Lupa kalau sedang puasa

image

Sifat lupa sudah menjadi tabiat manusia sehingga saat seseorang terlupa sesuatu, maka itu perkara yang dimaklumi. Lalu bagaimana jika sifat lupa ini menimpa orang yang sedang berpuasa? Kemudian iapun makan atau minum. Apakah puasanya batal?

Ayo kita lihat keterangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kasus ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ  فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

“Barangsiapa yang lupa dalam kondisi ia sedang puasa, lalu ia makan atau minum, maka hendaklnya ia sempurnakan puasanya, karena sesunggungnya Allah telah memberikan makan dan minum kepadanya” [HR. Bukhari (1933) dan Muslim (1155)]

Petikan Faidah

Keterangan di atas menunjukkan bagaimana Islam memberikan ruang maaf bagi kekeliruan yang disebabkan oleh sifat lupa. Allah ta’ala berfirman,

رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah” [QS. Al Baqarah: 286].

Ayat ini menjadi kaidah dasar para ulama bahwa orang yang lupa tidak dikenakan hukum syariat bagi perbuatan kelirunya.

Beberapa Pelajaran

Dari hadits ini dapat kita petik beberapa pelajaran, di antaranya:

1. Tidak batalnya puasa ketika seseorang terlupa makan atau minum. Dan ini juga berlaku pada pembatal-pembatal puasa yang lain.

2. Rahmat Allah yang demikian besar diberikan kepada hamba-Nya, dimana Allah tidak mengadzab hambaNya ketika terlupa.

3. Disyariatkannya seseorang menyempurnakan puasanya jika ia terlupa dan makanan telah masuk dalam perutnya.

4. Tidak ada syariat mengeluarkan makanan atau minuman kembali jika telah masuk ke dalam perut.

5. Indah ajaran Islam yang memahami kondisi manusia dan penuh dengan kemudahan.

Pemahaman ilmu agama memberikan kebaikan kepada manusia. Ini terbukti dengan hadits ini, dimana seseorang tidak membatalkan puasanya dalam kondisi ia telah makan dan minum karena lupa. Ini tentu berbeda dengan orang yang belum pernah mendengar hadits ini, boleh jadi ia akan membatalkan puasanya dengan konsekwensi qadha (mengganti puasa)

Disusun oleh
Al-Ustâdz Bambang Abu Ubaidillah Al-Atsari
pada 21 Sya’ban 1437 / 28 Mei 2016

abuubaidillah.com | Faedah Ilmu untuk Berbagi

[Sumber: http://abuubaidillah.com/lupa-saat-puasa ]

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁 Grup WA & TG : Dakwah Islam
🌐 TG Channel : @DakwahRamadhan

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s