Merencanakan husnul khotimah

image

Artikel ini kubaca dari grup sobat al jannah yang dishare awal minggu lalu, tapi karena banyak artikel yg dishare artikel ini terlewat kebaca….saat menunggu saat kantuk tiba aku membuka grup sobat al jannah dan ketemu artikel ini.

Karena bagus dan sayang dilewatkan maka kuposting di blogku. Semoga bermanfaat bagi yang sempat membacanya. Aamiin

” Merencanakan HUSNUL KHOTIMAH, Meraih BAHAGIA SAAT MENUTUP USIA”

Husnul khotimah, bahagia di usia senja siapa yang tidak mau?
Semua orang, saya kira ingin mendapatkannya,termasuk anda bukan?

Bahagia itu letaknya di hati bukan di harta, hati yang lembut, hati yang selalu mengingat Allah adalah sumber kebahagian hidup.

Ada pepatah bahasa arab yang mengatakan “Bunga yang indah tidak akan tumbuh di batu yang keras” bunga yang indah hanya akan tumbuh dan berkembang di tanah yang baik.

Begitupula kebahagian tidak akan tumbuh di hati yang lalai, kasar ,keras membatu.

Usia senja jangan jadi penghalang untuk semangat beribadah.

Ada kisah yang menarik buat saya, kisah ini di sebutkan dalam sunan ibnu majah 3810, hadisnya di hasankan oleh syeh Albani.

Seorang sohabiyah bernama Ummu Hani, nama aslinya Fakhitah binti Abi Tholib binti Abdil Mutholib, kuniyahny 
Ummu Hani radialhu anha.

Ia datang kepada Rasulullah dan seraya berkata:

” Ya Rasulullah, tunjukan kepadaku satu amalan, sesungguhnya diriku telah menginjak usia senja, tua, dan badanku sudah mulai lemah.
Maka berkata Rosululah “Bertakbirlah 100 kali, bertahmidlah 100 kali , bertasbihlah 100 kali.
Sesungguhny pahala dari kalimat tersebut lebih baik di bandingkan dengan mempersiapkan 100 kuda pilihan untuk jihad fi sabililah, lebih baik di bandingkan dengan menyembelih 100 ekor unta lalu di bagikan dagingnya kepada fakir miskin, lebih baik di bandingkan membebaskan 100 budak.

Subhanallah… membaca hadist di atas membuat pembaca yang sudah lanjut usia mestinya terus semangat dalam beribadah kepada Allah.
Jika usia anda sudah menginjak 50 tahun berhati-hatilah karena anda dalam tawanan Allah, demikian menurut salah satu ucapan ulama salaf.

Merencanakan Husnul Khotimah.

Bagaimana kita merencanakan husnul khotimah?

Ini langkah – langkahnya

1. Membiasakan mekakukan ketaatan.

Agar wafat dalam ketaatan kepada Allah, meninggal saat sujud dalam sholat, meninggal saat ribat, haji, menuntut ilmu, zikir dan ketaatan-ketaatan lainya.

2. Membayangkangkan beratnya kematian atau beratnya sakaratul maut.

Sakaratul maut di rasakan seperti kambing yang di kuliti hidup hidup. ( hadis sohih muslim)

Ibnu Abas menyebutkan Rosululah  bersabda”  sesungguhnya malaikat maut datang kepada kalian 70 kali setiap hari, tapi kalian tenggelam dalam gelak tawa.

Jika sehari 70 kali malaikat maut menjeguk kita itu artinya setiap 21 menit sekali malaikat maut mendatangi kita.
Sudahkah anda meyadarinya ?

3. Membayangkan mati sebelum mati.

Cara ini banyak di lakukan para ulama salaf.

4. Memohon kepada Allah dengan doa-doa agar meninggal dunia dalam keadaan istikomah sampai akhir hayat.

5. Bergaul dengan orang orang sholeh, karena seseorang itu dengan siapa dia berkawan.

6. Meminta Taufiq kepada Allah.

7. Menjauhi ahlak dan kebisaan buruk.

8. Melazimi zikir pagi dan petang, jangan tinggalkan juga sayyidul istighfar.

9. Membiasakan berwudu sebelum tidur.

Agar saat nyawa kita di ambil kita dalam keadaan suci setelah berwudhu.

10. Buang jauh-jauh sifat mudah marah.
Pesan Nabi “La taghdob  walakal jannah”
Jangan marah dan untukmu adalah syurga!

Mudah-marah juga menunjukan rendahnya kuwalitas kita.
Penelitian terkini, mudah marah membuat pembuluh darah mudah pecah dan membawa pada kematian.

Semoga kita semua di wafatkan Allah dalam keadaan husnul khotimah..
Aamiin yaa mujibassailiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s