Gengsi itu kufur nikmat

Bc bunda di wag islamadina sirah islam ini sejalan pesan pak Busro pada mahasiswa akuntansi politeknik LPP saat bincang hangat dihari jumat lalu.

*💥Mutiara Akhir Pekan💢*

*✅Gengsi, Bentuk Lain dari Kufur Nikmat 🔥*

Alhamdulillah! Tak ada yang patut disembah selain Allah azza wa jalla Hanya kepada Allah kita semua akan kembali. Semoga Allah Yang Maha Mendengar setiap doa, senantiasa membimbing kita sehingga kita termasuk kepada golongan hamba-Nya yang bersyukur. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Saw.

Saudaraku, gengsi adalah penyakit yang menyesakkan dada, membuat hati tertekan, merasa terhimpit, dunia ini terasa sangat sempit. Ada orang yang karena gengsi naik angkot, maka dia memaksakan naik taksi, padahal ia tidak mampu dan memang tidak perlu. Sepanjang jalan ia tidak menikmati jok yang empuk di dalam taksi karena matanya gelisah melihat argo yang terus bertambah.

Ada juga orang yang datang ke sebuah acara mengendarai motor lama. Karena gengsi, ia berusaha datang lebih awal, kemudian mencari tempat parkir yang agak tersembunyi. Ada lagi orang yang memaksakan diri mencicil ponsel baru yang mahal hanya karena gengsi di depan teman-temannya memakai ponsel lama yang dipikirnya sudah ketinggalan zaman.Maa syaa Allah.

Betapa menderita hidup yang demikian. Menuruti keinginan, bukan kebutuhan. Memaksakan diri, tanpa melihat kemampuan. Mengikuti pandangan orang, tanpa memikirkan kebaikan dan keburukan. Semua itu terjadi karena gengsi.

Gengsi itu sama bahayanya dengan ujub dan minder. Semuanya sama-sama perwujudan dari cinta dunia. Gengsi muncul karena hati sudah terpaut dengan dunia, menjadikan dunia sebagai tolak ukur kemuliaan. Padahal yang dikejar kemuliaan di pandangan manusia. Apalah artinya mulia di pandangan manusia, tapi sia-sia di pandangan Allah azza wa jalla

Saudaraku, tidakkah kita ingat pada sabda Rasulullah Saw.,”Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak perlu kita gengsi memakai motor gara-gara mobil kita dijual. Tidak perlu kita gengsi tinggal di rumah kontrakan. Demi Allah, semua yang ada di dunia ini milik Allah. Yang kita miliki, yang masih kita cicil atau yang kita sewa, semuanya mutlak milik Allah. Semua itu ada di tangan kita hanya titipan saja dan hanya ujian. Tidak perlu gengsi dengan apa yang kita miliki. Gengsi adalah bentuk lain dari kufur nikmat, seolah karunia yang Allah berikan kepada kita tiada berarti.

Allah azza wa jalla berfirman,”Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(QS. Al Hadiid [57] : 20)

*Semoga kita bisa mengendalikan diri dari penyakit gengsi.* Pastikan kita memakai dan memiliki atas dasar perlu, bukan sekadar mau. Ikutilah kesederhanaan Rasulullah Saw dan para sahabat sertasalafushshvoleh. Cinta dunia adalah sumber malapetaka. *Semoga kita tergolong orang-orang yang selamat.Aamiin yaa Robbal aalamiin.*

Mengapa gagal menemukan manisnya ilmu

Just forwarding wa bunda

*🕌Taujih Jum’at Mubarak☝*

*🏹Mengapa Kita Gagal Menemukan Manisnya Ilmu❓*

ADA orang yang bertanya mengapa dirinya tidak termasuk orang-orang yang belum merasakan manisnya ilmu; masih saja mengeluh dan merasa tak puas dengan takdir sementara setiap saat dia masih rajin membaca ayat-ayat Allah, sabda Rasulullah dan nasihat para guru.

Lalu munculah dalam benaknya pertanyaan apa yang salah dengan ilmunya?
Ada banyak kitab yang menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan ilmu pengetahuan kita itu tak membuat lebih tenang malah tetap menjadi gelisah. Kali ini saya ingin share satu sebab saja yang membuat saya merenung lama bahkan sebelum menuliskannya saat ini, yaitu tentang hubungan kita dengan guru kita.

Adalah Imam Ibnu Hajar dalam kitab Al-Fatawa al-Haditsiyah halaman 55 yang menyatakan dengan tegas: Barangsiapa membuka pintu pertentangan atau perlawanan dengan para guru, memandang sinis atas keadaan dan perbuatannya serta memperbincangkannya, maka hal itu merupakan pertanda keterhalangannya dari anugerah Allah dan akhir tak baik dari kehidupannya. Dia tidak akan sukses menghasilkan apapun.

Karena itulah maka orang-orang shalih berkata bahwa siapaun berkata kepada gurunya ‘mengapa’ (dengan nada protes), maka dia tidak akan beruntung bahagia selamanya.

Begitulah adab murid kepada guru yang diajarkan para ulama terdahulu. Lalu saya berpikir, jangan-jangan adab seperti ini yang belum saya perhatikan selama ini. *Semoga Allah ampuni saya dan kita semua yang telah pernah menyakiti hati guru-guru. Maafkan kami wahai para guru dan ustadz/Kyai, jasamu begitu besar, terus bimbing kami menuju ridla Allah.*

Tahukah orang banyak harta sedikit pahalanya

*🏘Renungan Akhir Pekan🌴*

*💵Orang yg Banyak Harta, paling sedikit Pahalanya❓🔥*

DIRIWAYATKAN oleh Imam Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih mereka berdua, dari Abu Dzar al- Ghifari radhiyallahu anhu ia berkata, Ketika aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di jalan kota Madinah menuju Uhud beliau bersabda, Wahai Abu Dzar!

Labbaika, ya Rasulullah. Jawabku. Nabi bersabda, Aku tidak senang sekiranya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud lalu setelah tiga hari masih tertinggal satu dinar padaku selain untuk membayar hutang. Aku pasti membagi-bagikannya kepada hamba-hamba Allah seperti ini. Beliau membentangkan tangannya ke kanan dan ke kiri, kemudian ke belakang. Kemudian beliau berjalan dan bersabda, Ingatlah, orang yang banyak harta itu yang paling sedikit pahalanya di akhirat, kecuali yang menyedekahkan hartanya ke kanan, ke kiri, ke muka, dan ke belakang. Tapi sedikit sekali orang berharta yang mau seperti ini.

Kemudian beliau berpesan kepadaku, Tetaplah di tempatmu, jangan pergi kemana-mana hingga aku kembali. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pergi di kegelapan malam hingga lenyap dari pandangan. Sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam aku mendengar gemuruh dari arah beliau pergi. Aku khawatir jika ada bahaya yang menghadang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ingin rasanya aku menyusul beliau! Tapi aku ingat pesan beliau, Tetaplah di tempatmu, jangan pergi kemana-mana!

Akhirnya beliau kembali. Aku menceritakan tentang suara gemuruh yang kudengar dan kekhawatiranku terhadap keselamatan beliau. Aku menceritakan semuanya kepada beliau. Lalu beliau bersabda, Itu adalah malaikat Jibril alaihissalam. Ia menyampaikan kepadaku, Barang siapa di antara umatmu yang mati dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu sesuatupun, maka ia pasti akan masuk surga.

Aku bertanya, Meskipun ia berzina dan mencuri?
Meskipun ia berzina dan mencuri! Jawab Beliau. (HR. Muttafaqun Alaih)
*Semoga harta yg ada pada kita bisa semakin memperkokoh TAUHID kita kpd Allah*

[Sumber: Majalah Al-Ibar, edisi III]

Tahukah sholatnya para kekasih Allah

*🏘Renungan Akhir Pekan🌱*

*🕌Shalatnya para Kekasih Allah☝*

BELIAU radhiyallahu anhu termasuk kalangan orang-orang shaleh, sekaligus salah satu dari sahabat utama yang dekat dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, imam yang utama dari sejumlah sahabat yang lainnya. Beliau telah menghabiskan hidup dan segenap jiwa raganya, harta kekayaannya serta waktunya untuk diinfakkan dan berjihad di jalan Allah. Termasuk memberikan pelayanan dalam dakwah dan penyampaian wahyu.

Dialah sahabat Abu Bakar yang nama lengkapnya Abdullah bin Abi Quhafah Al Qurasyi At Tamimi yang terkenal dengan sebutan Abu Bakar Asy Syiddiq. Beliau sangat mudah mencucurkan air mata saat membaca Alquran dalam shalatnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya pengalaman hidup beliau bersama Alquran. Sehingga beliau tidak mampu menahan perasaannya dari kejadian kejadian yang pernah dialaminya ketika membaca Alquran.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Aisyah radhiyallahu anha ketika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam berkata Mereka melalui Abu Bakar yang sedang shalat bersama dengan yang lainnya. Aisyah menuturkan, Saya pun berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang laki laki yang lembut hatinya, apabila telah membaca Alquran beliau tidak mampu menahan cucuran air mata dari keduanya. (HR Muslim)

Adapun kekhusyukan beliau serta tangisan beliau di dalam shalat, benar-benar berpengaruh besar kepada orang-orang di sekelilingnya. Hal ini menyebabkan orang-orang Quraisy yang menguasai Mekah pada waktu itu mengajukan sejumlah syarat kepada beliau ketika beliau menunaikan shalat. Akhirnya kaum kafir Quraisy menemui Ibnu Ad Daghinah yang saat itu memberikan jaminan keamanan kepada Abu BakarAsh Shiddiq. Mereka berkata kepadanya, Wahai Ibnu Ad Daghinah, suruhlah Abu Bakar untuk beribadah kepada Rabbnya di rumahnya, hendaklah dia shalat dan membaca apa yang dia kehendaki dan janganlah dia menyakiti kami. Sesungguhnya kami khawatir perkara itu menjadi fitnah bagi anak dan istri kami.

Ibnu Ad Daghinah pun mengatakan hal itu kepada Abu Bakar, sehingga beliau mulai beribadah kepada Allah di rumahnya, dengan tidak mengeraskan shalatnya begitupun dengan bacaannya. Kemudian Abu Bakar mulai membangun sebuah masjid di halaman rumahnya, beliau shalat dan membaca Alquran di masjid itu. Pada saat itu, berkumpullah istri-istri dari kalangan orang musyrik dan anak-anak mereka, mereka begitu kagum akan shalat yang didirikan Abu Bakar dengan terus memperhatikannya. Abu Bakar adalah seorang laki laki yang sering menangis, beliau tidak bisa menahan air matanya ketika membaca Alquran (Kisah ini diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Ibnu Hiban)

Sahl bin Sad dia berkata, Abu Bakar radhiyallahu anhu tidak pernah melirik ketika dalam shalat. (Fadhail Ash Shahabat I/208, Imam Ahmad). Mujahis menuturkan, Keadaan Ibnu Az Zubair ketika dia berdiri menunaikan shalat, seperti sebuah kayu yang kokoh (tidak bergerak). Dikisahkan pula bahwa Abu Bakar pun seperti itu ketika shalat. Abdurrazaq berkata, Penduduk Mekah menuturkan bahwa Ibnu Zubair mencontoh shalat dari Abu Bakar, dan Abu Bakar mencontohnya dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. (Fadhail Ash Shahabat I/208, Imam Ahmad). *Semoga shalat kita semakin khusu’ & melahirkan jiwa yg muthmainah*

Bisakah orang kaya itu zuhud

*💥Semangat Awal Pekan…🎯*

*🏘Kaya, tapi Zuhud…*
*Miskin, tapi Gila Harta…*
*Mungkinkah❓*

Itu sangat mungkin… bagaimana bisa demikian? Mari simak pemaparan Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- berikut ini :

“Ketika harta berada di tanganmu, bukan di hatimu, dia tidak akan membahayakanmu, walaupun jumlahnya banyak.

Sebaliknya, ketika harta itu di hatimu, dia akan membahayakanmu, walaupun harta itu tidak ada sedikitpun di tanganmu.

Imam Ahmad pernah ditanya: ‘Bisakah seseorang menjadi zuhud, padahal dia memiliki seribu dinar?’.
Beliau menjawab: ‘Ya, (bisa saja), asalkan dia tidak senang bila harta itu bertambah, dan dia tidak sedih bila harta itu berkurang’.

Oleh karenanya para sahabat menjadi orang yang paling zuhud terhadap harta yang ada di tangan mereka.

Sufyan Ats-Tsauri juga pernah ditanya: ‘Bisakah orang yang kaya menjadi zuhud?’. Beliau menjawab: ‘Ya (bisa saja), yaitu jika saat hartanya bertambah dia bersyukur, dan saat hartanya berkurang dia juga bersyukur, dan bersabar'”.
*Semoga harta kita bisa menyelamatkan dari api neraka*

[Sumber : Madarijus Salikin 1/463].

Cinta selainNya akan tersiksa

Just forward wa bunda di wag sirah islam islamadina

*🌅Mentari Ahad Pagi🥬*

*💞Cintai Selain-Nya, akan Tersiksa karena Cinta itu💔*

DALAM kitab Zaad al-Ma’aad juz 2 halaman 42, Ibn Qayyim al-Jawziyah berkata: “Termasuk sebab yang paling besar sempitnya hati (kegelisahan jiwa) adalah berpaling dari Allah SWT, menggantungkan hati kepada selain-Nya, dan lalai untuk mengingat dan menyebut-Nya serta mencintai selain-Nya. Maka sesungguhnya barangsiapa mencintai sesuatu selain-Nya, maka dia akan tersiksa karena sesuatu itu dan hatinya akan terpenjara dengan cinta kepada selain-Nya itu.”

Saatnya kita timbang-timbang diri ke mana wajah kita selalu menghadap dan kemana hati kita selalu berkiblat serta kemana pikiran kita selalu pergi. Saatnya kita timbang-timbang *siapakah yang namanya paling sering kita sebut dan siapa yang selalu kita harap ada bersama kita*.

Saatnya kita timbang-timbang *untuk siapa cinta dan rindu kita dan untuk siapa kita bekerja dan berbuat*. Saatnya kita bertanya: “Layakkah saya memohon dan meminta kepada Allah dengan kondisi cinta dan ketergantungan hati seperti yang ada saat ini?

Yang paling menakutkan dari kutipan di atas adalah “barangsiapa yang mencintai sesuatu selain-Nya, maka dia akan tersiksa karena cinta itu.” Apakah tak boleh cinta kepada selain-Nya padahal dalam banyak ayat dan hadits itu diperintahkan mencintai saudara, anak dan isteri serta lainnya?

Ternyata *cinta yang tidak diperbolehkan adalah cinta yang dengannya Allah dinomerduakan bahkan dilupakan serta cinta yang melukai syari’at Allah yang telah ditetapkan*. Na’uudzu biLLAAH tsumma na’uudzu biLLAAH..

Tatalah hati dan tatalah cinta. Aturlah cita dan aturlah rasa. *Tak ada yang lebih menenangkan dibandingkan berada dengan-Nya dan Dia dengan kita. Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan hati yang ridla akan segala ketetapan takdirnya*. Tak ada yang lebih menenteramkan dibandingkan keyakinan *bahwa kita adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya*.

*Semoga Dia sebagai Pemilik menjaga kita dan memanggil kita untuk kembali kepada-Nya dalam kondisi terbaik sebagaimana Dia kehendaki.*