Mandi wajib di sungai

Assalamu’ailaikum Ustadz, bagaimana cara mandi wajib/junub jika di sungai atau empang? (bukan di kamar mandi). 

Apa setelah baca niat langsung nyemplung aja. 

Syukron.

Dari Boy
Jawaban : 
Wa alaikumussalam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Para ulama menyebutkan bahwa mandi wajib ada 2 hukum,
Mandi wajib yang sempurna (al-Ghaslu al-Kamil).

Mandi wajib yang memiliki status minimal sah sebagai mandi wajib (al-Ghaslu al-Mujzi’) 
Pertama, 

al-Ghaslu al-Kamil, mandi wajib yang nilainya sempurna.
Itulah mandi wajib yang memenuhi semua rukun dan sunah-sunah dalam mandi. 

Cara mandi wajib yang sempurna, bisa anda pelajari di : 

Cara Mandi Wajib
dan ciri khas mandi wajib yang sempurna, sebelumnya didahului dengan membersihakn organ intim kemudian dilanjutkan dengan wudhu.
Kedua, 

al-Ghaslu al-Mujzi’, yaitu mandi yang memiliki status minimal sah.
Itulah mandi junub yang HANYA memenuhi bagian yang menjadi rukun saja, tanpa melakukan sunah-sunah mandi.
Dan rukun mandi ada 2 (Fiqh Sunah, Sayid Sabiq, 1/72) :
Niat untuk membersihkan hadats besar atau berniat untuk mandi besar.

Membasahi seluruh tubuh dengan air, dari ujung rambut hingga ujung kaki 
Al-Mubarokfuri menukil beberapa keterangan ulama,
وقالوا إن انغمس الجنب في الماء ولم يتوضأ أجزأه يعني الوضوء ليس بواجب في غسل الجنابة وهو قول الشافعي وأحمد وإسحاق وهو قول أبي حنيفة وأصحابه قال الشافعي في الأم فرض الله تعالى الغسل مطلقا لم يذكر فيه شيئا يبدأ به قبل شيء فكيفما جاء به المغتسل أجزأه إذا أتى بغسل جميع بدنه
Para ulama mengatakan, ketika orang yang junub membasahi dirinya ke dalam air, dan tidak wudhu maka mandinya sah. 

Artinya, wudhu itu tidak wajib dalam mandi junub. 

Ini adalah pendapat as-Syafii, Ahmad, Ishaq, Abu Hanifah dan ulama madzhab hanafiyah. 

as-Syafii dalam al-Umm mengatakan, ‘Allah mewajibkan mandi secara mutlak. 

Tanpa menyebutkan sesuatu yang harus dikerjakan sebelumnya. 

Karena itu, apapun cara yang dilakukan orang yang mandi junub maka mandinya sah, selama dia membasahi seluruh tubuhnya.’
Al-Mubarokfuri juga menukil keterangan adanya ijma ulama,
قال بن عبد البر هو أحسن حديث روي في ذلك فإن لم يتوضأ قبل الغسل ولكن عم جسده ورأسه ونواه فقد أدى ما عليه بلا خلاف لكنهم مجمعون على استحباب الوضوء قبل الغسل
Ibnu Abdil Bar mengatakan, hadits A’isyah adalah hadits terbaik yang menjelaskan masalah tata cara mandi. Namun jika seseorang tidak wudhu sebelum mandi, akan tetapi dia membasahi seluruh badannya dan kepalanya, serta berniat mandi junub, maka dia telah melakukan mandi junub yang sah, tanpa ada perbedaan pendapat ulama. 

Akan tetapi mereka sepakat, bahwa dianjurkan wudhu sebelum mandi.
(Tuhfah al-Ahwadzi, 1/299)
Berdasarkan keterangan di atas, orang yang junub kemudian dia mandi di kolam renang atau di empang atau dia mengguyur air ke seluruh badannya, selama diiringi niat untuk mandi besar maka sah mandinya dan suci dari hadas besar.
Allahu a’lam
Dijawab oleh : 

Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Shared from Konsultasi Syariah for android http://bit.ly/KonsultasiSyariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s