Sehat bukan sekedar tidak adanya penyakit

“Bagaimana kondisi bapak” tanyaku pada kolega kerja

“Waah anyel aku, pada dokternya” jawabnya

“Lhoo memang kenapa” sahutku

“ga ramah” keluh kolegaku dan kemudian cerita panjang lebar tentang keanyelan hatinya saat mengantar ayahnya kontrol ke dokter

“besok lagi, kalau habis bapak diperiksa, langsung bilang selamat sore dokter, apa kabar” kataku sambil memiringkan kepala memandang wajah kolegaku memberi contoh nanti saat menyapa dokter

“hahahaha” kolegaku ketawa terbahak-bahak

“ide yang bagus, boleh juga dicoba tuuh saat mengantar bapak kontrol lagi” lanjutnya

itu sepenggal percakapanku dengan kolega sambil berjalan menuju mesin absen untuk pulang.

Sampai dirumah aku jadi teringat buku dokter Tan. Buku sudah kubeli akhir tahun 2015, tapi entah kenapa masih terbungkus rapi tak tersentuh, padahal juga sudah diletakkan didekat tempat tidur agar tertarik untuk dibaca menjelang tidur….akhirnya 2minggu lalu baru bisa selesai kubaca buku yang pertama kali lihat judulnya lamgsung tertarik untuk membeli….”Saya pilih sehat dan sembuh” tulisan dokter Tan Shot Yen. Dokter cantik yang sangat menjiwai sebagai dokter secara keseluruhan.

Menurut tulisan dokter Tan di bab 1 buku “saya pilih sehat dan sembuh” definisi sehat yang dikeluarkan salah satu lembaga dunia yang pernah beliau baca, sehat bukan hanya istilah yang dikenakan hanya pada tubuh fisik seseorang, melainkan keseluruhan dari orang tersebut, dari sisi emosional, spiritual, bahkan sosiokultural dan finansial.

Nah dokter yang ditemui kolegaku saat mengantar ayahnya kontrol bukanlah termasuk dokter yang menerapkan definisi sehat dalam buku “aku pilih sehat dan sembuh”. Entah masih berapa banyak dokter yang menjiwai definisi sehat seperti diatas.

Menurut dokter Tan, perangkat manusia hidup tidak hanya fisik, tetapi kesatuan erat antara tubuh, pikiran/emosi dan spirirualitas. Untuk sehat dan sembuh harus mengatur itu semua.

perilaku hidup sehat mencakup:

  • pilihan asupan
  • pilihan kegiatan/gaya hidup
  • pilihan menjadi kritis

Pilihan asupan:

  • apa yang layak dimakan/diminum
  • apa yang layak dipikirkan
  • apa yang layak disyukuri

Pilihan kegiatan/gaya hidup:

  • apa yang layak dikerjakan saat ini
  • apa yang layak dipertahankan
  • apa yang layak diubah

 

Pilihan menjadi kritis:

  • menjadi cerdas, selektif
  • pemberdayaan diri, bukan menjadi korban

Semoga bermanfaat.

Salam sehat

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s