Apa itu sindrom metabolik

agusSepuluh tahun belakangan para pria paruh baya mulai serius berdiet semakin meningkat.

Fenomena ini menurut dr hiromi shunya dalam bukunya the miracle of enzime dilatarbelakangi dengan akrabnya istilah sindrom metabolik dan kehidupan sehari-hari dan rasa khawatir masyarakat terhadap sindrom metabolik tersebut.

Sindrom metabolik secara sederhana dijelaskan oleh dr hiromi sebagai keadaan yang meningkatkan risiko arteriosklerosis (pengerasan pembuluh nadi) yaitu obesitas tipe lemak viseral (lemak organ dalam), ditambah kombinasi 2 atau lebih kondisi berikut:

  1. Hiperglikemia (kadar gula darah tinggi)
  2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  3. Hiperlipemia (kadar lemak darah tinggi)

Dunia mengenal istilah ini setelah WHO organisasi kesehatan dunia mengumumkan istilah sindrom metabolik dan kriteria diagnosisnya pada tahun 1998.

Saat ini yang dijadikan kriteria sindrom metabolik di jepang adalah yang diumuman the japanese society of internal medicine pada tahun 2005 yaitu:

1. Lingkar pusar, 85cm (pria) 90cm (wanita)

2. Gula darah waktu perut kosong 110mg/dl atau lebih

3. Tekanan darah sistolik (bacaan atas) 130 mili Hg atau lebih, atau diastolik (bacaan bawah) 86 mili Hg atau lebih, salah satu atau keduanya

4. Lemak netral dalam serum darah 150 mg/dl atau lebih, atau HDL <40 mg/dl, salah satu atau keduanya.

Sindrom metabolik yaitu yang memenuhi kriteria no.1 ditambah 2 atau lebih dari no 2-4.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s