Apakah sah puasanya jika tidak niat dan tidak sahur

image

Tidak Berniat Puasa Malam Hari Dan Tidak Makan Sahur, Puasa Sah?

-Pendapat terkuat adalah niat puasa Ramadhan cukup sekali di awal bulan

-Jadi jika tidak makan sahur dan berniat puasa di malam hari, maka puasanya tetap sah

Meskipun ada hadits

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

Akan tetapi puasa Ramadhan dianggap satu kesatuan sebulan, sehingga puasa cukup niat sekali saja

Mungkin jika tidak makan sahur saja maka jelas puasanya sah karena dia berniat puasa malam harinya dan juga hukum maka sahur adalah sunnah/mustahab, akan tetapi bagaimana jika ia tidak berniat puasa malam harinya dan tidak makan sahur seperti orang yang ketiduran semalam penuh? Jawabannya puasanya juga sah, Berikut pembahasannya.

Dalil wajibnya berniat pada malam hari berdasarkan hadits berikut,

من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”[1]

 

Akan tetapi perlu diketahui bahwa ada perbedaan pendapat di antara ulama mengenai niat puasa pada bulan Ramadhan apakah harus berniat setiap malam atau niat puasa sebulan penuh di awal bulan Ramadhan.

Syaikh Abdullah Al-Bassam rahimahullah berkata,

اختلَفَ العُلماءُ: هل يَكْفِي لصَوْمِ شَهْرِ رَمضانَ نِيَّةٌ واحدةٌ في أَوَّلِه، أو لا بُدَّ لكلِّ صَوْمِ يومٍ مِن نِيَّةٍ خاصَّةٍ مُسْتَقِلَّةٍ؟ فذَهَبَ المالِكِيَّةُ إلى: أنه يُجْزِئُ صَوْمُ شَهْرِ رمضانَ بنِيَّةٍ واحدةٍ تكونُ في أوَّلِ الشهْرِ، وكذا في صيامٍ مُتتابِعٍ مِثْلِ كَفَّارَةِ جِماعٍ في رمضانَ، وكَفَّارَةِ قَتْلٍ وظِهارٍ، ما لم يَقْطَعْهُ بسفَرٍ، أو مَرَضٍ، أو يكونُ على حالةٍ يَجوزُ له الفِطْرُ، كحَيْضٍ ونِفَاسٍ ونحوَ ذلك، فيَلزمُه  ستئنافُ النِّيَّةِ، وهو روايةٌ عن الإمامِ أحمدَ، اختارَها مِن أصحابِه جماعةٌ: منهم أبو الوَفاءَ بنُ عَقيلٍ.
واسْتَدَلُّوا على ذلك: بما في الصحيحينِ: ((إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ)، وهذا قد نوى جميعَ الشهْرِ، ورمضانُ بِمَنْزِلَةِ عِبادةٍ واحدةٍ.
وذَهَبَ الْجُمهورُ إلى: أنَّ كُلَّ يومٍ عِبادةٌ مُسْتَقِلَّةٌ بذَاتِها يَحتاجُ إلى نِيَّةٍ خاصَّةٍ بها.
وتَظْهَرُ النتيجةُ فيما لو نامَ مُكَلَّفٌ في رمضانَ، أو صيامِ كَفَّارَةٍ، وذلك قبلَ الغروبِ إلى ما بعدَ الصُّبْحِ، فعلى القولِ الأوَّلِ يَصِحُّ صَوْمُه، وعلى الثاني لا يَصِحُّ؛ لأنه لم يُبَيِّتْ نِيَّةَ الصوْمِ الواجبِ مِن الليلِ، والقولُ الأَوَّلُ أَرْجَحُ.

“Ulama berselisih pendapat apakah mencukupi untuk puasa bulan Ramadhan satu niat saja pada awal bulan atau harus berniat setiap hari dengan niat yang berbeda.

[pendapat pertama] Ulama Malikiyah berpendapat bahwa cukup satu niat saja pada awal bulan Ramadhan sebagaimana puasa (2 bulan) berturut-turut pada kafarah jima’ di bulan Ramadhan, kafarah pembunuhan dan dzihar, selama ia tidak bersafar, sakit atau keadaan yang membolehkan tidak berpuasa seperti haid dan nifas maka wajib memulai niat baru. Pendapat ini juga diriwayatkan dari Imam Ahmad dan mayoritas pengikutnya seperti Abul Wafa’ bin ‘Aqiil.

Pendapat ini menyatakan niat digabung dalam satu bulan karena bulan ramadhan merupakan suatu kesatuan ibadah. Mereka berdalil dengan hadits yang terdapat di Bukhari-Muslim “sesungguhnya Amal itu tergantung niatnya.”

[pendapat kedua] Jumhur ulama berpendapat bahwa setiap harinya (di bulan Ramadhan) adalah ibadah yang berdiri sendiri dan membutuhkan niat khusus di setiap harinya. Dampaknya jika sesorang yang mukallaf tidur pada bulan Ramadhan atau pada puasa kafarah (hukumnya wajib juga, pent), tidurnya sebelum  tenggelamnya matahari dan bangun setelah subuh, maka menurut pendapat pertama sah puasanya sedangkan menurut pendapat kedua puasanya tidak sah karena ia tidak berniat di malam hari, dan pendapat yang rajih adalah pendapat pertama.”[2]

 

Syaikh Muhammad bin shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah ditanya,

هل كل يوم يُصام في رمضان يحتاج إلى نية أم تكفي نية صيام الشهر كله؟

Apakah dalam bulan Ramadhan kitaperlu berniat setiap hari ataukah cukup berniat sekali untuk satu bulan penuh?

 

Syaikh menjawab,

الجواب: يكفي في رمضان نية واحدة من أوله، لأن الصائم وإن لم ينو كل يوم بيومه في ليلته فقد كان ذلك في نيته من أول الشهر، ولكن لو قطع الصوم في أثناء الشهر لسفر، أو مرض، أو نحوه وجب عليه استئناف النية؛ لأنه قطعها بترك الصيام للسفر والمرض ونحوهما.

“Cukup dalam seluruh bulan Ramadhan kita berniat sekali di awal bulan, karena walaupun seseorang tidak berniat puasa setiap hari pada malam harinya, semua itu sudah masuk dalam niatnya di awal bulan. Tetapi jika puasanya terputus di tengah bulan, baik karena bepergian, sakit dan sebagainya, maka dia harus berniat lagi, karena dia telah memutus bulan Ramadhan itu dengan meninggakan puasa karena perjalanan, sakit dan sebagainya.[3]

 
Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

[1] HR. Abu Dawud 2454, Ibnu Majah 1933, Al-Baihaqi 4/202, dishahihkan oleh Al-Albani dalam shahih Abu Dawud no.2118

[2] Taudhil Ahkam II/659, darul Atsar, Koiro, cet. I, 1425 H

[3] Fatawa Arkanil Islam 5/11, Syamilah

https://muslimafiyah.com/tidak-niat-puasa-malam-hari-dan-tidak-makan-sahur-puasa-sah.html

Iklan

6 thoughts on “Apakah sah puasanya jika tidak niat dan tidak sahur

  1. fahrizinfa Juni 18, 2016 / 9:35 am

    Kalau tidak makan sahur pasti akan terasa banget lapar dan haus nya…
    Tapi kalau sudah kesiangan bangun mau gimana lagi hahahaha :’)

    Salam..

    • purwatiwidiastuti Juni 20, 2016 / 4:21 am

      yaaa…apa boleh buat

  2. farisanprimanamuslim Juni 19, 2016 / 11:58 am

    Sebenarnya pendapat yang mencukupkan niat untuk satu bulan penuh tidak bisa dikatakan yang paling kuat, karena jumhur ulama kecuali pendapat malikiyah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad, mengharuskan berniat tiap-tiap malam. Ini bisa dilihat dalam kitab بدائع الصنائع ، المجموع شرح المهذب ، المغني .
    Menurut sebahagian ulama, untuk lebih amannya kita berniat di awal Ramadhan untuk berpuasa satu bulan penuh, namun juga berniat di tiap-tiap malamnya. Untuk berhati-hati. Wallahu a’lam.
    Terima kasih atas ilmunya. Salam kenal.

    • purwatiwidiastuti Juni 20, 2016 / 4:20 am

      akhi farisanprimanamuslim,
      terima kasih tambahan ilmunya
      salam

    • purwatiwidiastuti Juni 20, 2016 / 4:26 am

      mas farisan,
      terimakasih tambahan ilmunya
      blognya mas farisan juga bagus tuhh
      salam kenal kembali

      • farisanprimanamuslim Juni 20, 2016 / 4:48 am

        Sama-sama mbak,
        Blog mbak juga sangat bagus, saya bisa banyak belajar disana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s