Tahukah disyariatkannya i’tikaf

Disyariatkannya I’tikaf

I’tikaf disunnahkan pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya sepanjang tahun. Diriwayatkan secara shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Syawwal. [3]

Umar pernah berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pada masa Jahiliyyah dulu pernah bernadzar untuk melakukan i’tikaf satu malam di Masjidil Haram.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, penuhilah nadzarmu itu.” (Kemudian, Umar pun beri’tikaf satu malam). [4]

I’tikaf yang paling baik adalah dilakukan pada bulan Ramadhan. Hal tersebut berdasarkan hadits Abu Hurairah: “Rasulullah Shallallahu biasa beri’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Adapun pada tahun ketika beliau wafat, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” [5]

Adapun yang terbaik lagi adalah i’tikaf yang dilakukan pada hari-hari terakhir dari bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga Allah ‘Azza wa Jalla mewafatkan beliau (sampai akhir umurnya). [6]

_

[3] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (IV/226) dan Muslim (no. 1173).

[4] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (IV /237) dan Muslim (no. 1656).

[5] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (IV/245).

[6] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (IV/226) dan Muslim (no. 1173) dari Aisyah.

🖊 Asy-Syaikh Abu Al-Harits – ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdul Hamid Al-Halabi & 

🖊 Asy-Syaikh Abu Usamah – Salim bin ‘Ied Al-Hilali

📚 Judul Asli : Shifatu Shaumin Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam fii Ramadhan – Ahkaamul ‘Iidain fis Sunnatil Muthahharah; Penerbit/Tahun : Al-Maktabah Al-Islamiyyah, Yordania. Cet. IV, Th. 1412 H – 1992 M | Daar Ibnu Hazm, Libanon. Cet. II, Th. 1414 H – 1993 M; Judul Terjemahan : Meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Berpuasa & Berhari Raya; Penerjemah : M. Abdul Ghofar E.M.; Editor : Taufik Saleh AlKatsiri, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Arman Amry, Lc; Murajaah Akhir : Tim Pustaka Imam Asy-Syafi’i; Cetakan Keempat : Rajab 1435 H/Mei 2014 M; Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i; Kedua Puluh : I’tikaf; C. Disyariatkannya I’tikaf; Hal. : 128

🌐 pustakaimamsyafii.com | Penerbit Penebar Sunnah

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahRamadhan 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s