Kajian fiqih ramadhan: doa mustajab diwaktu sahur

Kajian Fiqh Ramadlan:
๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“– Doa Mustajab di Waktu Sahur

โœ’ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰. 

Sebagian kita mengira bahwa waktu sahur hanyalah waktu untuk menyantap makanan. Padahal waktu tersebut bisa pula kita gunakan untuk memanjatkan doa kepada Allah Taโ€™ala, untuk memohon setiap hajat-hajat kita.
Dalam hadits muttafaqun โ€˜alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ุชูŽุณูŽุญู‘ูŽุฑููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ุณู‘ูŽุญููˆุฑู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู‹
โ€œMakan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.โ€ 

(HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).
Imam Nawawi berkata bahwa bentuk keberkahan makan sahur di antaranya adalah karena waktu itu orang bangun, ada dzikir dan doโ€™a pada waktu mulia tersebut. Saat itu adalah waktu diturunkannya rahmat serta diterimanya doa dan istighfar. 

(Syarh Shahih Muslim, 9: 182)
Dalam hadits ini kita akan melihat keberkahan waktu sahur tersebut. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ุขุฎูุฑู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูู‰ ููŽุฃูŽุณู’ุชูŽุฌููŠุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู†ูู‰ ููŽุฃูุนู’ุทููŠูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู†ูู‰ ููŽุฃูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู
โ€œRabb kita tabaroka wa taโ€™ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, โ€œSiapa saja yang berdoโ€™a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.โ€ 

(HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758). 
Imam Nawawi berkata, 

โ€œPada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu.โ€ 
Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, 

โ€œDoa dan istighfar di waktu sahur adalah  diijabahi (dikabulkan).โ€ 

(Fathul Bari, 3: 32).
Hal di atas dikuatkan dengan firman Allah Taโ€™ala,
ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููŠู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุญูŽุงุฑู
โ€œDan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.โ€  

(QS. Ali Imran: 17).
Jadi jangan sibukkan diri di waktu sahur dengan aktivitas makan saja. Ambillah kesempatan untuk shalat malam, yang penting tidak ada dua witir dalam satu malam. Lalu tambahlah dengan panjatkan doa sesuai dengan hajat yang kita minta.
Semoga Allah perkenankan setiap doa kita di bulan Ramadhan.

๐ŸŒŽ rumaysho.com
๐Ÿ“๐Ÿ’ก Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868) 
SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel:  @kajianIslamadina โ–ถ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s