Tips mudik lebaran (2)

๐Ÿš— ๐ŸšŒ ๐Ÿ โœˆ  *Serial Mudik (2), Tips Ketika Safar*

_*Tips Persiapan Mudik Lebaran*_
Sebelumnya telah kita kaji bersama mengenai beberapa hal yang mesti dipersiapkan sebelum melakukan safar. Saat ini kita akan melanjutkan bagaimanakah tuntunan yang bisa diamalkan ketika di perjalanan atau ketika safar. Semoga perjalanan mudik kita semakin berkah dengan mengamalkan tips berikut ini.
 

_*Membaca Doโ€™a Ketika Naik Kendaraan*_
Ketika menaikkan kaki di atas kendaraan hendaklah seorang musafir membaca, โ€œBismillah, bismillah, bismillahโ€. Ketika sudah berada di atas kendaraan, hendaknya mengucapkan, โ€œAlhamdulillahโ€. Lalu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ

โ€œSubhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqriniin. Wa inna ilaa robbina lamun-qolibuunโ€ (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami)[1].
Kemudian mengucapkan, โ€œAlhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillahโ€. Lalu mengucapkan, โ€œAllahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.โ€ Setelah itu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ู‚ูŽุฏู’ ุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณูู‰ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู‰ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

โ€œSubhaanaka inni qod zholamtu nafsii, faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa antaโ€ (Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau).[2]
 

_*Membaca Doโ€™a dan Dzikir Safar*_
Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, โ€œAllahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.โ€ Setelah itu membaca,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ููู‰ ุณูŽููŽุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ู…ูŽุง ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู‡ูŽูˆู‘ูู†ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุณูŽููŽุฑูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุทู’ูˆู ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุจูุนู’ุฏูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุญูุจู ููู‰ ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู„ููŠููŽุฉู ููู‰ ุงู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุนู’ุซูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽูƒูŽุขุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุธูŽุฑู ูˆูŽุณููˆุกู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูŽุจู ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู

โ€œSubhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[3]. Allahumma innaa nasโ€™aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal โ€˜amali ma tardho. Allahumma hawwin โ€˜alainaa safaronaa hadza, wathwi โ€˜anna buโ€™dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni aโ€™udzubika min waโ€™tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.โ€ (Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)[4]
Dalam perjalanan, hendaknya seorang musafir membaca dzikir โ€œsubhanallahโ€ ketika melewati jalan menurun dan โ€œAllahu akbarโ€ ketika melewati jalan mendaki. Dalam sebuah riwayat disebutkan,

ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆ ุฃุตุญุงุจู‡ ุฅุฐุง ุนู„ูˆุง ุงู„ุซู†ุงูŠุง ูƒุจุฑูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ู‡ุจุทูˆุง ุณุจุญูˆุง

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa jika melewati jalan mendaki, mereka bertakbir (mengucapkan โ€œAllahu Akbarโ€). Sedangkan apabila melewati jalan menurun, mereka bertasbih (mengucapkan โ€œSubhanallahโ€).โ€[5]
 

_*Hendaklah Memperbanyak Doโ€™a Ketika Safar*_
Hendaklah seorang musafir memperbanyak doโ€™a ketika dalam perjalanan karena doโ€™a seorang musafir adalah salah satu doโ€™a yang mustajab (terkabulkan).
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุซูŽู„ุงูŽุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู„ุงูŽ ุดูŽูƒู‘ูŽ ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู

โ€œTiga doโ€™a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu doโ€™a seorang musafir, doโ€™a orang yang terzholimi, dan doโ€™a orang tua kepada anaknya.โ€[6]
 

_*Membaca Doโ€™a Ketika Mampir di Suatu Tempat*_
Hendaklah seorang musafir ketika mampir di suatu tempat membaca, โ€œAโ€™udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk).โ€
Tujuannya agar terhindar dari berbagai macam bahaya dan gangguan. Dari Khowlah binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ุงู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽุงู…ู‘ูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ. ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ูู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุญูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ

โ€œBarangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, โ€Aโ€™udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk)โ€, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.โ€[7]

 
_*Ketika Kendaraan Tiba-tiba Mogok atau Rusak*_
Jika kendaraan mogok, janganlah menjelek-jelekkan syaithan karena syaithan akan semakin besar kepala. Namun ucapkanlah basmalah (bacaan โ€œbismillahโ€).
Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, โ€œAku pernah diboncengi Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Kemudian aku pun mengatakan, โ€œCelakalah syaithanโ€. Namun Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyanggah ucapanku tadi,

ู„ุงูŽ ุชูŽู‚ูู„ู’ ุชูŽุนูุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุนูŽุงุธูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ุจูู‚ููˆู‘ูŽุชูู‰ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู‚ูู„ู’ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุตูŽุงุบูŽุฑูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ุฐู‘ูุจูŽุงุจู

โ€œJanganlah engkau ucapkan โ€˜celakalah syaithanโ€™, karena jika engkau mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, โ€˜Itu semua terjadi karena kekuatankuโ€™. Akan tetapi, yang tepat ucapkanlah โ€œBismillahโ€. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.โ€[8]

Musafir Ketika Bertemu Waktu Sahur (Menjelang Shubuh)
Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika bersafar dan bertemu dengan waktu sahur, beliau mengucapkan,

ุณูŽู…ู‘ูŽุนูŽ ุณูŽุงู…ูุนูŒ ุจูุญูŽู…ู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุจูŽู„ุงูŽุฆูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุญูุจู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุนูŽุงุฆูุฐู‹ุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

โ€œSammaโ€™a saamiโ€™un bi hamdillahi wa husni balaa-ihi โ€˜alainaa. Robbanaa shohibnaa wa afdhil โ€˜alainaa โ€˜aa-idzan billahi minan naar (Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah atas nikmat dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Rabb kami, peliharalah kami dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api neraka).โ€[9]

Direvisi ulang 4 Ramadhan 1431 H, 14 Agustus 2010 di Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://www.rumaysho.com

 ******
[1] QS. Az Zukhruf: 13-14
[2] HR. At Tirmidzi no. 3446, dari โ€˜Ali bin Abi Thalib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] QS. Az Zukhruf: 13-14
[4] HR. Muslim no. 1342, dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar.
[5] Lihat Al Kalim Ath Thoyyib no. 175. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.
[6] HR. Ahmad 2/434. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya.
[7] HR. Muslim no. 2708
[8] HR. Abu Daud no. 4982 dan Ahmad 5/95. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih
[9] HR. Muslim no. 2718

Sumber : https://rumaysho.com/503-tips-ketika-dalam-perjalanan-mudik-seri-2-mudik-lebaran.html

                 โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s