Tahukah hidradinitis suppurativa

​Bismillaah……….

📗 FAKTOR PENYEBAB HIDRADENITIS SUPPURATIVA 

Hidradenitis suppurativa atau acne inversa merupakan penyakit kulit jangka panjang yang menyebabkan timbulnya benjolan  di bawah kulit di dekat kelenjar keringat, contohnya ketiak dan di antara bokong. 

Kondisi ini juga bisa muncul pada bagian di mana kulit saling bergesekkan, misalnya di antara paha, selangkangan, atau di bawah payudara pada wanita. 

Benjolan yang muncul bisa terinfeksi, lalu terisi nanah dan berbau jika kantong ini pecah. 

Benjolan nanah ini disebut abses dan jika pecah dan mengering akan meninggalkan jaringan parut.
Benjolan yang disebabkan hidradenitis suppurativa umumnya terasa nyeri. 

Meski tidak terjadi pada semua kasus, biasanya saluran di bawah kulit yang menghubungkan benjolan-benjolan hidradenitis suppurativa akan terbentuk. 

Saluran-saluran sempit ini disebut saluran sinus.
Biasanya, hidradenitis suppurativa muncul pada masa puber dan bertahan selama beberapa tahun. 
Beberapa faktor yang memengaruhi risiko seseorang terkena hidradenitis suppurativa adalah :
■ Keturunan. 

Hidradenitis suppurativa bisa muncul pada seseorang karena faktor genetik.
■ Wanita. 

Dibandingkan pria, hidradenitis suppurativa lebih sering menyerang wanita.
■ Faktor usia. 

Biasanya hidradenitis suppurativa menyerang seseorang yang masih remaja atau berusia 20 tahunan.

Jarang pada usia sebelum pubertas atau setelah menopause.
■ Obesitas atau perokok. Kebanyakan penderita hidradenitis suppurativa mengalami obesitas atau seorang perokok.
■ Hirsutisme. 

Seorang yang memiliki kondisi tubuh yang memiliki pertumbuhan rambut berlebihan dengan atau tanpa jerawat, punya risiko lebih besar terkena hidradenitis suppurativa.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hidradenitis suppurativa berkembang menjadi lebih parah dan agar tidak kambuh kembali, yaitu :
● Kenakan pakaian yang tidak terlalu ketat
● Berhenti merokok
● Jaga kebersihan kulit dan anggota badan
● Mengontrol berat badan
● Jangan mencukur area kulit yang terinfeksi, agar tidak terjadi iritasi. Sekaligus hindari penggunaan parfum atau deodoran pada area yang terinfeksi
● Jaga suhu tubuh agar tidak terlalu sering berkeringat
(Alodokter)
Oleh : Herbal Sunnah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s