Bagaimana tanda kalau tehnik menyusuinya sudah benar

dik Naifa“Rajin nulis” sapa temanku

“Iya niih, mumpung lagi mood”

“Nggak keluar kota ya” tanyanya kemudian

“Kebetulan lagi sepi order niih” jawabku sambil senyum

“Pantesan” jawab temanku sambil senyum, maklum kalau aku bisa diajak jalan-jalan dan ngobrol kesana-kemari

“Besuk ke Benteng ya” ajaknya

“Siap” jawabku semangat

Itu sepenggal percakapanku dengan temanku yang biasa menemani jalan-jalan berburu kebutuhan perempuan untuk berdandan dengan biaya yang murah :). Ya, kebetulan atau memang sedang sepi order ya, tahun ini aku tidak banyak keluar kota sehingga relatif blogku ini sejak Januari biasa kujaga dengan manis, meski kadang ada juga pertanyaan dan komentar yang terlewat, bukan karena aku tidak menjawab siiih…seringnya jawabanku lewat gadget tidak terposting/terupldoad sehingga saat aku membuka lewat laptop pertanyaan itu tertandai kalau sudah kubaca tetapi tidak ada info kalau sudah kubalas, makanya sering jadi terlambat membalasnya…meski kadang ya memang ada yang terlewat juga siiiih. Maaf ya, kalau masih ada yang belum terbalaskan.

Kali ini aku lagi suka posting artikel dari sharing grup kesehatan tentang artikel yang berSumber :  Dr. Z. Ichsan Ambiar, Sp OG di Journal Kedokteran, edisi 11/September 2008. Sebenarnya artikelnya panjang siih, tapi kupotong-potong biar bacanya nggak lelah dan aku ngetiknya juga tidak capai :). Kali ini tentang bagaimana mengamati cara tehnik menyusui yang benar.

Cara Pengamatan Teknik Menyusui Yang Benar. Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal, sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu. Untuk mengetahui bayi telah menyusu dengan teknik yang benar, perhatikan :

  1. Bayi tampak tenang.
  1. Badan bayi menempel pada perut ibu.
  1. Mulut bayi terbuka lebar.
  1. Dagu bayi menempel pada payudara ibu.
  1. Sebagian besar areola masuk kedalam mulut bayi, areola bagian bawah lebih banyak yang masuk.
  1. Bayi nampak mengisap kuat dengan irama perlahan.
  1. Puting susu ibu tidak terasa nyeri.
  1. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
  1. Kepala bayi agak menengadah.

 

Pengisapan yang buruk dapat mengakibatkan :

  • Puting susu menjadi luka dan sakit.
  • ASI tidak mencukupi.
  • Bayi menolak untuk disusui.

Semoga bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s