Selamat jalan paklik Adi, semoga husnul khotimah

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Selamat jalan paklik Adi, semoga husnul khotimah.

… إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ INNAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI’UUN,, teriring doa : “Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘fihi wa’fu ‘anhu” “Ya Allah ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia,,” Semoga almarhum mendapat ridho Allah, diampuni segala dosa, salah & khilafnya, diterima amal ibadahnya, dijauhkan dari siksa kubur, ditempatkan di surga bersama orang2 sholih dan sholihah, semoga Allah menjadikan akhir hidup almarhum husnul khatimah… serta para keluarga yang ditinggal diberi kesabaran, ketabahan, keikhlasan serta diberi kekuatan iman Islam menerima ketetapan Allah ini…. آمِيّنْ… آمِيّنْ,, آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن,

Paklik Adi, engkau guru kehidupan terbaik yang kumiliki, diluar ke dua orang tuaku, masih banyak ilmu kehidupan yang belum aku dapatkan, namun Allah sudah berkenan memanggilmu.

Kini aku akan meneruskan belajar ilmu kehidupan darimu lewat cerita istri, anak dan cucumu.

Sepertinya engka telah merasa saat itu sudah dekat, sehingga kau kirim kode agar kami mendekat di enam bulan terakhir kehidupanmu. Dalam kesederhanaanmu, tidak banyak cerita yang keluar dari bibirmu yang murah senyum, namun dari pancaran wajahmu terlihat banyak ilmu kehidupan yang ingin kau tuturkan kepada kami keponakan-keponakanmu.

Tidak punya harta bukan berarti tidak bisa berderma, dan engkau membuktikan itu dengan sangat elok. Lewat kekuatan tanganmu yang sudah mulai keriput di usia 75 tahun, kau garap sebidang tanah kosong depan rumah, yang diamanahkan oleh tetanggamu untuk kau jaga. Tidak hanya menjaga yang kau lakukan, kau kelola sebidang tanah kosong itu menjadi lahan produktif yang menghasilkan tanaman maupun ternak.

Alih-alih kau nikmati hasil jerih payahmu mengayuh becak untuk menghidupi keluargamu, justru hasil itu kau gunakan untuk mengelola sebidang tanah kosong itu, dimana hasilnya berupa ternak dan buah-buahkan kau bagikan kepada tetangga-tetanggamu baik yang berharta maupun dhuafa. Bahkan seringkali istri dan anakmu kau minta untuk memasak ternak yang sudah kau sembelih dan dibagikan kepada tetangga sekelilingmu.

Banyak orang kehilanganmu, banyak duka mengiringi kepergianmu, namun Allah memilih untuk memanggilMu.

Selamat jalan paklik. Semoga Allah menerima semua amal kebaikanmu dan mengampuni dosa-dosamu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s