Bolehkan menyambung tangan yang dipotong karena qishas

*_Raehanul Bahraen_*

_*“`Yang Dipotong Karena Mencuri“`*_ *_(Hukuman Hadd/_*

*_Qishas)?_*
Dalam hukum syariat anggota badan seseorang bisa dipotong misalnya kaki atau tangan sebagai hukuman hadd bagi dia ataupun sebagai qishas

karena telah memotong atau merusak anggota badan orang lain dengan sengaja. 
Bagaimana jika tangan yang sudah dipotong itu misalnya,

disambung kembali dengan menggunakan teknologi kedokteran bedah saat ini? 
Berikut fatwanya.

ﻗﺮﺍﺭ ﻣﺠﻤﻊ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺍﻹﺳﻼﻣﻲ ﺑﺸﺄﻥ ﺯﺭﺍﻋﺔ ﻋﻀﻮ ﺍﺳﺘﺆﺻﻞ

ﻓﻲ ﺣﺪ ﺃﻭ ﻗﺼﺎﺹ

_*“`Ketetapan Majma’ Fikih Al-Islami mengenai transplantasi (menyambung) kembali anggota“`*_ _*“`badan yang dipotong dalam hukuman hadd atau“`*_ _*“`qishas“`*_

1- ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺷﺮﻋﺎً ﺇﻋﺎﺩﺓ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺍﻟﻤﻘﻄﻮﻉ ﺗﻨﻔﻴﺬﺍً ﻟﻠﺤﺪ ﻷﻥ

ﻓﻲ ﺑﻘﺎﺀ ﺃﺛﺮ ﺍﻟﺤﺪ ﺗﺤﻘﻴﻘﺎً ﻛﺎﻣﻼً ﻟﻠﻌﻘﻮﺑﺔ ﺍﻟﻤﻘﺮﺭﺓ ﺷﺮﻋﺎً،

ﻭﻣﻨﻌﺎً ﻟﻠﺘﻬﺎﻭﻥ ﻓﻲ ﺍﺳﺘﻴﻔﺎﺋﻬﺎ، ﻭﺗﻔﺎﺩﻳﺎً ﻟﻤﺼﺎﺩﻣﺔ ﺣﻜﻢ

ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻓﻲ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ .

2- ﺑﻤﺎ ﺃﻥ ﺍﻟﻘﺼﺎﺹ ﻗﺪ ﺷﺮﻉ ﻹﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﻌﺪﻝ، ﻭﺇﻧﺼﺎﻑ

ﺍﻟﻤﺠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺻﻮﻥ ﺣﻖ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻟﻠﻤﺠﺘﻤﻊ، ﻭﺗﻮﻓﻴﺮ

ﺍﻷﻣﻦ ﻭﺍﻻﺳﺘﻘﺮﺍﺭ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻋﺎﺩﺓ ﻋﻀﻮ ﺍﺳﺘﺆﺻﻞ

ﺗﻨﻔﻴﺬﺍً ﻟﻠﻘﺼﺎﺹ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻻﺕ ﺍﻟﺘﺎﻟﻴﺔ :

ﺃ ‏) ﺃﻥ ﻳﺄﺫﻥ ﺍﻟﻤﺠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻌﺪ ﺗﻨﻔﻴﺬ ﺍﻟﻘﺼﺎﺹ ﺑﺈﻋﺎﺩﺓ

ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺍﻟﻤﻘﻄﻮﻉ .

ﺏ ‏) ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻤﺠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﻗﺪ ﺗﻤﻜﻦ ﻣﻦ ﺇﻋﺎﺩﺓ ﺍﻟﻌﻀﻮ

ﺍﻟﻤﻘﻄﻮﻉ ﻣﻨﻪ .

3- ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻋﺎﺩﺓ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﺳﺘﺆﺻﻞ ﻓﻲ ﺣﺪ ﺃﻭ

ﻗﺼﺎﺹ ﺑﺴﺒﺐ ﺧﻄﺄ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻨﻔﻴﺬ .

_*“`Pertama:“`*_

Tidak boleh secara syariat mengembalikan anggota badan yang terpotong dalam

pelaksanaan hukuman hadd. Karena tetapnya dampak dari hukuman hadd (tangan tetap

terpotong) merupakan realisasi sempurna dari hukuman yang telah ditetapkan syariat. Dalam

rangka untuk mencegah peremehan dalam pelaksanaannya dan mencegah berbenturnya hukum syariat secara dzahir.

_*“`Kedua:“`*_

Dikarenakan qishas telah disyariatkan untuk menegakkan keadilan dan hak kesamaan bagi korbannya, menjaga hak (keseimbangan) kehidupan masyarakat dan mewujudkan keamanan dan stabilitas. Maka tidak dibolehkan mengembalikan anggota badan yang terpotong dalam pelaksanaan hukuman qishas kecuali dalam keadaan berikut:

*_1 ._* Korban (yang didzalimi/dipotong anggota tubuhnya) mengizinkan bagi pelaku (tersangka) setelah pelaksanaan hukuman qishas untuk mengembalikan (operasi menyambungkan) anggota badan yang terpotong

*_2._* Korban memungkinkan untuk dikembalikan anggota badannya yang telah terpotong

(sehingga adil, korban bisa disambung dan pelaku (tersangka) juga bisa disambung, pent)

_*“`Ketiga:“`*_

Boleh mengembalikan (operasi menyambungkan) anggota badan dalam hukuman hadd atau qishas yang sebabnya adalah tidak sengaja dalam

hukum atau pelaksanaannya.
_*“`Sumber: http://www.alftwa.com“`*__*“`/v/“`*_

_*“`9a770678c03c39aa dan http:“`*_ _*“`//www.saaid.net/“`*_

_*“`tabeeb/15.htm“`*_
*_dr. Raehanul Bahraen,_*

*_Pogung Baru-Jogja_*

*_6 Rabi’ul Awwal 1434 H_*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s