Hukum menjalani ramadhan di negeri non muslim

image

1. Diusahakan Ramadhan di negeri Islam yang nampak syiar-syiar Islam

2. Jika tidak bisa, berusaha mencari lingkungan yang baik di negeri non-muslim tersebut

3. Jika untuk kepentingan kaum muslimin, misalnya berdakwah dan belajar yang ilmunya tidak ada di negeri kaum muslim, maka pahalanya bisa lebih besar

4. Tidak bermudah-mudah pergi ke negeri non-muslim tanpa ada tujuan yang jelas dan syar’i

Perlu diketahui bahwa seorang muslim dilarang bermudah-mudah pergi ke negeri non-muslim

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang berkumpul dengan musyrik dan tinggal bersamanya maka dia sepertinya” (HR. Abu Daud)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menegaskan hukum asalnya tidak boleh berpergian ke negeri non-muslim kecuali dengan beberapa syarat.

1. Henndaknya memiliki ilmu agama yang bisa mencegahnya dari syubhat

2. Hendaknya memiliki agama (iman) yang bisa mencegahnya dari syahwat, janganlah ia pergi ke negeri non-muslim dengan agama (iman) yang lemah.

3. Memang butuh melakukan safar tersebut karena tidak dijumpai kekhususan (misalnya belajar ilmu dan keahlian khusus) di negeri Islam

Selengkapnya baca ا:

http://m.muslim.or.id/ramadhan/hukum-menjalani-bulan-ramadhan-di-negeri-kafir.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

Add Pاn BB muslimafiyah.com 5FA776FE
Telegram (klik): bit.ly/muslimafiyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s