Mari menjaga kesehatan usus

Mana yang akan kuambil yaa..batinku sambil memegang 3 buku yang sama menariknya. Dua buah buku karangam Dr shigeo haruyama,sebelumnya aku sudah membeli 2 buku dari pengarang ini, dan satu buku karangan katsunari nishihara, MD, Phd.

Karena bimbang, akhirnya ketiga buku itu kuambil dan kubaca daftar isi serta membaca sebagian isi yang menarik. Sekilas kutemukan dua buku karangan Dr shigeo tentang awet muda bersumber pada usus, sedang buku katsunari tentang penyembuhan bersumber dari mitokondria. Akhirnya dengan tekad bulat kuputuskan mengambil buku katsunari yang berjudul “keajaiban mitokondria, menyembuhkan penyakit-penyakit yang belum ada obatnya”

Dan keputusanku tepat, sesampai dirumah kubaca bab 1, kuambil yg menarik untuk kuposting di blog ini, lalu kubuka grup wa kesehatan…ahaaa…aku baca tentang menjaga usus…untuk menjaga kesehatan tubuh sebagaimana yang kukopaskan berikut.

Ingin Panjang Umur? Jagalah Usus Tetap Sehat

Pdpersi, Jakarta – Usia maksimal manusia bisa
mencapai 120 tahun. Syaratnya, perhatikan kesehatan usus, sebab segala penyakit bermula dari usus. Usus menyerap makanan, dan 90% penyakit yang diderita manusia erat kaitannya
dengan makanan yang dikonsumsi. Jika usus sehat, manusia dijamin tidak gampang
terserang penyakit, sehingga pada gilirannya membuatnya berusia panjang. Maka itu,
senantiasa perhatikan percernaan usus.

Usus yang sehat terkait langsung dengan makanan yang dikonsumsi seseorang berikut proses mencernanya. Jika makanan yang dikonsumsi tidak bergizi dan berlebihan, proses pencernaan tidak berjalan baik.

Maka itu, makanlah makanan dengan kualitas terbaik dan menggunakan suplemen gizi dengan kandungan terbaik pula. Namun jika tidak mencerna dan menyerap zat-zat gizi tersebut,
kita akan mengalami malnutrisi dan mendapatkan kesehatan yang jauh dari optimal.

Pencernaan dan penyerapan yang baik sangat penting bagi
kesehatan. “Ada korelasi antara umur panjang dan usus yang
sehat. Usus sehat diperoleh berkat pencernaan yang baik, semua proses pencernaan dalam usus harus berjalan normal,” kata Dr Epistel
Simatupang, spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Kebun Jeruk, Jakarta, kemarin.

Epistel menjelaskan, untuk mencerna makanan, kita membutuhkan enzim-enzim pencernaan. Enzim merupakan sejenis protein yang dikeluarkan oleh saluran pencernaan, dan
bertanggung jawab atas kemampuan kita untuk
menyerap zat-zat gizi dari makanan. Enzim- enzim pencernaan bekerja secara spesifik.

Enzim yang berfungsi untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa disebut amilase,
enzim yang berfungsi memecah protein menjadi asam amino disebut protease, dan enzim yang berfungsi memecah lemak menjadi asam lemak disebut lipase.

Secara prosedural, kata Epistel, enzim pencernaan pertama kali dikeluarkan saat anda mengunyah makanan, yaitu di mulut anda. Kelenjar ludah menghasilkan enzim salivary
amilase yang berfungsi untuk memecah karbohidrat. Salah satu alasan mengapa anda
perlu mengunyah makanan dengan baik sebelum
menelannya adalah sebagai awal yang baik bagi
pencernaan karbohidrat.

Sebetulnya pencernaan makanan dimulai, bahkan
sebelum anda mulai menggigit makanan anda. Saat anda memikirkan tentang suatu makanan, otak anda sedang mengatur langkah pencernaan
bagi makanan tersebut saat anda benar-benar memakannya Itu disebut tahap pencernaan
cephalic.

Lambung Anda mengeluarkan enzim pencernaan dan asam hidrochloric jika anda mempersiapkan dan memikir
kan hal-hal yang positif tentang
makanan anda. Jika anda sedang gelisah atau stress berat di saat menjelang makan, anda mungkin tidak dapat mengeluarkan enzim atau
asam yang cukup untuk mencerna makanan anda, dan hal ini dapat menyebabkan maldigesti.

Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang bermasalah dengan pencernaannya (maag) dan usus selama periode stress yang berat. Setelah makanan memasuki mulut dan melalui
proses pencernaan awal, proses pencernaan beralih ke tahap pencernaan lambung.

Pada tahap ini, makanan berjalan ke lambung dan
hormon-hormon spesifik dikeluarkan untuk merangsang pengeluaran enzim. Salah satu
hormon yang paling penting adalah gastrin, yaitu hormon yang dilepaskan oleh sel-sel di bagian belakang lambung.

Pelepasan ini dipicu oleh makanan jenis protein.
Makanan yang terlalu rendah protein tidak dapat memicu pengeluaran gastrin, sehingga bisa menyebabkan pencernaan yang buruk.Gastrin merangsang sel-sel di dalam lambung untuk
mengeluarkan asam hidrochloric, sehingga makanan di dalam lambung mulai menjadi asam.

Itu penting bagi pencernaan yang menyeluruh. Sebuah enzim protease yang disebut pepsin juga dilepaskan dan proses pemecahan protein
dimulai. Pepsin dan sebagian besar enzim lainnya dikeluarkan oleh lambung dalam bentuk inaktif, dan konversi enzim-enzim ini ke bentuk aktifnya membutuhkan koenzim yang dipengaruhi
oleh seng dan mangan. Karena itu, defisiensi seng dan mangan juga bisa menyebabkan
masalah pencernaan.

Penelusuran sejumlah literatur menyebutkan, pengeluaran enzim untuk pencernaan yang paling berat terjadi kurang lebih 1 hingga 2 jam setelah makan. Biasanya, anda minum air bersamaan dengan makan dapat merangsang pengeluaran
asam lambung untuk keasaman yang optimal serta mendorong pengeluaran enzim dan
bikarbonat di usus kecil.

Untuk itu, Epistel yang lulusan Filipina itu menganjurkan seseorang tidak boleh minum air terlalu banyak saat makan karena akan mempengaruhi produksi enzim. Setidaknya, enzim yang dikeluarkan oleh lambung akan menjadi cair
saat berlebur dengan air yang diminum.

“Jadi, minum air terlalu banyak bersamaan dengan makan tidak selalu berarti baik jika dilihat dari sisi kepentingan pencerna
an yang ideal,” papar Epistel.

Nah, untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan, kita dapat memulainya dari mulut. Kunyahlah makanan dengan baik hingga cukup
halus sebelum ditelan (33 kali kunyahan). Makanlah disaat Anda sudah siap untuk makan,
cobalah untuk menyiapkan perut untuk menerima makanan dengan cara rileks, serta berfikir positif tentang makanan.

Selain itu, hindari stress dan memakan makanan yang asam disaat perut kosong, karena asam yang berlebihan di lambung yang kosong dapat
meningkatkan risiko luka lambung.

Jika Anda telat makan lebih dari 1 jam dari biasanya, hindari makan terlalu banyak karena bisa meningkatkan muatan zat gizi yang tidak tercerna dan mengakibatkan masalah pada usus.Epistel juga menganjurkan perlunya memperhatikan pasokan makanan berserat.

Sebab, makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan mempermudah usus mencernanya.
(izn)
myquran.or.id.

Iklan

2 thoughts on “Mari menjaga kesehatan usus

  1. bidara plus November 19, 2016 / 5:17 am

    terima kasih sangat infonya bermanfaat

    • purwatiwidiastuti Desember 7, 2016 / 6:38 am

      sama2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s