Tahukah manfaat kurma berdasar hadist

Just forward from Bunda

*💦EMBUN PAGI💧*

*🍇Seperti Apa Kurma Berkhasiat Dalam Hadits Nabi🌷*

ULAMA berbeda pendapat mengenai jenis kurma yang dimaksud dalam hadits:

[1] Kebanyakan ulama berpendapat bahwa kurma ini khusus untuk kurma Madinah, bahkan jenis khusus dari kurma Madinah, yaitu kurma Ajwah yang berasal dari perkebunan Aliyah. Sehingga semua batasan di atas berlaku.

Ibnul Qoyim menjelaskan, “Ajwah Madinah adalah salah satu jenis kurma di Madinah. Termasuk kurma daerah Hijaz yang paling baik manfaatnya. Jenis Kurma yang bagus, lezat, dagingnya padat, kuat. Termasuk kurma yang lembut, nikmat dan lezat.” (Zadul Maad, 4/341). Ini juga pendapat yang disampaikan al-Qurthubi. Beliau mengatakan, “Makna tekstual hadits menunjukkan bahwa khasiat anti racun dan penangkal sihir hanya berlaku untuk kurma Ajwah dari Madinah. Karena hadits yang menyebutkan mutlak (semua kurma) dibawa ke hadits yang memberikan batasan.”

[2] Sebagian ulama berpendapat bahwa khasiat ini tidak hanya khusus untuk kurma Ajwah, tapi bisa untuk semua kurma yang berasal dari Madinah. Siapa yang rutin sarapan dengan kurma Madinah, bisa mendapatkan khasiat seperti yang disebutkan dalam dalil.

Dan ini bagian dari keberkahan kota Madinah, berkat doa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Diantara yang berpendapat demikian adalah al-Khithabi. Beliau mengatakan, “Dalam hadits menyebutkan Ajwah bisa menjadi anti racun dan penangkal sihir, karena keberkahan doa Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk semua kurma Madinah, bukan untuk kurma tertentu.”

Demikian pula yang disampaikan Imam Ibnu Baz, “Kita berharap semoga Allah memberi manfaat dengan semua kurma. Hanya saja, ditegaskan untuk Madinah, mengingat kekhususan dan keistimewaan kurmanya.” (Majmu Fatawa Ibnu Baz, 8/109). Bahkan beliau berharap kurma yang lain juga memiliki khasiat yang sama.

[3] Sebagian ulama berpendapat bahwa khasiat ini berlaku untuk semua kurma, selama dibiasakan untuk sarapan.

Imam Ibnu Utsaimin juga menjelaskan yang semisal, “Guru kami, Ibnu as-Sadi berpendapat bahwa hadits itu hanya menyebutkan contoh. Dan maksudnya itu berlaku untuk semua kurma.” (as-Syarh al-Mumthi, 5/123). Al-Qurthubi mengatakan, “Hanya saja, para ulama yang lain mengatakan, jika seseorang tidak memiliki kurma Madinah, silahkan menggunakan kurma apapun yang dia miliki, sebagai bentuk memahami hadis yang teksnya memberi batas ke yang mutlak.” (al-Mufhim, 17/38)
Demikian, Allahu a’lam. *Semoga kita bs rutin mengkonsumsi kurma, apalagi di bln romadhon ini*

Kenapa sedekah di bulan Ramadhan

KENAPA SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN..?

a. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, dan semakin mulia waktunya, maka amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan semakin besar pahalanya.

b. Karena Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah memberikan contoh agar kita paling dermawan di bulan ini.
Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma- mengatakan: “Dahulu Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan ketika Bulan Ramadhan… sungguh Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- ketika itu lebih dermawan dengan hartanya melebihi angin yang berhembus kencang”. [HR. Bukhari: 6, dan Muslim: 2308].
c. Karena puasa mengajarkan kita untuk peduli kepada saudara kita sesama muslim, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka baginya pahala orang yang puasa tersebut, tanpa mengurangi pahala dia sedikit pun”. [HR. Attirmidzi: 807, disahihkah Al-Albani].

*** dan suntiklah semangat sedekah Anda di bulan ini dengan mengingat bahwa nanti di hari kiamat, setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya. [HR. Ahmad: 17333, sahih]… siapa yang banyak bersedekah, maka naungan yang dia miliki pun semakin besar.

Ingatlah, bahwa pada hari itu, banyak manusia yang tenggelam dengan keringatnya sendiri, sesuai banyaknya dosa yang ia perbuat… saat itu matahari dijadikan sangat dekat dengan manusia, sehingga keberadaan naungan sedekah ini sangat penting sekali bagi kita.

Kita juga hendaknya ingat, bahwa diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan istimewa dari Allah adalah: “Orang yang melakukan sedekah, lalu dia menyembunyikannya, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya”. [HR. Bukhari: 1423, dan Muslim: 1031].

Silahkan di share… Semoga bermanfaat.

Ustadz Dr Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Quote from the Holy Qur’an: Al-Baqara (2:196)

Quote from the Holy Qur’an: Al-Baqara (2:196)

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Waatimmoo alhajja waalAAumrata lillahi fain ohsirtum fama istaysara mina alhadyi wala tahliqoo ruoosakum hatta yablugha alhadyu mahillahu faman kana minkum mareedan aw bihi athan min rasihi fafidyatun min siyamin aw sadaqatin aw nusukin faitha amintum faman tamattaAAa bialAAumrati ila alhajji fama istaysara mina alhadyi faman lam yajid fasiyamu thalathati ayyamin fee alhajji wasabAAatin itha rajaAAtum tilka AAasharatun kamilatun thalika liman lam yakun ahluhu hadiree almasjidi alharami waittaqoo Allaha waiAAlamoo anna Allaha shadeedu alAAiqabi

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang bukan penduduk Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.

http://get.muslimpro.com

Tahukah ada 3 jenis ngantuk membaca Al Qur’an

*ADA 3 JENIS NGANTUK KETIKA MEMBACA AL QUR’AN:*

1. Ketika membaca Al Qur’an terasa ngantuk, dipakai membaca yg lain tetap ngantuk, dialihkan kepada aktifitas apa pun yg lain tetap ngantuk juga. Maka ini adalah ngantuk karena memang kurang tidur. Ngantuk kondisi ini solusinya adalah tidur dulu secukupnya.

2. Ketika membaca Al Qur’an terasa ngantuk, untuk membaca apa saja yg lain juga ngantuk. Tapi kalau dialihkan kepada aktifitas yg lain selain aktifitas membaca, tidak terasa ngantuk. Ngantuk jenis ini biasanya masalahnya di kesehatan matanya. Solusinya adalah mengobati matanya.

3. Ketika membaca Al Qur’an mengantuk. Tapi ketika membaca yg lain (baca FB, WA, novel, komik, berita, dll) termasuk aktifitas2 yg lain, tidak ngantuk. Pokoknya ngantuknya pas baca Al Qur’an saja. Ngantuk jenis ini yg bermasalah atau sakit biasanya adalah hatinya. Solusinya adalah bersihkan hati, kuatkan iman, perbaiki pemahaman, dan berbanyak istighfar.

🌴 Sufyan bin ‘Uyainah meriwayatkan bahwa Utsman Bin Affan ra. berkata :
” ﻟَﻮ ﻃَﻬُﺮَﺕ ﻗُﻠُﻮﺑُﻜُﻢ ﻣﺎ ﺷﺒِﻌﺘُﻢ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻡِ ﺭَﺑِّﻜُﻢ . ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ
“Seandainya hati kalian bersih niscaya kalian tidak pernah (merasa) cukup dari (membaca) firman Rabb kalian” (HR. Ahmad) 🌴

– Arham bin Ahmad Yasin –

#repost