Ketika menopause datang lebih cepat

Bismillaah……….

Menopause bukanlah penyakit, melainkan salah satu fase kehidupan wanita pada umumnya. Tapi, menopause menjadi momok menakutkan ketika ia datang lebih cepat.

Apa penyebabnya dan bagaimana menyikapinya?

Menopause adalah keadaan berhentinya haid pada wanita karena pengaruh hormonal. Dalam hal ini, disebabkan oleh turunnya kadar hormon estrogen.
Rata-rata wanita Indonesia mengalami menopause di usia 48-52 tahun.
Gejalanya mulai terlihat pada usia 40-45 tahun.
Menopause berakhir saat wanita berusia 60 tahun. Setelah itu, ia memasuki masa lanjut usia.

Menopause dini bisa terjadi ketika wanita menjalani operasi pengangkatan kedua indung telur akibat kista, miom, tumor di daerah panggul atau kanker serviks.

Bila rahim diangkat tetapi kedua indung telur tidak diangkat, maka wanita tersebut tidak mengalami menopause. Hanya saja, ia tidak bisa haid lagi.
Menopause tidak selalu identik dengan tidak haid. Orang yang tidak haid belum tentu menopause bila kedua indung telurnya masih ada.

Kondisi lain yang bisa memicu menopause dini adalah pengobatan dengan radiasi di sekitar leher rahim. Perdarahan hebat yang merusak organ ovarium juga berpotensi membuat menopause datang lebih cepat.

Faktor lain, gaya hidup. Merokok, makan ugal-ugalan hingga obesitas memacu gangguan hormonal yang dalam jangka panjang bisa memicu menopause dini.

Terlalu keras berolahraga sampai 6x seminggu misalnya, bisa menyebabkan gangguan haid. Jika dibiarkan, bisa berujung pada menopause dini.
Berolahraga terlalu keras merangsang produksi hormon androgen (hormon laki-laki) lebih banyak. Akibatnya, hormon androgen mendominasi, menekan hormon-hormon kesuburan (estrogen). Kondisi semacam ini mengganggu haid.

Menopause dini juga bisa disebabkan faktor genetik. Pernah didapati fakta wanita berusia 28 tahun tidak haid karena faktor genetik. Dalam istilah medis disebut hipoplasia. Faktor pemicunya, organ kandungannya berukuran kecil dan kromosomnya mengalami kelainan. Yang terjadi kemudian, oa mengalami gangguan haid permanen.

Wanita patut menyadari,  menopause yang datang “kepagian” biasanya tidak datang sendirian. Ia menyambangi anda bersama kroni-kroninya, yaitu resiko serangan jantung dan hipertensi. Ketika wanita mengalami menopause dini, produksi hormon estrogen melorot.

Padahal, hormon estrogen bertanggung jawab atas kelenturan seluruh sel di tubuh.
Ketika kulit kita kenyal dan elastis, itu berkat jasa hormon estrogen. Kalau produksi estrogen menurun, kulit menjadi keriput.
Selain itu, vaskuler pembuluh darah menjadi tidak lentur (kaku) atau disebut vasokonstriksi.

Hal itu bisa memicu terjadinya hipertensi dan serangan jantung. Karenanya, direkomendasikan 3 hal untuk kaum wanita :
●  olahraga
●  olah gizi
●  olah stress.

Berolahraga secara teratur dan jangan terlalu keras. Perhatikan menu yang anda asup dan kelola beban pikiran anda dengan bijak.

Ingat, sumber hormon (termasuk estrogen) itu berada di otak yakni di bagian hipofisis.
Kinerja hipofisis dipengaruhi oleh kegiatan otak secara keseluruhan.
Kelelahan, kebanyakan kerja, dan banyak pikiran bisa mempengaruhi kinerja hipofisis.
Dengan kata lain,  mempengaruhi produksi hormon termasuk estrogen.

Sumber :
Dr. Achmad Mediana, SpOG, Ketua Perhimpunan Menopause Indonesia
Journal Obgin RSCM, 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s