Tahukah apa itu suplemen makanan (1)

*_Media Kesehatan:_*

Mungkin kita atau orang-orang dekat kita sering mengkonsumsi suplemen makanan. Produk-produk multivitamin-mineral yang banyak beredar seperti Enervon-C, Fatigon,  Hemaviton, CDR, Sangobion, dan Tonikum Bayer kesemuanya itu terdaftar pada BPOM sebagai produk suplemen makanan._

_Apa sebenarnya yang disebut suplemen makanan? Apa saja yang perlu diperhatikan?_ 

_Bagaimana cara pemakaiannya?_

_Mari kita pelajari lebih dalam  mengenai suplemen makanan._

Suplemen makanan merupakan produk yang digunakan untuk melengkapi makanan, khusunya kebutuhan gizi. Suplemen makanan dapat mengandung satu atau lebih bahan yang berupa vitamin, mineral, asam amino atau bahan lain yang mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis.

*Yang dimaksud*
*a.* Vitamin, misalnya vitamin A, B, C, D dan E
*b.* Mineral, misalnya Kalsium, Besi, Seng, Magnesium
*c.* Asam Amino, misalnya arginin, L-Carnitin, Glutamin
*d.* Bahan lain seperti Echinacea, Chondroitin, Glukosamin, kafein

(fungsi masing-masing bahan tersebut akan dibahas kemudian)

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan suplemen makanan:

*1. Suplemen makanan bukan obat.* Produk ini dapat dibeli bebas, namun hanya dikunsumsi jika diperlukan (misalnya saat kondisi sakit). Sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker terkait penggunaan suplemen.

*2.* Perhatikan legalitas suplemen yang hendak kita beli/gunakan. Suplemen yang boleh beredar di Indonesia adalah yang terdaftar pada BPOM. Nomer registrasinya berkode BPOM SI (suplemen import) atau BPOM SD (produksi lokal).  Website berikut dapat digunakan untuk cek legalitas produk http://cekbpom.pom.go.id/ 

*3.* Perhatikan cara penyimpanan yang dianjurkan, umumnya disimpan di tempat sejuk, terlindung dari cahaya dan tidak lembap. Perhatikan pula tanggal kadaluarsa pada kemasan. Perhatikan pula penampakan fisik dari suplemen yang hendak digunakan, jika ada perubahan warna, bau atau rasa sebaiknya tidak digunakan lagi.

*4.* Perhatikan aturan pakai setiap akan menggunakan suplemen. Jangan menggunakan melebihi dosis yang dianjurkan kecuali ada arahan dari dokter. 

*5.* Beberapa produk suplemen dapat berinteraksi dengan obat. Misalnya suplemen yang mengandung mineral (seperti kalsium dan besi) dapat berinteraksi dengan tetrasiklin (suatu antibiotik). 
Secara umum suplemen dapat diminum 1-2 jam setelah minum obat tersebut. Anda dapat menanyakan pada apoteker atau dokter tentang cara pakai obat dan suplemen.

*6.* Hati-hati bila
*a.* sedang menggunakan obat 
*b.* mempunyai masalah kesehatan atau menderita penyakit tertentu
*c.* mempunyai rwayat alergi
*d.* sedang diet khusus
*e.* sedang hamil, merencanakan hamil atau menyusui.

*7.* Beberapa bahan yang terdapat dalam produk suplemen dapat menimbulkan efek samping seperti reaksi alergi, gangguan lambung, sakit kepala dan menimbukan kecemasan. Perhatikan dengan seksama jika mengalami efek seperti itu, dan segera hentikan penggunaan suplemen tesebut.
(bersambung)

*catatan: Materi diperoleh dari leaflet yang disusun Pusat Informasi Obat dan Makanan BBPOM Surabaya dengan sedikit penambahan tanpa mengubah substansi.*

โ€”——————-

Kontak Admin Media Kesehatan: @mediakesehatan_admin

               ๐Ÿ“’๐Ÿ“•๐Ÿ“˜

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s