Apa itu wasir

Dua hari ini jadwal kebelakangku terganggu, aku tidak tahu penyebabnya apa, tapi ketidak beresan itu berawal sore hari setelah makan malam, bahkan dalam posisi masih diwarung. Berlanjut pada hari berikutnya.

Setiap buang air atau BAB selalu didahului dengan rasa perut yang melilit-lilit. Bahkan aku merasa sedikit kurang cairan karena kepalaku agak hangat serta sedikit pening, meski setiap habis BAB aku pasti langsung minum segelas air putih hangat.

Aku juga sempat khawatir ambeienku akan kambuh karena terlalu sering kebelakang. Dan jalan BAB juga terasa agak panas dan teraba agak keras dinding anusnya.

Syukurlah mondar mandir kebelakang segera teratasi, meskipun perut masih terkadang muncul rasa melilit-lilit walau tidak sesering dan sesakit sebelumnya.

Apa siih sebenarnya ambeien atau wasir itu.

Wasir merupakan satu penyakit penyebab pendarahan lewat dubur pada penderita, dimana akan terjadi pelebaran pembuluh darah baik dalam kumpulan pembuluh darah dubur (Pleksus Hemorrhoidalis).

Jadi hemorrhoid bisa dikatakan varises pada pembuluh darah balik dubur.
Tidak hanya wasir yang dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah dalam dubur, juga penyakit lain dengan gejala hampir sama, antara lain :

● Perlukaan kronis pada dubur (Fissure in Ano)
● Abses pada dubur (Abscess Anorectal)
● Ada saluran bernanah kronis (fistula in Ano)
● Peradangan (Proctitis)
●  Tumor-tumor Anorectal.

Faktor Penyebab Ambeien Antara Lain :

1. Gangguan fungsi usus seperti sering diare, konstipasi (sulit buang air besar), gangguan pengosongan usus besar, sembelit, kehamilan dan melahirkan yang memberikan tekanan pada aliran darah bagian rectum/dubur, hal itu membuat pembuluh darah balik melebar.

2. Pemakaian obat lokal misalnya : pencahar yang berlebihan, supositoria yang masuk dubur.

3. Diet rendah serat, sehingga ada gangguan buang air besar dan mengejan.

4. Alkohol yang memberi akibat melebarnya pembuluh darah, juga hormon, oral kontraseptif, buah-buahan semacam nenas, durian, penyakit cirrhosis yang menyebabkan bendungan aliran balik.

Gambaran Klinis :

Gejala–gejala yang timbul pada hemorrhoid tergantung pada tipe dan klasifikasi hemorrhoid.

Yang paling menonjol adalah rasa benjolan pada dubur.
Nyeri, terutama pada saat buang air besar, anus atau dubur basah, gatal-gatal dan ada pembuluh darah yang menonjol serta perdarahan keluar bersama kotoran (faeces) atau menetes berwarna merah segar.

Bila perdarahan ini berlangsung lama bisa menyebabkan anemia.

Nyeri juga dapat disebabkan karena thrombus (pembekuan darah) di pembuluh darah dubur.
Apabila gejala-gejala seperti gambaran klinis diatas timbul, maka gejala yg tersebut hampir sama dengan gejala yang timbul pada penyakit : kanker atau keganasan pada kolon rectum yang menimbulkan perdarahan sulit buang air besar, nyeri, basah dubur, penyakit sentinel kulit dubur, prolap rectum dan sebagainya.

Dengan timbulnya gejala diatas maka pihak rumah sakit harus melakukan pemeriksaan rutin.

Pemeriksaan yang dilakukan antara lain :

a. Inpeksi dubur, apakah ada benjolan –benjolan, letak arah penonjolan tersebut, warna tonjolan, luka-luka, serta thrombus.

b. Colok dubur, yaitu memasukan jari-jari ke dalam anus untuk pemeriksaan, adakah tumor , darah, lendir, rasa nyeri, atau kotoran mengeras.

c. Anuscopy dan procto sigmoidoskopi, yaitu memasukan alat optic guna melihat bagian dalam dari anorectum.

Di samping timbul gejala tersebut, jika kesulitan buang air besar karena luka, muncul komplikasi yg sering menjadi sangat serius di antaranya ialah :

■ Trombosis melingkar yaitu : adanya penggumpalan darah dipembuluh darah balik atau hemorrhoid yang melingkari anus.
Hal ini bisa mengakibatkan nekrose (pembusukan) anus dan kulit anus dengan rasa yg sangat nyeri.

■ Bila penggumpalan darah terjadi infeksi, dan terjadi emboli seperti kuman dan nanah masuk aliran darah, bisa jadi berakibat fatal dan bisa menyebabkan absces hati.

■ Bila terjadi perdarahan kronis akan berakibat anemia berat yang melemahkan tubuh.

Tipe atau macam hemorrhoid :

1. Hemorrhoid Internal yaitu :
pelebaran pembuluh darah balik (pleksus), hemorrhoidalis superior diatas garis mukokutan(batas kulit luar dan dalam) dari anus.

2. Hemorrhoid Eksternal yaitu :
penonjolan pleksus hemorrhoidalis inferior, terdapat diluar garis mukokutan di bawah kulit luar anus.

Hemorrhoid Internal terdiri dari 4 (empat)  stadium :

● Stadium I.
Tonjolan pleksus hemorrhoid kedalam lumen (saluran) anorectal yg tidak prolaps (keluar ) dari anus. Biasanya terdapat perdarahan menetes segar tanpa nyeri waktu defekasi (buang air besar).

● Stadium II.
Menonjol melalui anus saat mengejan, tetapi dapat masuk kembali secara spontan, bisa ada pendarahan dan rasa sakit.

● Stadium III.
Menonjol saat mengejan, dan harus didorong kembali sesudah defekasi, serta bisa ada pendarahan dan nyeri.

● Stadium IV.
Menonjol keluar anus dan tidak dapat didorong masuk.

Sumber :
Makalah Dr. Bayu Prakoso, Sp PD
Journal Intern RSCM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s