Hati-hati tersedak bisa membawa kematian

image

Bismillaah……….

BERAWAL DARI TERSEDAK, BERAKHIR DENGAN KEMATIAN

Bulan lalu, ibu kota Republik gempar lantaran berita lomba makan cepat ayam di restoran cepat saji menelan korban jiwa. Seorang peserta tersedak, dilarikan ke RS, dan akhirnya meninggal. Sepintas terdengar sepele ya. Orang tersedak, kok bisa meninggal.

mbaksoKita kemudian bertanya, saat tersedak, apa yang terjadi dalam tubuh hingga bisa merenggut nyawa?

Dr. Erik R. Purba, SpPD dari RSU Bunda Jakarta, menjelaskan, dalam tubuh kita ada 2 saluran yakni saluran makan dan saluran nafas.

Saluran nafas dimulai dari hidung, nasofaring, orofaring, trakea, bronkus (persimpangan antara tenggorokan dan paru), lalu paru-paru.

Saluran makan dimulai dari aktivitas melembutkan makanan dengan pengunyahan oleh gigi dan mulut. Kemudian, otot-otot dinding tenggorokan bergerak secara sinkron untuk mendorong makanan ke kerongkongan. Ketika kita menelan, otot-otot dinding tenggorokan mengirim pesan ke syaraf otak bahwa makanan siap masuk ke kerongkongan. Kemudian otak memerintahkan sfingter (sejenis katup) untuk mengatup agar makanan lancar mrlewati kerongkongan.

Faring dab trakea itu letaknya berdekatan. Makanya saat kita menelan makanan, sfingter akan menutup saluran pernafasan sejenak hingga saluran makan bekerja optimal. Karena letaknya berdekatan, resiko partikel makanan masuk ke saluran pernafasan cukup tinggi. Meski demikian, tidak semua tersedak menimbulkan kematian.

Resiko tersedak membesar ketika kita makan sambil rebahan, makan terlalu cepat, atau tidak mengunyah makanan lebih lama. Makan sambil tiduran misalnya, sfingter tidak menutup sempurna. Maka, peluang makanan menyelip ke paru-paru membesar. Fenomena partikel makanan sukses menyusupi paru-paru disebut pneunomia aspirasi.

Dalam kamus medis, pneunomia aspirasi berarti unfeksi paru-paru akibat terhirupnya partikel (termasuk makanan) dari mulut.

Jika partikel makanan itu berukuran besar atau banyak, maka akan terjadi penyumbatan total di saluran nafas dan menyebabkan afiksia yakni kekurangan oksigen yang menjalar hingga ke otak lalu mengancam jiwa. Akibatnya, kematian.

Jika si kecil atau anggota keluarga yang lain tersedak, anda harus mencermati karakter tersedaknya terlebih dahulu.

Jika tersedak sesaat saja, beri minuman air mineral untuk mendorong makanan yang “nyangkut” di saluran nafas.

Jika tersedak disusul batuk berkali-kali hingga muka memerah, segera beri pertolongan pertama dengan tehnik Heimlich Maneuver (menekan perut dengan tangan dari belakang).

Tujuannya, memberi tekanan internal di perut orang yang tersedak untuk mendorong partikel makanan keluar lewat mulut.

Jika tersedak disusul batuk berkali-kali, muka memerah, dan terlihat tanda-tanda asfiksia, anda harus gerak cepat menghubungi dokter.

Tanda-tanda asfiksia antara lain, ujung-ujung telapak tangan membiru sebagai tanda tubuh kekurangan oksigen, batuk-batuk lalu sulit bernafas dan sudah bicara.

Berikut Tip Meminimalkan Resiko Tersedak Saat Bersantap

1. Mengunyah makanan sampai lembut minimal 20x sebelum ditelan.

2. Makan jangan sambil mengobrol. Aktivitas ini menghalangi mulut dan gigi mengunyah secara maksimal. Akibatnya, beberapa partikel makanan berukuran besar berpotensi menyelinap ke tenggorokan sementara otot-otot di dinding tenggorokan belum siap menyambut partikel itu karena belum ada rangsangan perintah dari otak.

3. Selalu siapkan air putih saat makan. Ketika tersedak, air putih menjadi pendorong yang ampuh agar makanan lebih lancar melintas kerongkongan.

Sumber :
Journal Kesehatan Intern RS Bunda Jakarta, Maret 2016

🌻🌻🌻🌻🌻

Iklan

8 thoughts on “Hati-hati tersedak bisa membawa kematian

  1. agungssuleiman Mei 10, 2016 / 2:31 am

    terima kasih sharing artikelnya sangat berguna…

    • purwatiwidiastuti Mei 10, 2016 / 2:36 am

      pak agussuleiman,
      terima kasih kunjungan dan komentarnya
      salam sehat

      • agungssuleiman Mei 10, 2016 / 2:39 am

        terima kasih juga Ibu Purwati kunjungan dan sukanya salam sehat, maaf nama saya agungssuleiman bukan agus hehehe

  2. purwatiwidiastuti Mei 10, 2016 / 2:51 am

    pak agungssuleiman,
    maaaf atas kesalahan dalam penyebutan nama
    salam sehat

  3. Angwie Mei 10, 2016 / 3:17 am

    terimakasih informasinya, kita memang harus hati2 saat makan, tidak boleh tergesa-gesa, yang biasanya menyebabkan tersedak.. makan sambil bicara juga bener banget itu..
    salam kenal mbak Purwati Widiastuti..
    saya lihat2, produktivitas menulis Anda tinggi sekali, sebulan bisa lebih dari 40 postingan. Mantap.. saya salut dengan Anda.. 😀

    • purwatiwidiastuti Mei 10, 2016 / 3:22 am

      Mas Angwie,
      terima kasih kunjungan dan komentarnya
      iya ini sedang seneng nulis dan juga pas longgar…makanya bisa lumayan banyak
      semoga bertahan untuk seterusnya
      salam sehat

      • Angwie Mei 10, 2016 / 3:26 am

        Sama2 mbak..
        semoga tetap konsisten menulis.. sudah saya follow blognya, semoga bisa jadi sarana silaturrahmi ya..
        salam

  4. purwatiwidiastuti Mei 10, 2016 / 4:04 am

    aamiin
    terima kasih mas angwie, saya juga sudah follow blog mas angwie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s