Tahukah apa itu suplemen makanan (3)

*_Media Kesehatan:_*

Melanjutkan pembahasan sebelumnya menenai suplemen, kini kita sudah tahu jika vitamin terbagi menjadi dua kelompok yaitu vitamin larut air dan larut lemak. Yang termasuk vitamin larut lemak yaitu viamin A, D, E dan K._

Karena sifatnya yang larut lemak, maka vitamin golongan ini dapat disimpan oleh tubuh di jaringan lemak.  Jumlah yang disimpan pun cukup untuk kebutuhan sehari-hari pada kondisi normal. Sehingga, penggunaan suplemen yang mengandung vitamin jenis ini untuk jangka besar secara umum tidak disarankan, kecuali ada rekomendasi tertentu dari dokter.

*b. Vitamin larut air*

Berbeda dengan vitamin A, D, E dan K yang larut lemak, vitamin B dan C merupakan vitamin larut air. Karena sifatnya ini, maka vitamin B dan C sangat mudah dikeluarkan melalui urin  lewat ginjal. Karena itu, asupan tiap hari diperlukan (dari makanan). Suplemen mengandung vitamin B dan C dalam jumlah berlebihan juga tidak disarankan dikonsumsi terus menerus karena tubuh tidak mampu menyimpan dalam jumlah banyak dan akan dengan segera dikeluarkan jika tidak digunakan.

Vitamin B 

lazim juga disebut B Kompleks. Yang termasuk dalam vitamin B ini adalah tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin, piridoksin (B6), asam pantotenat, biotin, asam folat dan sianokobalamin (B12). 

Vitamin-vitamin ini dalam tubuh fungsinya membantu kerja enzim (kofaktor) dalam berbagai sistem metabolisme (karbohidrat, lemak dan protein). Asam folat dan B12 juga memiliki peranan dalam pembentukan dan pematangan sel darah merah. 

Sumber yang banyak mengandung B Kompleks anatara lain dari susu, kacang-kacangan, sayuran hijau, daging, ikan, jagung, dan telur.

Vitamin C 

dikenal juga dengan nama asam askorbat. Fungsinya dalam tubuh antara untuk pembentukan kolagen, penyembuhan luka dan membantu absorpsi besi dari saluran cerna. 

Seperti yang sudah disampaikan diatas, asupan vitamin larut air dalam jumlah besar (melebihi kebutuhan) akan dikeluarkan lewat urin, inilah alasan mengapa pada penggunaan suplemen vitamin C dalam dosis besar (1000 miligram – 3 gram) sehari dapat terjadi pembentukan batu oksalat pada ginjal (oksalat merupakan hasil metabolisme dari vitamin C). 
*_Asupan vitamin C banyak didapatkan dari tomat, melon dan jeruk._*
(bersambung)
catatan: Materi diperoleh dari leaflet yang disusun Pusat Informasi Obat dan Makanan BBPOM Surabaya dengan penambahan tanpa mengubah substansi.

———————-

Kontak Admin Media Kesehatan: @mediakesehatan_admin

               📒📕📗

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s