Kajian fiqih ramadhan: witir 3 rakaat

Kajian Fiqh Ramadlan:
๐Ÿ‘†๐Ÿผ๐Ÿ“– SHALAT WITIR TIGA RAKA’AT (3 Rakaat atau 2 + 1 Rakaat?)

โœ’ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰. 

โ–ถ Shalat Witir Tiga Rakaat, Bagaimana Melakukannya?
Kalau kita memilih shalat witir tiga rakaat, bagaimana cara melakukannya?
1โƒฃ Mengerjakan tiga rakaat dengan pola 2 โ€“ 1 (dua rakaโ€™at salam, lalu satu rakaโ€™at salam)
Dari โ€˜Aisyah, ia berkata,
ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ ููู‰ ุงู„ู’ุญูุฌู’ุฑูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ููŽูŠูŽูู’ุตูู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูู’ุนู ูˆูŽุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ุจูุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู ูŠูุณู’ู…ูุนูู†ูŽุงู‡ู.
โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu โ€˜alaihi wasallam memisah antara rakaโ€™at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.โ€ 

(HR. Ahmad 6: 83. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Nafiโ€™, ia berkata mengenai shalat witir dari Ibnu โ€˜Umar,
ุฃูŽู†ูŽู‘ ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ูŽ ุนูู…ูŽุฑูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุณูŽู„ูู‘ู…ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ูƒู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ููู‰ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ุŒ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูŽ ุจูุจูŽุนู’ุถู ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ู
โ€œIbnu โ€˜Umar biasa mengucapkan salam ketika satu rakaat dan dua rakaat saat witir sampai ia memerintah untuk sebagian hajatnya.โ€ (HR. Bukhari no. 991).
2โƒฃ Mengerjakan tiga rakaโ€™at sekaligus lalu salam.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠููˆุชูุฑูŽ ุจูุซูŽู„ุงูŽุซู ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’
“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.โ€ 

(HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari โ€˜Aisyah, ia berkata,
ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠููˆุชูุฑู ุจูุซูŽู„ุงูŽุซู ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุนูุฏู ุฅูู„ุงูŽู‘ ููู‰ ุขุฎูุฑูู‡ูู†ูŽู‘.
โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa berwitir tiga rakaโ€™at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada rakaโ€™at terakhir.โ€ 

(HR. Al Baihaqi 3: 28)
Kalau ingin melakukan tiga rakaโ€™at langsung tidak boleh diserupakan dengan shalat Maghrib.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู„ุง ุชูˆุชุฑูˆุง ุจุซู„ุงุซ ุฃูˆุชุฑูˆุง ุจุฎู…ุณ ุฃูˆ ุจุณุจุน ูˆู„ุง ุชุดุจู‡ูˆุง ุจุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ุบุฑุจ
“Janganlah lakukan shalat witir yang tiga rakaat seperti shalat Maghrib. Namun berwitirlah dengan lima atau tujuh rakaatโ€ 

(HR. Ibnu Hibban no. 2429, Al Hakim dalam Mustadroknya no. 1138 dan Al Baihaqi dalam Sunan Kubro no. 4593. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim). 
Artinya, kalau caranya seperti shalat Maghrib berarti yang tiga rakaat memakai tasyahud awal di dalamnya. Itu yang tidak dibolehkan pada tiga rakaat.
Dalam Syarhul Mumthiโ€™ (4: 79), Syaikh Muhammad Al โ€˜Utsaimin rahimahullah berkata, โ€œHadits ini menunjukkan bahwa syariโ€™at ingin agar ibadah sunnah tidak disamakan dengan ibadah wajib.โ€
Kedua cara di atas boleh dilakukan. Para ulama memilih di antara kedua cara itu manakah yang lebih afdhol. Intinya kedua cara di atas boleh dilakukan.
๐ŸŒŽ rumaysho.com

๐Ÿ“๐Ÿ’ก Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868) 
SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel:  @kajianIslamadina โ–ถ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s