Penuhi nutrisi dari makanan alami

Kemarin waktu temanku bilang ibunya nggak mau makan sehingga terpaksa harus opname aku merasa heran. Kenapa tidak mau makan, padahal sudah selalu disajikan menu sesuai permintaan.

Dan kejadian ini terjadi pada ibu beberapa temanku yang lain, ada yang bisa diatasi dirumah ada yang terpaksa sampai harus opname.

Alhamdulillah bapak dan ibu tetap mau makan meski porsinya kecil, yang penting ada asupan gizi yang masuk.

Aku baru paham kenapa lansia tidak suka makan setelah membaca artikel yang diposting di wag islamadina kesehatan. Aku cuma mikir bagaimana nafsu makanku saat menua nanti yaa..karena sekarangpun untuk menggugah nafsu makan aku selalu minum temulawak..hehehehe..

Oyaaa…ini artikel di wag yang barusan kubaca dan sayang kalau tidak ditularkan. Meski artikel sudah lama, tahun 2010…tapi isi tetap relevan..bahkan sangat membantuku untuk menjaga makan  bapak dan ibu yang sudah sepuh.

📚 *_Penuhi Nutrisi dari makanan Alami_*

*June 1, 2010 Artikel Kesehatan*

*_Kaum lansia termasuk rentan mengalami masalah kurang gizi atau malanutrisi. Masalah itu antara lain disebabkan adanya perubahan pada indra pengecapan dan penciuman, serta pencernaan seiring bertambahnya usia, sehingga lansia kurang mampu membaui dan merasakan sedapnya makanan._*

*_Kondisi pencernaan yang menurun juga membuat mereka enggan makan. Bila ini berlangsung terus, mereka berisiko kurang gizi._*

*_Saat usia bertambah, kemampuan mengunyah juga berkurang karena biasanya beberapa gigi lansia sudah tanggal. Apalagi kalau gusi sedang bermasalah._*

*_Kian tersiksa ketika sistem pencernaan ikut berubah pula._*

*_Beberapa lansia misalnya mengalami intoleransi laktosa. Perut sakit, kembung, atau timbul diare setelah minum atau menyantap makanan mengandung susu._*

*_Rasa haus juga lambat laun ikut berkurang._*

*Metabolisme Melambat*

📌 Dengan segala masalah tadi, lansia berisiko mengalami kekurangan gizi.

📍Ditegaskan DR. Judhiastuty Februhartanty, kebanyakan lansia perlu multi zat gizi mikro.

📍Zat gizi mikro termasuk vitamin dan mineral, seperti vitamin C, D, vitamin untuk kesehatan saraf seperti B kompleks, kalsium, magnesium, selenium, serta zinc, yang merupakan antioksidan.

📍Zat gizi mikro diperlukan agar tubuh dapat berfungsi sedang baik. Pasalnya, metabolisme tubuh kaum lansia melambat, sehingga asupan makanan harus dijaga.

*_“Makanan wajib tentu saja sayur dan buah. Telur dan daging sebaiknya dikurangi porsinya,”_* _ungkap ahli gizi komunitas dari SEAMEO-Tropmed RCCN, UI ini._

📌Sayur dan buah diperbanyak untuk menambah asupan serat. Memperbanyak serat, yang juga bisa didapat dari kacang-kacangan dan biji-bijian, akan membantu mencegah gangguan pencernaan, seperti sembelit.

📍Serat juga dapat menurunkan kadar kolesterol.
Kalau belum terbiasa menyantap serat dalam jumlah banyak, mulailah mengonsumsi dalam jumlah sedikit. Setelah itu tambahkan sedikit demi sedikit setiap hari agar kebutuhan harian terpenuhi.

📍Jumlah serat bisa ditambah dengan mengikut sertakan kulit saat menyantap apel atau pir.
Sebaiknya pilih buah segar ketimbang jus untuk mendapat serat lebih.

📍Saat asupan serat bertambah, konsumsi cairan juga harus diperbanyak. Hal ini akan membantu “perjalanan” serat di dalam pencernaan.

*National Institue on Aging menyarankan serat hendaknya dipenuhi dari sumber makanan alami ketimbang suplemen.*

*Kurangi 2G*

📌Asupan 2G, yaitu garam dan gula, sebaiknya dikurangi. Biasanya garam digunakan sebagai sumber sodium bagi tubuh. Bila Anda berusia lebih dari 50 tahun, tubuh hanya perlu 2/3 sendok teh garam meja. Ini setara dengan 1.500 mg sodium.

📍Jumlah ini merupakan keseluruhan sodium yang diperoleh dari makanan dan minuman dan bukan hanya dari garam yang ditambahkan ketika memasak atau makan.

📍Jadi sebaiknya hindari kudapan seperti keripik serta makanan olahan. Bila banyak mengasup garam, tekanan darah bisa meningkat.

📌 Sumber makanan berlemak juga sebaiknya dikurangi. Memang lemakmemberi energi dan membantu tubuh menggunakan sejumlah vitamin, tapi kalori yang didapat dari lemak relatif lebih tinggi.

📍Pangkas lemak dengan membuang lemak pada daging, menggunakan produk susu dan olahan rendah lemak, dan minyak goreng tidak jenuh.

📍Proses memasak seperti menggoreng sebaiknya dikurangi.

*Lebih baik makanan dikukus, direbus, atau dipanggang.*

*Rendah Kalori*

📌Rekomendasi penting yang diberikan American Heart Association adalah mempertimbangkan makanan kaya gizi yang rendah kalori. Mengapa rendah kalori? Karena kebanyakan lansia memerlukan kalori lebih sedikit ketimbang ketika mereka masih muda.

📍Membuat pilihan cerdas atas makanan membantu lansia tetap sehat, mampu mengelola berat badan ideal, dan aktif secara fisik.

📌 Pengaturan pola makan bagi lansia ini tentunya berbeda bila ada penyakit. Lansia dengan penyakit tertentu, seperti diabetesi, ada aturan pola makan tersendiri. *_“Kalau terkait dengan penyakit, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi,”_* imbuh Judhi

📍Satu hal lagi yang diingatkan Judhi, lansia tetap harus melakukan aktivitas fisik sesuai usia.

*Selain membuat bugar, olahraga juga akan meningkatkan penyerapan makanan oleh tubuh.*

Diana Yunita Sari

*_Sumber : Gaya Hidup Sehat No. 565 / 14-20 Mei 2010_*

http://www.pusat2.litbang.depkes.go.id/pusat2_v1/penuhi-nutrisi-dari-makanan-alami/#more-149

📚📚📚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s