Hukum adzan dan iqamah bagi wanita


Pertanyaan :

Bolehkan wanita melakukan adzan dan iqamah ketika hendak shalat jamaah?
Jawaban :
Diperbolehkan bagi wanita untuk melakukan adzan dan iqamah, namun dengan syarat : hanya dilakukan di lingkungan tempat jamaah khusus wanita.
Di antara dalilnya adalah sebagai berikut :
Pertama :

Keterangan dari Ibnu Umar, bahwa beliau ditanya, “Apakah wanita boleh beradzan?”

Kemudian, beliau marah, dan mengatakan, “Apakah saya melarang orang untuk berdzikir (menyebut nama) Allah?”

(Riwayat Ibnu Abu Syaibah; sanad-nya dinilai baik oleh Syekh Al-Albani)
Maksud Ibnu Umar–Allahu a’lam–adalah beliau merasa aneh dengan pertanyaan yang diajukan orang tersebut.

Karena itu, beliau marah dan memberikan alasan bahwa adzan termasuk dzikir yang disyariatkan, maka bagaimana mungkin dilarang?
Kedua :

Riwayat dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa dulu beliau melakukan adzan dan iqamah, kemudian mengimami jamaah wanita.

Beliau berdiri di tengah shaf wanita.

(HR. Al-Baihaqi; dinilai kuat oleh Al-Albani)
Semua riwayat di atas menunjukkan bolehnya adzan dan iqamah bagi wanita.

Hanya saja, harus dilakukan di lingkungan khusus wanita dan tidak didengar kaum laki-laki.

Disarikan dari : Al-Ikhtiyarat Al-Fiqhiyah lil Imam Al-Albani, hlm. 78, Dar Al-Ghad Al-Jadid, Mesir, 1427 H.

Dengan pengeditan oleh redaksi http://www.KonsultasiSyariah.com

Shared from Konsultasi Syariah for android http://bit.ly/KonsultasiSyariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s