Alhamdulillah bapak ibu masih kuat

image

“Mau kemana” tanya kakakku

“Terserah” jawabku

“Ke wates dulu ya” kata kakakku

“Ya, nanti kalau UNY bukak, yang mau renang didrop di UNY dulu sebelum kerumah paklik” jawabku

Itu sepenggal percakapan dengan kakakku sebelum kami berangkat bersilaturahim ke saudara dari ayah maupun saudara dari ibu.

Berhubung rombongan beranggotakan duapuluh maka kami berangkat dengan tiga mobil. Ibu dan bapak didepan dengan kakak sulungku, aku bersama kakak kedua, mobil ke tiga untuk anak, menantu dan cucu kakak sulungku.

Mengingat ibu dan bapak sudah berumur 81 dan 82 tahun, sudah sepuh, maka perjalanan dibuat nyaman dengan sering berhenti untuk beristirahat meluruskan badan.

Kunjungan pertama di rumah adik bungsu bapak di wates yang kaget melihat rombongan cukup banyak datang diluar hari lebaran. Meski sebenarnya masih pingin banyak bercerita tetapi satu setengah jam sudah cukup karena harus melanjutkan perjalanan.

Kami meluncur mencari rumahmakan untuk makan siang sambil menunggu waktu untuk sholat jumat. Begitu adzan semua laki-laki berangkat ke masjid sedangkan yang perempuan menunggu dirumah makan.

Selesai makan siang dan sholat jumat kami meluncur ke rumah adik bungsu ibu, yang ternyata masih di masjid sholat jumat. Masjid di kampung khotbah jumatnya lebih panjang dari yang dikota.

Sementara ibu dan bapak melepas kangen dengan adiknya, yang anak-anak sudah bingung pingin main air lagi. Sehingga kamipun melanjutkan perjalanan menuju curug sewu. Sayang perjuangan kurang serius sehingga tidak ketemu, maka rute dilanjutkan ke pantai glagah.

Cuaca sangat terik, sehingga tidak banyak yang mau berjalan kepantai dan hanya menunggu di lokasi parkir. Hanya setengah jam kami berhenti melihat kemajuan pariwisata di pantai glagah.

Rute berikutnya ke pantai baru yang lebih sejuk karena banyak pepohonan. Setelah menemukan tempat duduk nyaman untuk ibu dan bapak, maka anak-anak mulai bermain.

Azka bermain air dipantai, sedangkan dik Naifa memilih bermain pasir di bawah pohon. Setelah lelah bermain air, Azka lalu ikut main motor2an. Keluarga kakak sulungku semua menikmati bermain motor, akupun sempat digonceng kakakku menyusuri pantai dari pinggir dibawah keteduhan pohon cemara.

Tidak terasa hari sudah hampir sore, maka kami beranjak meninggalkan pantai baru untuk meluncur ke warung bakmi sinten remen di sebelah barat PG Madukismo.

Kulihat ibu dan bapak sudah lelah, tetapi raut wajah dan sinar matanya menunjukkan rasa bahagia.

Alhamdulillah ibu dan bapak masih kuat dan sehat. Semoga Allah selalu menjaga kedua orang tuaku. Aamiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s