Tahukah hukum biji tasbih

๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“– Hukum Biji Tasbih

โœ’ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰. 
Bagaimana hukum biji tasbih? Apakah diperbolehkan berdzikir dengan menggunakan biji tasbih? 
Rincian yang baik mengenai hukum biji tasbih, dibolehkan jika ada kebutuhan untuk menggunakannya. Sedangkan jika tujuan menggunakannya untuk memamerkan amalan, maka hukumnya haram karena itu termasuk riyaโ€™ atau memamerkan amalan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,
โ€œMenghitung tasbih dengan jari itu dianjurkan (disunnahkan). Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kepada para wanita, โ€œBertasbihlah dan hitunglah dengan jari karena sesungguhnya jari jemari itu akan ditanyai dan diminta untuk berbicara.โ€
Sedangkan berdzikir dengan menggunakan biji atau kerikil atau pun semisalnya maka itu adalah perbuatan yang baik. Di antara para sahabat ada yang melakukan seperti itu. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga melihat salah seorang isterinya bertasbih dengan menggunakan kerikil dan beliau membiarkannya. Terdapat pula riwayat yang menunjukkan bahwa Abu Hurairah bertasbih dengan menggunakan kerikil.
Adapun bertasbih dengan menggunakan manik-manik yang dirangkai menjadi satu (sebagaimana biji tasbih yang kita kenal saat ini, pent) maka ulama berselisih pendapat. Ada yang menilai hal tersebut hukumnya makruh, ada pula yang tidak setuju dengan hukum makruh untuk perbuatan tersebut.
Kesimpulannya, jika orang yang melakukannya itu memiliki niat yang baik (baca: ikhlas) maka berzikir dengan menggunakan biji tasbih adalah perbuatan yang baik dan tidak makruh.
Adapun memiliki biji tasbih tanpa ada kebutuhan untuk itu atau mempertontonkan biji tasbih kepada banyak orang semisal dengan mengalungkannya di leher atau menjadikannya sebagai gelang di tangan atau semisalnya maka status pelakunya itu ada dua kemungkinan. 
Kemungkinan pertama, dia riyaโ€™ dengan perbuatannya tersebut. Kemungkinan kedua, dimungkinkan dia akan terjerumus ke dalam perbuatan riyaโ€™ dan perbuatan tersebut adalah perbuatan menyerupai orang-orang yang riyaโ€™ tanpa ada kebutuhan.
Jika benar kemungkinan pertama maka hukum perbuatan tersebut adalah haram.
Jika yang tepat adalah kemungkinan yang kedua maka hukum yang paling ringan untuk hal tersebut adalah makruh.
Sesungguhnya memamerkan ibadah mahdhah semisal shalat, puasa, dzikir dan membaca Al Qurโ€™an kepada manusia adalah termasuk dosa yang sangat besarโ€. 

(Majmuโ€™ Al Fatawa, 22: 506)
Kalau kita perhatikan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah membagi hukum tasbih sebagai berikut:
1โƒฃ Jika ada kebutuhan untuk menggunakan biji tasbih, maka dibolehkan.
2โƒฃ Jika untuk memamerkan amalan dan agar disebut orang yang  rajin dzikir dengan memamerkan biji tasbih sambil mengalungkan atau memakai gelang di tangan, maka seperti itu diharamkan dan termasuk dalam perbuatan riyaโ€™.
Namun yang dianjurkan adalah berdzikir dengan menggunakan jari-jemari karena setiap jari ini akan ditanyai pada hari kiamat.
Dari Yusairah seorang wanita Muhajirah, dia berkata:
ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ุชู‘ูŽุณู’ุจููŠุญู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‡ู’ู„ููŠู„ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ุฏููŠุณู ูˆูŽุงุนู’ู‚ูุฏู’ู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุฃูŽู†ูŽุงู…ูู„ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŽุงุชูŒ ู…ูุณู’ุชูŽู†ู’ุทูŽู‚ูŽุงุชูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุบู’ููู„ู’ู†ูŽ ููŽุชูŽู†ู’ุณูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉ
โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata kepada kami: โ€œHendaknya kalian bertasbih (ucapkan subhanallah), bertahlil (ucapkan laa ilaha illallah), dan bertaqdis (mensucikan Allah), dan himpunkanlah (hitunglah) dengan ujung jari jemari kalian karena itu semua akan ditanya dan diajak  bicara, janganlah kalian lalai yang membuat kalian lupa dengan rahmat Allah.โ€ 

(HR. At Tirmidzi no. 3583 dan Abu Daud no. 1501 dari hadits Hani bin โ€˜Utsman dan dishahihkan Adz Dzahabi. Sanad hadits ini dikatakan hasan oleh Al Hafizh Abu Thohir)
Masalah di atas adalah masalah khilafiyah yang bisa ditolerir. Jadi saling berlapang dadalah dalam menyikapi perbedaan semacam ini.
Wallahu aโ€™lam. Hanya Allah yang memberi taufik.

๐ŸŒŽ rumaysho.com
๐Ÿ“๐Ÿ’ก Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868) 
SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel:  @kajianIslamadina โ–ถ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s