Pengaruh kebaikan dan amal shalih orang tua

sungkem Ummu Muhammad Anik Rahmawati

Wahai bapak dan ibu, ketika kita dapati anak kita tdk sesuai dg harapan, maka terlebih dahulu hendaknya kita melihat diri kita. Barangkali pd diri kita masih ada kesalahan atau dosa2 yg masih sering kita lakukan. Krn sesungguhnya amalan2 yg dilakukan orangtua akan memberi pengaruh thd keshalihan anak.
Seorang anak yang melihat ayahnya selalu berdzikir, mengucapkan tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir niscaya akan menirunya mengucapkan kalimat2 tsb.
Demikian jg seorang anak yg diutus org tuanya utk memberi sedekah kpd orang2 miskin dirumah2 berbeda dg seorg anak yg disuruh org tuanya membeli rokok dan barang2 memabukkan.
Seorg anak melihat ayahnya berpuasa senin kamis dan melaksanakan shalat jumat dan jama’ah tdk sama dg anak yg melihat kebiasaan ayahnya nongkrong di kafe, diskotik, dan bioskop.
Kita bisa membedakan antara seorg anak yg sering mendengar adzan dg seorang anak yg  sering mendengar ayahnya bernyanyi. Anak2 itu pasti akan meniru apa yg sering mrk dengar.
Bila seorg ayah selalu berbuat baik kpd org tuanya, mendoakan dan memohonkan ampunan utk  mrk, selalu berusaha tahu kabar mereka, menenangkan mrk, memenuhi kebutuhan mrk, memperbanyak berdoa, “rabbighfirli wa li wali dayya..”, berziarah ke kuburan mrk bila telah meninggal, dan bersedekah utk mrk, serta tetap menyambung hubungan dg teman2 mrk dan memberi hadiah dg orang2 yg biasa diberi hadiah oleh mrk dahulu. Maka anak yg melihat akhlak ayahnya seperti ini dengan seizin Allah akan menontohnya dan juga akan memohonkan ampunan utk org tuanya.

Seorg anak yg melihat ayahnya shalat di malam hari, menangis karena takut kpd Allah, membaca Al Qur’an, pasti akan berfikir, “Mengapa ayah menangis, mengapa ayah shalat, utk apa ayah tidur meninggalkan ranjangnya yg enak lalu berwudhu dg air dingin di tengah malam seperti ini?
Semua pertanyaan ini akan berputar dibenaknya dan akan selalu hadir dlm pikirannya. Selanjutnya dia akan mencontoh apa yg dilakukan ayahnya.
Demikian jg dg seorg anak perempuan yg melihat ibunya berhijab dari laki2 yg bukan mahramnya, menutup aurat di hadapan mrk, berhias dg akhlak malu, ketenangan, dan menjaga kesucian diri. Dia akan mempelajari dari ibunya akhlak tersebut.
Beda dg seorang anak perempuan yg selalu melihat ibunya bersolek di depan para lelaki bukan mahram, bersalaman, berikhtilat, duduk bersama mrk, tertawa, tersenyum, bahkan berdansa dg lelaki bukan mahram. Dia akan mempelajari semua itu dari ibunya.
Karena itu takutlah kpd Allah wahai Ayah Ibu, dalam membina anak2 kalian! Jadilah Anda berdua teladan yg baik, berhiaslah dengan akhlak yg baik, tabiat yg mulia, dan sebelum itu semua berpegang teguh dengan agama ini dan cintailah Allah dan rasul-Nya.
▶ Penjagaan Allah Terhadap Keturunan Orang Tua yang Shalih
Keshalihan dan amal baik org tua memiliki dampak yg besar bagi keshalihan anak-anaknya, dan memberikan manfaat bagi mrk di dunia dan akhirat. Sebaliknya amal2 jelek dan dosa2 besar yg dilakukan orangtua akan berpengaruh jelek terhadap pendidikan anak2 nya.
Pengaruh2 tsb diatas datang dg berbagai bentuk. Diantaranya berupa keberkahan amal2 shalih dan pahala yg Allah sediakan untuknya. Atau sebaliknya berupa kesialan amal2 jelek dan kemurkaan Allah serta akibat jelek akan diterimanya.

Jika org tua shalih dan gemar melaksanakan amalan baik maka akan mendapatkan ganjaran dan pahala yg dapat dirasakan anak. Ganjaran tsb dapat berupa penjagaan, rizki yg luas, dan pembelaan dari murka Allah.

Adapun amal jelek org tua, akan berdampak jelek thd anak. Dampak tersebut dapat berupa musibah, penyakit, dan kesulitan2 lain.
Oleh krn itu, org tua hendaknya memperbanyak amal shaleh krn pengaruhnya akan terlihat pd  anak.

Bukti pengaruh ini dpt  dilihat dari kisah nabi Khidhir yang menegakkan tembok dg suka rela tanpa meminta upah, sehingga Musa menanyakan alasan mengapa ia tdk mau mengambil upah.

Allah berfirman memberitakan perkataan nabi Khidhir,
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا (٨٢)
“Adapun dinding rumah itu adl kepunyaan dua org anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mrk berdua, sedang ayahnya adalah seorang yg saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mrk sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan2  yg kamu tdk dpt sabar terhadapnya”

(QS. Al Kahfi: 82)
Dlm menafsirkan firman Allah, “dan kedua org tuanya adalah orang shalih” Ibnu Katsir berkata: “Ayat diatas menjd dalil bhw keshalihan seseorg berpengaruh kpd anak cucunya di dunia dan akhirat, berkat ketaatannya dan syafaatnya kpd mrk maka mrk terangkat derajatnya di surga agar kedua org tuanya senang dan berbahagia sebagaimana yg telah dijelaskan dlm Al Qur’an dan as sunnah.”
Allah telah memerintahkan kpd kedua orangtua yg khawatir thd masa depan anak2nya agar selalu bertakwa, beramal shalih, beramar ma’ruf nahi mungkar, dan berbagai macam amal ketaatan lainnya. Sehingga dengan amalan2 itu, Allah akan menjaga anak cucunya.
Allah berfirman,
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا (٩)
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang2 yg seandainya meninggalkan di belakang mereka anak2  yang lemah, yang mereka khawatir thd (kesejahteraan) mrk.

Oleh sebab itu hendaklah mrk bertakwa kepada Allah dan hendaklah mrk mengucapkan perkataan yg  benar.”

(QS An Nisa: 9)
Dari said bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas berkata:

“Allah mengangkat derajat anak cucu seorg mukmin setara dengannya, meskipun amal perbuatan anak cucunya di bawahnya, agar kedua orangtuanya tenang dan bahagia. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, “Dan orang2 yg beriman, dan yg anak cucu mrk mengikuti mrk dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mrk dg mrk, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mrk . Tiap2manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

(QS Ath Thuur : 21) [1]
Karena itu bertakwalah dan beramal shalihlah agar doa untuk kebaikan anak Anda diterima!
Diceritakan bhw sebagian orang2 salaf dahulu pernah berkata kpd anaknya, “Wahai anakku, aku akan membaguskan shalatku agar engkau mendapat kebaikan.” Sebagian ulama salaf menyatakan bahwa makna ucapan itu adalah aku akan memperbanyak shalatku dan beroda kepada Allah untuk kebaikanmu.
Kedua orangtua bila membaca Al-Qur’an, surat Al Baqarah dan surat-surat Al Mu’awwidzat (Al-Ikhlash, Al Falaq, An Naas), maka para malaikat akan turun mendengarnya dan setan2 akan lari. Tdk diragukan bahwa turunnya malaikat membawa ketenangan dan rahmat. Dan jelas ini member ipengaruh baik terhadap anak dan keselamatan mrk.
Shg dari itu semua, cara yg paling tepat untuk meluruskan anak2 harus dimulai dg melakukan perubahan sikap dan perilaku dari kedua org tua. Kita harus menanamkan komitmen dan berpegang teguh thd syariat Allah pada diri kita dan anak2.
Serta kita hrs senantiasa berbuat baik kpd orangtua kita serta menjauhi sikap durhaka kepadanya, agar anak2 kita nantinya menjadi anak yg berbakti, selamat dari dosa durhaka kpd kedua org tua dan murka Allah. Krn anak2 saat ini adl org tua dimasa yg akan datang dan suatu ketika ia akan merasakan hal yg sama ketika menginjak masa tua.
Selanjutnya, hal yg tdk boleh kita lupakan adalah senantiasa berdoa, mengharap pertolongan kpd Allah dlm mendidik anak2 kita, jgnlah kita sombong thd kemampuan yg kita miliki. Krn hidayah itu berada ditangan Allah dan Allahlah yg membolak balikkan hati hamba2Nya.

🌍 muslimah.or.id

📝:idea: Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868)
SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel:  @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s