Sholat sunnah mutlak sebelum sholat jum’at

​👆🏼📖 Shalat Sunnah Mutlak Sebelum Khutbah Jumat
✒ Ustadz Ammi Nur Baits
Di antara tuntunan para sahabat radhiallahu ‘anhum  bagi orang hendak shalat Jumat adalah melaksanakan shalat sunnah sebelum khatib naik mimbar. Dimulai sejak dia masuk masjid sampai khatib naik mimbar. Pembahasan ini dimasukkan dalam kajian tentang shalat Dhuha, karena shalat sunnah sebelum Jumat dilaksanakan di waktu dhuha.
Berikut adalah beberapa dalil disyariatkannya shalat (sunnah mutlak –ed.) sebelum Jumat:
1⃣ Dari Nafi –mantan budak Ibnu Umar– mengatakan, “Dulu, Ibnu Umar memperlama shalat sunnah sebelum Jumatan. Kemudian, beliau shalat dua rakaat setelah shalat Jumat. Dan beliau menyampaikan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  dulu melakukan hal itu.” (HR. Abu Daud – Shahih Sunan Abi Daud, 998).
2⃣ Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang mandi, kemudian berangkat ke masjid untuk shalat Jumat, kemudian shalat sunnah sesuai dengan yang dia kehendaki, kemudian diam (mendengarkan khutbah) sampai khutbah selesai, kemudian shalat bersama imam, maka dia diampuni antara hari Jumat tersebut sampai Jumat depan ditambah tiga hari.” 

(HR. Muslim, 857).
An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat pelajaran, bahwa shalat sunnah sebelum datangnya imam di hari Jumat adalah dianjurkan. Ini adalah (pendapat) madzhab kami (Syafi’iyah) dan madzhab mayoritas ulama. Dan bahwasanya shalat sunnah tersebut sifatnya mutlak, tidak ada batasan (jumlah rakaatnya), sebagaimana teks sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kemudian shalat sunnah sesuai dengan yang dia kehendaki.” 

(Syarh Shahih Muslim, 3/228).
3⃣ Dari Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Tidaklah seorang itu mandi di hari Jumat, dan dia membersihkan kotoran badannya sesuai dengan kemampuannya, memakai wewangian, kemudian berangkat ke masjid, dan tidak melangkahi pundak dua orang (yang duduk berdampingan), kemudian shalat sesuai kehendaknya, kemudian diam ketika imam berkhutbah, kecuali dia diampuni antara Jumat tersebut sampai Jumat lainnya.” 

(HR. al-Bukhari, 843).
Berdasarkan hadits di atas dan keterangan ulama, dapat disimpulkan bahwa sifat shalat sunnah sebelum shalat Jumat adalah sebagai berikut:
1⃣ Bersifat mutlak. Artinya tidak memiliki batasan jumlah rakaat.
2⃣ Dilakukan di masjid yang digunakan untuk shalat Jumat.
3⃣ Waktunya dimulai sejak makmum datang di masjid sampai khatib naik mimbar.
4⃣ Dianjurkan untuk diperlama (panjang-panjang bacaannya), meskipun jumlah rakaatnya lebih sedikit. Sebagaimana yang dilakukan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma.
5⃣ Dikerjakan dua rakaat-dua rakaat. Sebagaimana keumuman hadits, “Shalat sunnah siang-malam itu dua-dua.” 

(HR. Abu Daud, 1295; Ibnu Majah, 1322; dan Ahmad, 4791).
🌍 pengusahamuslim.com
📝:idea: Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868) 
SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s