Bilakah bobot janin terlalu besar

​Bismillaah……….

BOBOT JANIN TERLALU BESAR

KENALI FAKTOR RESIKO DAN AKIBATNYA
Setelah menikah, hamil salah satu fase yang paling dinanti seorang istri. 

Apa pun akan dilakukan calon orang tua agar bayi lahir normal. 

Namun jika janin memiliki bobot terlalu besar, anda patut waspada. 

Ada sejumlah faktor penyebab dan resiko mengintai ibu juga si kecil.
Pertanyaan yang kemudian muncul di benak ibu, pada level berapa gram berat badan janin dikatakan berlebih atau malah terlalu rendah? 

“Dikatakan berlebih jika berat badan bayi mencapai atau lebih dari 4000 gram atau 4 kilogram. 

Tentu rendah apabila berat badan bayi tidak sesuai dengan umur kehamilannya,” terang Dr. Sita Daniswati, Sp.OG. 
Bobot janin bisa berlebih karena dipengaruhi beberapa faktor. 

“Ibu hamil dengan DM, faktor genetik, dan ibu hamil dengan overweight. Ketiganya memperbesar resiko bobot janin berlebih. 

Jika ibu hamil dengan riwayat DM tidak rajin kontrol, janin akan menerima pasokan gula berlebih dari si ibu. Pasokan itu kemudian diubah menjadi protein dan lemak. 

Akibatnya, ukuran janin membesar,” ulas Sita. 
Sementara ibu yang overweight berpeluang melahirkan bayi berukuran besar. Sepintas, janin berukuran ” jumbo” terlihat lucu dan menggemaskan. 

Di balik kesan itu, beberapa resiko yang menghantui : gangguan kesehatan maupun gangguan tumbuh kembang si kecil.
Resiko lainnya ialah kelainan jantung, kelainan neurologis dan psikologi pada bayi di kelak kemudian hari, hingga kematian mendadak janin dalam rahim. 

Resiko lain yang patut diindahkan orang tua, janin yang lahir dengan bobot berlebih dapat mengalami hipoglikemia, gangguan kesehatan karen kadar dalam darah berada di bawah kadar normal. 
Resiko ini patut diperhatikan si ibu. 

Ini terkait keselamatan ibu dan bayi pada saat persalinan. 
“Karena ukuran bayi tetlalu besar, akan ada paksaan untuk lahir. Akibatnya, terjadi robekan pada jalan lahir dan peregangan tulang simfisis (tulang dihubungkan oleh tulang rawan, bentuknya seperti cakram. Misalnya, hubungan antara ruas-tuas tulang belakang). Ibaratnya, pintu panggul tidak muat untuk dilewati bayi namun dipaksakan harus muat. 

Akibatnya, terjadi peregangan. 

Ini membahayakan kondisi ibu,” demikian Sita menerangkan. 
Dr. Sita mengajak para ibu melakukan 3 langkah sederhana selama kehamilan supaya berat badan janin berkembang secara optimal namun tidak berlebih. 
1. Rajin periksa kandungan. 

Ketika kontrol, lakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui perkembangan berat janin. 

Jangan lupa cek laboratorium untuk memantau adanya DM.
2. Untuk menekan laju pertumbuhan bobot janin, perbanyak konsumsi buah dan sayuran pada trisemesyer ketiga.

Hindari camilan junk food dan kudapan yang mengandung banyak zat gula seperti es krim dan pudding. 
3. Berbadan dua bukan alasan untuk berhenti OR. Anda bisa menghindarkan janin dari kelebihan bobot dengan berolahraga. “Renang dan jalan pagi sangat disarankan. 

Jangan lupa, atur pola makan anda.
Demikianlah faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh ibu yang sedang hamil.

Sumber : 

Dr. Sita Daniswati, Sp.OG, RSB BUNDA JAKARTA PUSAT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s