Shodaqoh jum’at dari temanku

image

Tiap jum’at dia rajin mengirim sodaqoh pada teman-temannya, salah satunya aku. Entah kenapa baru hari ini aku tergerak memposting didalam blog.ku

Nanti satu demi satu kirimannya akan kuposting di blog ini, sebagai pengingat diri. Semoga aku bisa menjadi lebih baik.


Sodaqoh jumat 27/5/16

Iman itu seperti kita naik pesawat, Semakin tinggi kita naik ke udara, semakin tinggi iman kita.
Maka kita akan melihat dunia ini begitu kecil, karena kita telah benar-benar menyadari bahwa akhiratlah yang paling tinggi kedudukannya lagi kekal.

*“Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.”*(QS. Ghafir: 38-39).

*“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”* (QS. Al A’laa: 16-17)

Ulama-ulama dahulu mengatakan betapa kecilnya dunia itu bahkan tak ada apa-apanya bila dibanding dengan akhirat.
Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,
_”Dunia seperti air yang tersisa di jari ketika jari tersebut dicelup di lautan sedangkan akhirat adalah air yang masih tersisa di lautan.”_
(Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 11/232.)

Abu Hazim –seorang yang dikenal begitu zuhud- ditanya,
“Apa saja hartamu?” Ia pun berkata, “Aku memiliki dua harta berharga yang membuatku tidak khawatir miskin:
[1] rasa yakin pada Alloh dan
[2] tidak mengharap-harap apa yang ada di sisi manusia.”

“Tidakkah engkau takut miskin?”
Ia memberikan jawaban yang begitu mempesona, “Bagaimana aku takut miskin sedangkan Alloh sebagai penolongku adalah pemilik segala apa yang ada di langit dan dibumi, bahkan apa yang ada di bawah gundukan tanah?!”

‘Ali bin Abi Tholib Radhiallahu anhu pun pernah mengatakan, _“Siapa yang zuhud terhadap dunia, maka ia akan semakin ringan menghadapi musibah.”_
Tentu saja yang dimaksud zuhud di sini adalah tidak mengharap dunia itu tetap ada ketika musibah dunia itu datang. Sekali lagi, sikap semacam ini tentu saja dimiliki oleh orang yang begitu yakin akan janji Alloh di balik musibah.

Begitulah gambaran orang-orang beriman, mereka menjadikan dunia hanya sebagai ladang untuk bercocok tanam dan memanenya kelak di Akhirat
Semoga Alloh menjadikan kita termasuk dari golongan tsb.
Selamat menyongsong bulan suci Romadhon dg bekal iman & ilmu yg cukup.
Baarakallahu fiikum..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s