Malam pertama aku tinggalkan tahajjud

al fatehahMalam hari raya malam pertamaku tidak shalat tahajjud setelah setiap malam tarawih dan witir!
Hari Raya hari pertamaku tidak shalat wajib berjamaah di masjid, setelah setiap hari Ramadhan selalu berjamaah, bahkan adzan dikumandangkan aku sudah di Masjid.
Hari Raya hari pertamaku tidak sempurna shalat rawatib qabliyyah dan ba’diyyah, setelah setiap hari Ramadhan selalu aku menjaganya.
Hari Raya hari pertamaku tidak membaca Al Quran walau satu halaman bahkan satu ayat, setelah setiap hari Ramadhan minimal 5 juz!
Sobatku beriman…!

Tentu kita semua TIDAK mau masuk ke dalam sosok “aku”.
– Karena kita meyakini bahwa; Termasuk tanda diterimanya amal ibadah adalah beramal baik setelah beramal baik. Para ulama mempunyai kaidah:

من علامة قبول العمل الحسنة بعده

“Artinya: “Termasuk dari tanda diterima amal adalah melakukan amal baik setelahnya.”
– karena kita meyakini bahwa; beribadah kepada hanya akan berhenti tatkala datang sebuah kematian yang yakin datangnya. Allah berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” QS. Al Hijr: 99.
– Dan karena kita meyakini bahwa sekuat istiqmah seseorang sebesar itulah sebenarnya keikhlasannya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.QS. Fushshilat: 30.
– Dan karena kita meyakini bahwa istiqamah berujung husnul khatimah. Allah Taala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” QS. Al Ahqaf: 13.
– Dan karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun sedikit oleh karenanya itulah kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « اكْلَفُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ ». وَكَانَ إِذَا عَمِلَ عَمَلاً أَثْبَتَهُ. سنن أبى داود .

Artinya:”Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kerjakanlah ibadah sesuai kekuatan kalian, karena seaungguhnya Allab tidak bosa sampai kalian bosan, dan sesungguhnya Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus menerus meskipun sedikit.” HR. Abu Daud.

– Dan karena kita meyakini bahwa; yang sedikit terus menerus lebih baik daripada banyak terputus. Berkata ‘Amr bin Mas’adah rahimahullah:

قليل دائم خير من كثير منقطع

“Sedikit yang terus menerus lebih baik daripada banyak yang terputus”. lihat Kitab Wafatatul A’yan di biografi ‘Amr bin Mas’adah.
Kamis, 2 Syawwal 1437H, Banjarmasin Kal Sel

📝 Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s