Kebenaran bukan soal jumlah

Al-Imam Al-Fudhoil bin ‘Iyadh berkata:

إتبع طرق الهدى ولا يضرك قلة السالكين، وإياك وطرق الضلالة ولا تغتر بكثرة الهالكين

“Ikutilah jalan petunjuk (kebenaran), karena tidak akan merugikanmu sedikitnya orang yang berjalan di atasnya, dan hati-hatilah engkau dari jalan kesesatan dan jangan engkau terpedaya dengan banyaknya orang yang binasa.” (Al-I’tishom 1/112 – Al-Imam Asy-Syathibi) Baca lebih lanjut

Iklan

Selektif mengambil ilmu

Nasehat Syaikh Shålih Fauzan al-Fauzån hafizhahullåhu

❗لا تأخذ دينَك من كلِّ أحد، وإياك أن تغتر بالظاهر وتكتفي به دون السؤال والتحري!

Jangan mengambil agamamu dari setiap orang. Jangan mudah tertipu dengan penampilan fisik (zhahir) dan mencukupkan dengannya tanpa mau bertanya dan menyelidiki ❗ Baca lebih lanjut

Kisah teladan

Balasan Menghafal al Qur’an al Karim

🌾 Dr. Sayid Husain Al-Afanie menulis dalam bukunya yang berjudul *AI-Jazaau min Jinsil Amal* (Balasan itu Sesuai dengan Jenis Amalnya) kisah berikut ini, yang beliau sadur dari Syaikh Abdurrahman bin Aqil Adz-Dzahiri, dari Syaikh Mahfudh Asy Syanqathi (–Direktur Utama Majma’ Raja Fahd untuk Pengadaan Al-Qur’an–) dari Syaikh para qari’ di Majma’ tersebut, yakni Syaikh Amir Sayyid Utsman Rahimahullah.  Baca lebih lanjut

Tahukah keberkahan ilmu agama

Keberkahan ilmu agama yang tiada duanya…
===
Syeikh Abdurrahman Assi’di -rohimahulloh-:
“Kebaikan apakah yg lebih agung daripada kebaikan ilmu (agama)?!
Semua kebaikan akan terhenti kecuali kebaikan ilmu (agama), nasehat, dan arahan.
Setiap masalah ilmu yg diambil faedahnya dari seseorang, baik satu masalah atau lebih, sehingga orang yg mempelajarinya atau orang lain mendapat manfaat darinya; sesungguhnya itu adalah kebaikan-kebaikan yang pahalanya akan terus mengalir kepada pemilik faedah ilmu tersebut.  Baca lebih lanjut

Apakah sutroh cukup dengan sajadah

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

اذا صلَّى أحدُكُم إلى شيءٍ يستُرُهُ من الناسِ،فأرادَ أحَدٌ أنْ يَجتازَ بين يديْهِ، فليدفَعْهُ، فإنْ أبى فَليُقاتِلهُ، فإنما هو شيطانٌ

(1). “Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah (pembatas) terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba melewati antara ia dengan sutrah, maka cegahlah. Jika ia enggan dicegah, maka perangilah (dihalau dengan sekuat tenaga), karena sesungguhnya ia adalah syaitan” (HR. Bukhari no.509, hadits dari Abu Sa’id al-Khudri) Baca lebih lanjut