Quote from the Holy Qur’an: Al-Hujuraat (49:11)

Quote from the Holy Qur’an: Al-Hujuraat (49:11)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Ya ayyuha allatheena amanoo la yaskhar qawmun min qawmin AAasa an yakoonoo khayran minhum wala nisaon min nisain AAasa an yakunna khayran minhunna wala talmizoo anfusakum wala tanabazoo bialalqabi bisa alismu alfusooqu baAAda aleemani waman lam yatub faolaika humu alththalimoona

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

http://get.muslimpro.com

Tahukah cara Firaun melanggengkan kekuasaannya

Renungan Shubuh

*”Cara Fir’aun Melanggengkan Kekuasaannya”*

*Ada tiga hal yg dilakukan Fir’aun untuk melanggengkan kekuasaannya ketika Musa hadir sebagai oposisi utama. Cerita ini bisa kita baca di Qur’an surat Yunus ayat 79-90..*

*1. Fir’aun mengumpulkan tukang sihir. Tukang sihir berfungsi memanipulasi kesadaran publik dgn sihir-sihirnya. Tak tanggung-tanggung, ratusan tukang sihir dari mulai yg kredibel sampai yg abal-abal dihadirkan utk menipu rakyat dgn sihir-sihir kepalsuan. Musa, dgn petunjuk Allah mampu menghancurkan semua sihir yg penuh kepalsuan, dan mengembalikan kesadaran publik yg sempat tertipu.* *Setelah tukang sihir gagal apakah Fir’aun berhenti..?? Tentu tidak. Fir’aun kalap dan makin menjadi-jadi. Lalu apa yg dilakukan Fir’aun..?*

*2. Fir’aun dan para kepala kaum (mungkin selevel gubernur sampai kepala desa ya?) menteror rakyat dan menakut-nakuti dgn beragam ancaman. Bani Israil ketakutan.. Sebagian mereka dilanda keragu-raguan. Tapi Musa mengingatkan, “jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada Allah..” Musa tanamkan keyakinan utk menghapus ketakutan dan melahirkan keberanian rakyat utk tidak menyerah pada teror Fir’aun dan kepala-kepala kaum. Sampai disitu apakah Fir’aun berhenti..? Tidak..!! Fir’aun sudah bertekad Perang Total pada Musa dan pengikut-pengikutnya..*

*3. Fir’aun dan bala tentara nya memburu Musa dan Bani Israil sampai di bibir laut. Bani Israil ketakutan, mereka bukan hanya merasa powerless tapi juga nyaris kehilangan harapan akan keselamatan. Betapa tidak..? Semua aparat yg seharusnya mengayomi rakyat malah berdiri bersama Fir’aun, tidak ada tempat berlari .. tidak ada tempat sembunyi. Tapi Musa Lagi-lagi menenangkan kaumnya. “Allah bersamaku..!”, begitu Musa berkata. Lalu Allah selamatkan Musa dan kaumnya dengan melintasi laut yg terbelah..* *Sementara Fir’aun dan balatentara nya ditenggelamkan di tengah lautan..*

*Ada yg menarik ketika Fir’aun akan tenggelam. Fir’aun bilang, “aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yg dipercayai Bani Israil, dan aku termasuk orang muslim..” Tiba-tiba Fir’aun balik arah, yg tadinya memusuhi Islam tiba-tiba diujung nafasnya mengatakan percaya pada Islam.. “Mengapa baru sekarang..??”, begitu kata Qur’an..*

*Allah kemudian menyelamatkan jasad Fir’aun agar menjadi pelajaran bagi seluruh manusia.. Tapi sayangnya, kata Allah, “kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda kekuasaan kami”*

*Jadi dalam setiap kejadian, sesungguhnya Allah telah memberikan tanda-tanda, tinggal kita mau abai atau mau peduli..?? Janganlah kita jadi orang-orang yg terlambat sadar seperti Fir’aun.. Jangan sampai Allah berkata kepada kita, “mengapa baru sekarang..??” sambil menenggelamkan kita ke dalam jurang kepedihan yg tak berujung..*

*Semoga Bermanfaat

Just forwarf from wag sobath jannah

Pernahkah mendengar cerita liang kubur berbicara

Artikel yang kudapat beberapa hari lalu berkisah tentang liang kubur yang berbicara

Kisah Liang Kubur Bicara saat Sayyidah Fatimah Dimakamkan

Dikisahkan bahwa saat Sayyidah Fatimah Az-Zahra wafat, jenazah putri kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu diusung oleh empat orang-orang saleh, yaitu suaminya sendiri Sayyidina Ali, kedua putranya Hasan dan Husain, serta sahabat Abu Dzar al-Ghifari.

Ketika Jenazah Sayyidah Fatimah sudah tiba di samping liang kubur dan siap dikebumikan, Abu Dzar al-Ghifari langsung berkata kepada liang kubur yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Sayyidah Fatimah.

“Wahai kubur, apakah kamu tahu jenazah siapa yang kami bawakan kepadamu?” ucap Abu Dzar al-Ghifari.

Tanpa panjang lebar Abu Dzar al-Ghifari pun melanjutkan ucapannya.

“Ini adalah jenazah Sayyidah Fatimah, putri Rasulullah, istrinya Sayyidina Ali, dan Ibunda Hasan dan Husain,” tegas Abu Dzar.

Tidak lama kemudian orang-orang yang mengantar jenazah Sayyidah Fatimah langsung mendengar suara dari dalam kubur:

“Aku bukanlah tempat bagi keturunan orang terhormat, bukan pula tempat bagi keturunan orang kaya. Aku adalah tempat amal saleh, maka tidak akan selamat dariku kecuali orang yang banyak berbuat kebaikan, orang yang hatinya bersih dan orang yang ikhlash dalam beramal.

Kisah ini dikutip dari Durratun Nashihin fil Wa’dzi wal Irsyadi karya Syekh Utsman bin Hasan Al-Khaubawi (Semarang: Toha Putra, tt, hal. 146-147). Hikmah yang bisa dipetik adalah bahwa yang akan menyelematkan kita di alam kubur dan di akhirat kelak bukanlah karena faktor keturunan, melainkan karena amal saleh. Jangankan kita manusia biasa, Sayyidah Fatimah binti Rasulullah pun ketika akan memasuki alam kubur tetap harus melewati prosedur yang telah ditetapkan.

Cerita tersebut kian menegaskan firman Allah bahwa sesungguhnya yang paling mulia di sisi-Nya adalah mereka yang paling bertakwa (QS al-Hujrat:13). Artinya, standar kemuliaan ditentukan oleh kualitas pribadi dalam hal ketakwaan, bukan oleh nasab atau kekayaan.

Tahukah rahasia sedekah

Jangan pernah pelit bersedekah pada orang tua. Artikel yang kuterima di wag sobath jannah ini berisi tentang rahasia sedekah. Semoga bermanfaat.

Assalamu’alaikum,

*RAHASIA SEDEKAH*

Alkisah suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah SAW…

Pengemis itu berkata: “saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah.”

Rasulullah bersabda: “Wahai Aisyah berikan baju kepada pengemis itu”.

Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Nabi…

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar:
“Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? “.

Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:
“jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”.

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata:
“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini, kembalikanlah pandanganku… “.

Masyaa Allah…
dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata: “Wahai Rasulullah… pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku… “.

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasulullah jarang sekali tertawa…

Kemudian Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah: “Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita.”

Masya Allah …

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam:

” Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.

[Kitab Bughyatul Musytarsyidin].

Semoga bermanfaat… wassalam

Tahukah siapa Haman

Kapan hari baca di FB..eee..pagi ini dapat artikelnya di wag sobath jannah. Sayang kalau dilewatkan, maka kusimpan saja di blog ini. Semoga bisa dimanfaatkan para pembaca. Aamiin.

*HAMAN; MENTERI SEGALA URUSAN FIR’AUN*

_Ust. Dr. Miftah el-Banjary, MA_

*_https://suaranasional.id/berita/detail/haman-menteri-segala-urusan-di-zaman-firaun_*

Melihat ilustrasi gambar ini, barangkali banyak yang tidak mengenali siapa dia sesungguhnya, sebagaimana kita juga tidak pernah tahu bahwa sosok ini ternyata juga berperan penting sebagai “tangan kanan” Fir’aun, kalau saja tidak diinformasikan Al-Qur’an.

Hal ini mengindikasikan bahwa ada peran tokoh antagonis di balik kisah kezhaliman Fir’aun yg peran sentralnya tak kalah dahsyatnya dibandingkan Fir’aun itu sendiri. Dialah Haman; pembisik sekaligus Menteri Segala Urusan di Istana Fir’aun.

Jika kata Fir’aun disebutkan sebanyak 38 kali di dalam Al-Qur’an, paling tidak nama “Haman” muncul sebanyak 5 kali pada beberapa surah di dalam Al-Qur’an, di antaranya surah Al-Qashash [28] ayat 6 dan 38, Al-Mu’min [40] ayat 36-37 dan Al-‘Ankabuut [29] ayat 38.

Seorang arkeolog Prancis Morris dalam penelitiannya di tahun 1882 dibuat tercengang sekaligus takjub dengan kebenaran informasi Al-Qur’an, ternyata nama Haman ditemukan dan disebutkan dalam tulisan Heliograf kuno sebagai seorang kepala urusan istana yg menangani semua urusan Fir’aun.

Sedangkan informasi itu tidak pernah dia dapatkan pada kitab Taurat, Zabur dan Injil. Informasi di dalam Al-Qur’an sedemikian akuratnya, hingga disebutkan begitu jelasnya nama dan peran Haman di dalam Al-Qur’an. Jelas dia akhirnya mengakui bahwa hal itu menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an.

*APA DAN BAGAIMANA PERAN HAMAN?*
Di dalam Al-Qur’an dikisahkan Haman merupakan wazir atau Perdana Menteri Fir’aun. Haman juga bertugas sebagai penasehat, kepala istana, pengatur dan pengendali infrastruktur, panglima perang, pengendali stabilitas keamanan, pengontrol ucapan para pengkritik kerajaan, serta pengatur sekaligus pengendali segala bidang dan urusan.

Bahkan Haman merupakan pembisik yg selalu meneguhkan dan menguatkan bahwa Fir’aun adalah seorang titisan Dewa Ra; dewa matahari yg patut disembah sekaligus dewa pemilik aliran sungai Nil. Haman selalu memuji tindak-tanduk perilaku Fir’aun baik dan buruknya.

*Manakala adu tanding antara Nabi Musa dan Fir’aun yg pada akhirnya membuat para penyihir istana mengakui kemenangan di pihak Musa…*

*Alih-alih mengakui kekalahannya, Fir’aun justru meminta Haman tampil ke depan publik untuk mempengaruhi rakyatnya agar masih tetap dipercayai.*

*”Hai Haman, apakah aku ini seorang pendusta?”,* tanya Fir’aun penuh keangkuhan.
Haman tampil membela dengan meyakinkan dan kecongkakan pula. *”Siapa yg berani menuduh paduka sebagai seorang pembohong?”*

*”Hai Haman, apakah Tuhan di surga?”,* tanya Fir’aun lagi.

*”Musa itu berdusta. Dia ahli membuat kebohongan!”,* jawab Haman agar membuat Fir’aun senang. *”Ya, aku tahu Musa tidak lain hanya tukang sihir yg pandai merangkai kata!”,* Fir’aun membenarkan.

*”Benar Engkau pembesar kami. Semua raja takluk padamu, duhai Fir’aun!”,* Ujar Haman meyakinkan Fir’aun.

*”Sekarang Haman! Kuperintahkan buatkan aku menara pencakar langit agar aku bisa melihat Tuhan-nya Musa!”,* ujar Fir’aun tertawa dengan penuh kesombongan disertai gelak tawa Haman dan pengikutnya.

Haman memang terkenal hebat bersilat lidah menjilat penguasa. Haman berkilah dengan argumentasi jeniusnya.

*”Wahai Fir’aun, kali ini saya keberatan membuatkan Anda menara pencakar langit itu untuk bisa melihat Tuhan-nya Musa!”,* ujar Haman seraya membungkuk.
*”Hah! Apa katamu? Kamu keberatan?”,* Fir’aun terbelalak matanya.

*”Iya paduka, saya keberatan!”,* jawab Haman penuh tipu muslihat.

*”Apa kamu sudah mau berbuat makar seperti Musa? Apa kamu sudah membangkang seperti para penyihir itu?”,* tanya Fir’aun mulai geram.

*”Tidak paduka Raja Fir’aun yg Mahatinggi! Hamba masih tetap setia!”,* jawab Haman tersenyum.

*”Lantas kenapa kamu keberatan, hah? Apa kamu tidak sanggup membangunkan infrakstruktur untuk rajamu ini?”,* Fir’aun mulai tak sabar menunggu jawaban Haman.
*”Bukan begitu Paduka Raja Fir’aun!”*
*”Lantas?”,* tanya Fir’aun.

*”Meskipun kita bangunkan menara langit, kita tidak akan temukan Tuhan Musa di sana!”,* jawab Haman.

*”Kenapa? Ada apa?”,* tanya Fir’aun mengernyitkan keningnya.

*”Sebab Tuhan Musa itu tidak ada. Hanya engkaulah Tuhan itu. Hanya dirimu pemilik Mesir dan Nil ini. Engkau Fir’aun yg Tinggi!”,* ujar Haman menyanjung Fir’aun sekaligus melecehkan Tuhan Musa.

Lantas Fir’aun berteriak di hadapan rakyatnya: *”Ana Rabbukumul ‘Ala! Akulah tuhanmu yg maha tinggi”*

Demi mendengar sanjungan sedemikian tinggi dari Haman, kian melambunglah kecongkakan Fir’aun dengan segala kepercayaan dirinya. Sujud sembahlah mereka yg terlanjur mengagumi Fir’aun dengan segala keyakinannya.

Itulah sekilas deskripsi Haman yg dideskripsikan oleh Ibnu Katsir di dalam Qishashul Anbiya. Begitulah peran sentral Haman yg monemental dengan segala kejahatan dan sifat penjilatnya. Dia tampil sebagai tokoh antagonis kedua setelah Fir’aun.

Meski dia bukan seorang Fir’aun, boleh jadi peran sentralnya melebihi seorang Fir’aun sekalipun, sebab dialah penasehat dan pembenar segala kesalahan dan kezhaliman Fir’aun.

Dan *begitulah sejarah selalu berulang pada setiap zamannya.* *Begitulah Al-Qur’an mengajari kita sejarah.*
*Tugas kita bukan membenci Fir’aun atau pun Haman, akan tetapi tugas kita hari ini meneguhkan terus berjuang bersama siapa? Bersama Musa ataukah Fir’aun, Haman atau kah ulama Fir’aun bernama Bal’am bin Ba’urah.*

*Jika tidak mampu menjadi Musa, minimal kita tak menjadi musuhnya atau menjadi pengikut Bani Israel yg terkesan netral; tidak memiliki prinsip kebenaran yg harus diperjuangkan dengan mengatakan:*

*”Pergilah engkau wahai Musa berperang berdua bersama Tuhan kamu, kami hanya ingin duduk menunggu saja di sini!”*

SUMBER

https://www.gelora.co/2019/05/haman-menteri-segala-urusan-di-zaman.html

https://www.akhwatmuslimah.net/2019/05/haman-menteri-segala-urusan-zaman-firaun.html

https://suaranasional.id/berita/detail/haman-menteri-segala-urusan-di-zaman-firaun