Tahukah pembatal puasa yg disepakati (1)

Pembatal Puasa yang Disepakati

Sebelumnya perlu diketahui bahwa hukum asal dari seseorang yang telah berniat puasa, maka puasanya tetap syah dan tidak batal sampai ada dalil yang meyakinkan bahwa puasanya batal. Karenanya setiap orang yang mengklaim sesuatu itu pembatal puasa maka dia dituntut untuk mendatangkan dalil atas klaimnya. Jika dalilnya benar maka diterima dan jika tidak ada dalilnya maka klaimnya tertolak.

Juga penting untuk diketahui bahwa semua pembatal puasa yang akan kami sebutkan, baik yang disepakati maupun yang diperselisihkan, dia nanti membatalkan puasa jika yang melakukannya adalah orang yang: Sengaja, atas kehendak sendiri (tidak terpaksa), dan tahu kalau hal itu membatalkan puasa. Karenanya jika ada seseorang yang mengerjakan pembatal puasa, akan tetapi dia tidak sengaja atau karena dipaksa atau karena tidak mengetahui kalau itu pembatal puasa, maka puasanya tetap syah dan tidak ada dosa atasnya, sebagaimana yang akan datang rinciannya, wallahu a’lam. [Lihat penjabaran dan penerapan kaidah ini dalam Ithaful Anam hal. 71-75, 101-102.]

Berikut beberapa pembatal puasa yang disepakati: (1/3)

1. Makan dan Minum.

Keduanya membatalkan puasa jika dikerjakan dengan sengaja berdasarkan Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’.

• Allah Ta’ala berfirman, “Maka sekarang silakan kalian menyentuh mereka (istri kalian) dan carilah apa yang Allah telah tetapkan untuk kalian. Dan makan dan minumlah kalian hingga nampak benang putih dari benang hitam yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)

• Adapun dari hadits, maka sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits qudsi:

يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِيْ

“Dia meninggalkan makanannya, minumannya, dan syahwatnya karena Aku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

• Ijma’ akan hal ini telah dinukil oleh sejumlah ulama, di antaranya: Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla (733), Ibnul Mundzir dalam Al-Isyraf dan Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (3/14)

[Dikutip dari: http://al-atsariyyah.com/pembatal-puasa-yang-disepakati.html# ]

Oleh : Al-Ustâdz Abu Muawiah Muh. Arvan Amal 

al-atsariyyah.com | Meniti Jejak As-Salaf Ash-Shaleh 

*[Bersambung, in syâ Allâh]*

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahRamadhan 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s