Tauhid dan istighfar di akhir ramadhan

๐Ÿ“š ๐Ÿ“ก  *Akhir Bulan Ramadhan: Antara Tauhid dan Istighfar*

โœ Fauzan Saktyawan / 2 days ago

_*Agungnya Perkara Tauhid dan Istighfar*_
Tauhid dan istighfar adalah dua perkara yang sangat agung dan penting. Tauhid adalah hak Allah Taโ€™ala atas hamba-hambaNya dan merupakan tujuan penciptaan mereka. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู

โ€œDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Kuโ€ (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).
_*Tauhid, Syarat Penentu Sahnya Amal Ibadah*_
Tauhid adalah syarat sah suatu amal. Tanpa tauhid, amal kita seluruhnya tidak akan bernilai. Tauhid adalah asas pokok agama Islam dan asas pokok sahnya seluruh amal ibadah seseorang, sehingga amal tersebut diterima di sisi Allah Taโ€™ala. Oleh karena itu, menjadi kewajiban yang pertama kali atas setiap muslim untuk memperhatikan tauhidnya dan membetulkan aqidahnya. Tauhid adalah makna dari kalimat โ€œlaa ilaaha illallahโ€, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Taโ€™ala. Ibadah seluruhnya adalah hak Allah Taโ€™ala, tidak boleh kita berikan sedikit pun kepada selain Allah.
Untuk mewujudkan tauhid inilah, para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู†ููˆุญููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู†ู

โ€œDan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah Akuโ€ (QS. Al-Anbiyaโ€™ [21]: 25).
Allah Taโ€™ala juga berfirman,

ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹

โ€œSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu punโ€(QS. An-Nisaโ€™ [4]: 36).
_*Tauhid, Hak Allah Atas Hamba dan Ampunan Adalah Hak Hamba Atas Allah*_
Tauhid adalah hak Allah Taโ€™ala atas hamba-Nya. Sedangkan ampunan (maghfirah) adalah hak hamba atas Allah Taโ€™ala. Istighfar adalah permintaan ampunan, yang merupakan kebutuhan seorang hamba. Semua hamba Allah Taโ€™ala membutuhkan istighfar. Karena makna istighfar adalah permohonan ampunan dari kesalahan yang dilakukan seorang hamba berkaitan dengan hak Allah Taโ€™ala, baik karena meninggalkan kewajiban atau karena mengerjakan yang haram.
Seorang hamba memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk mengampuni dosanya dan bertaubat dari dosanya. Hal ini setelah dia bertekad untuk meninggalkan perbuatan dosa yang sebelumnya dia lakukan dan menunaikan kewajiban yang pernah dia tinggalkan. Dia meminta kepada Allah untuk menutupi dosanya yang telah lalu dan memperbaiki amalnya di masa mendatang. Adapun yang hanya beristighfar tanpa berusaha memperbaiki amalnya, bahkan tetap berada di atas kondisinya semula, maka istighfarnya tidak benar dan patut dipertanyakan. Karena istighfar tidaklah cukup dengan lisan saja, tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri.
Seorang hamba sangat butuh istighfar, karena istighfar merupakan salah satu syiโ€™ar para Nabi dan Rasul, dari Adam โ€˜alaihis salaam sampai Muhammadshallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Semuanya beristighfar kepada Allah Taโ€™ala dan memohon ampunan kepada-Nya. Jika para Nabi saja sangat butuh istighfar, sebagaimana yang Allah Taโ€™ala ceritakan dalam Al-Qurโ€™an, maka selain Nabi tentu lebih butuh terhadap istighfar, dalam semua kondisi dan keadaan, bahkan setelah beribadah kepada Allah Taโ€™ala. Seorang hamba yang menunaikan shalat, berpuasa, bersedekah, mereka butuh istighfar. Lalu, bagaimana lagi dengan hamba yang bermaksiat kepada-Nya?
Oleh karena itu, seorang hamba membutuhkan dua hal ini: tauhid dan istighfar.Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ู’ุจููƒูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู

โ€œMaka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan) (yang berhak disembah) selain Allah Taโ€™ala dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuanโ€ (QS. Muhammad [47]: 19).
Dalam ayat di atas, Allah Taโ€™ala memerintahkan kita untuk bertauhid dan beristighfar.
_*Teladan Nabi Yunus Dalam Mentauhidkan Allah*_
Ketika Nabi Yunus โ€˜alaihis salaam berada dalam kegelapan (dalam perut ikan), beliau menyeru dengan tauhid dan istighfar, sebagaimana diceritakan oleh Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽุฐูŽุง ุงู„ู†ู‘ููˆู†ู ุฅูุฐู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ู…ูุบูŽุงุถูุจู‹ุง ููŽุธูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽู†ู’ ู†ูŽู‚ู’ุฏูุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู†ูŽุงุฏูŽู‰ ูููŠ ุงู„ุธู‘ูู„ูู…ูŽุงุชู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€œDan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka dia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, โ€œBahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.Maha Suci Engkau, sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang dzalimโ€œ (QS. Al-Anbiyaโ€™ [21]: 87).
Lihatlah, bagaimana Nabi Yunus menyeru dengan tauhid, disertai pengakuan terhadap dosa dan kesalahannya. Inilah adat kebiasaan orang-orang yang beriman, yaitu senantiasa dan terus-menerus beristighfar, lebih-lebih ketika berada di penghujung amal shalih, ketika di akhir majelis ilmu, atau ketika di pertemuan yang sifatnya umum. Karena bisa jadi dalam majelis tersbut terdapat ghibah, namimah (adu domba), dan senda gurau yang melampaui batas.
_*Perbaiki Tauhid dan Perbanyak Istighfar Di Penghujung Ramadhan*_
Demikianlah, kita memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk menutup bulan Ramadhan ini dengan dibebaskan dari api neraka, diterima amal-amal kita, dan senantiasa diberikan kebaikan dan keselamatan. Dan semoga Allah Taโ€™ala menyempurnakan pahala amal kita, memberikan kita hidayah untuk terus istiqamah dalam beribadah di sisa umur kita, bukan hanya di bulan Ramadhan ini saja.
Diselesaikan baโ€™da isya, Rotterdam NL 6 Ramadhan 1438/2 Juni 2017
Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id
Sumber : https://muslim.or.id/30453-akhir-bulan-ramadhan-antara-tauhid-dan-istighfar.html

Referensi:
Disarikan dari kitab Majaalisu Syahri Ramadhan Al-Mubaarak, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al-Fauzan, hal. 121-123 (cet. Daar Al-โ€˜Ashimah, tahun 1422)

                  โž–โž–๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒโž–โž–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s