Puasa dan mental

image

Ustadz Zainal Abidin, Lc,  حفظه الله

Sepanjang hari seorang muslim menahan perihnya lapar & dahaga.

Lantunan Al-Qur’an dan syahdunya dzikir menghiasi bibir & relung kalbu paling dalam agar lebih dekat kepada Rahmat dan ampunan.

Saat perut kosong maka syahwat kendur & godaan setan menurun sehingga hati bening dan rohani jernih serta pikiran bersih. Hasilnya dunia akan ditinggalkan akhirat akan semangat disongsong dan ibadah akan mudah dijalankan. Makanya Rasulullah bersabda puasa itu menjadi tameng dari adzab Allah

Sedekah, infaq, baksos & memberi makan kepada orang berpuasa amat membentuk muslim menjadi dermawan, cinta fakir miskin dan orang lemah yang tak berdaya.

Berbagai amalan shalih seperti shalat berjamaah, qiyamul lain, duduk di masjid setelah shalat subuh, dzikir pagi dan sore serta menyantuni anak yatim terus dipacu utk meraih ketakwaan.

Seluruh tindakan maksiat & dosa seperti ghibah, namimah, fitnah, tabarruj, kekejian, adu domba, sombong, hasad, serakah & makan harta orang lain secara terhindarkan.

Kejujuran & kebersihan hidup menjadi moto utama muslim dalam bekerja, mengajar, bersosial & berinteraksi dampak dari puasanya yang diterima karena memang Rasulullah bersabda puasa akan menjadi tameng selagi tidak merobeknya.

Adakah suatu yg lebih mendalam utk membentuk sikap jujur, bersih & amanah daripada puasa.

Siang hari lapar & dahaga tetap ditahan meskipun tak ada pengawas yg memantaunya.

Siapakah yang menyuruh tetap menjaga mulutnya untuk tidak menyicipi makanan & menyeruput minuman?

Seharusnya orang yg sudah bisa menahan dari istrinya bisa menahan dari istri orang lain.

Bukankah yang sudah bisa menahan mulutnya dari makanan yang halal lebih bisa menahan dari yg haram.

Harusnya kesabaran sepanjang ramadhan bisa diteruskan sepanjang tahun berikutnya.

Bersih hati tidak dengki
Bersih mulut tidak mencaci
Bersih mata tidak melepas mencuri hati
Bersih tangan dan kaki tidak menyakiti

 http://bbg-alilmu.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s