Larangan bagi yang hendak berqurban

hewan qurbanLarangan Bagi yang Hendak Berqurban

Orang yang hendak berqurban dilarang memotong kuku dan memotong rambutnya (yaitu orang yang hendak qurban bukan hewan qurbannya).
Dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berqurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kulitnya.” (HR. Muslim). 
Larangan tersebut berlaku untuk cara apapun dan untuk bagian manapun, mencakup larangan mencukur gundul atau sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/376).

● Apakah larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga ataukah berlaku juga untuk anggota keluarga shohibul qurban?
Jawab:
Larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga (shohibul qurban) dan tidak berlaku bagi anggota keluarganya. Karena 2 alasan:
• Dlahir hadis menunjukkan bahwa larangan ini hanya berlaku untuk yang mau berqurban.
• Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berqurban untuk dirinya dan keluarganya. Namun belum ditemukan riwayat bahwasanya beliau menyuruh anggota keluarganya untuk tidak memotong kuku maupun rambutnya. (Syarhul Mumti’ 7/529)
***
Penulis: Al-Ustâdz Ammi Nur Baits
Artikel http://www.muslim.or.id | Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
Artikel ini merupakan tulisan yang melengkapi artikel tentang Fiqh Qurban yang ditulis Al Akh Al Fadhil Abu Mushlih Ari Wahyudi
[Dikutip, selengkapnya di: https://muslim.or.id/446-fiqih-qurban.html ]

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📁 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahFiqih
Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

2 thoughts on “Larangan bagi yang hendak berqurban

  1. Bondan Murdani September 1, 2016 / 11:11 am

    larangan ini artinya haram atau bagaimana ya?

    • purwatiwidiastuti September 1, 2016 / 1:55 pm

      Larangan itu tidak boleh

      * Hukum larangan itu dilakukan. Jangan dilanggar.

      * Tergantung apa alasannya.

      * Barangsiapa yang melanggarnya dengan sengaja maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah ta’ala. Lihat : http://www.taawundakwah.com/fiqih/ketentuan-khusus-untuk-yang-mau-berkurban/

      * Amalan-amalan 10 awal Dzulhijjah tidak wajib, namun sangat dianjurkan dan jangan ditinggalkan semuanya jika tidak mampu. Lakukan sebagian dan bertawqalah kepada Allâh.

      * Jika janda berkurban maka berlaku larangan di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s