berperang berdua bersama Tuhan kamu, kami hanya ingin duduk menunggu saja di sini!”*

SUMBER

https://www.gelora.co/2019/05/haman-menteri-segala-urusan-di-zaman.html

https://www.akhwatmuslimah.net/2019/05/haman-menteri-segala-urusan-zaman-firaun.html

https://suaranasional.id/berita/detail/haman-menteri-segala-urusan-di-zaman-firaun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s