Apakah komposisi gizi dalam ASI

“ibu datang” teriak dik Naifa saat mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah sambil berlari bersembunyi di belakang pintu kamar depan

“assalumalaikum” terdengar ucapan salam

“salam” teriak dik Naifa sambil berlari mengulurkan tangan mungilnya untuk bersalaman

“nenen bu” teriak dik Naifa sebentar kemudian

 

Yaaa, dik Naifa masih minta nenen meski sudah 2 tahun lebih beberapa hari. Maklum kemarin saat mau disapih dik Naifa kena batuk pilek diserta demam, sehingga terpaksa dibawa berobat ke dokter, sehingga sampai saat ini dik Naifa belum disapih, masih menunggu kondisi badannya pulih dulu. Sebenarnya apa sih kandungan gizi dalam air susu ibu sehingga sangat penting bayi untuk menyusu pada ibunya sampai dengan dua tahun, meski di era wanita berkarir sekarang ini menjadi sebuah keeksklusifan apabila seorang bayi bisa mendapat ASI sampai dengan usia 2 tahun. Berikut aku kopas sharing artikel kandungan gizi dalam ASI yang kuperoleh melalui grup kesehatan.

Komposisi ASI terdiri atas berbagai macam faktor proteksi, yaitu :

 

  1. Imunoglobulin : seperti IgA, IgM, IgD dan IgE.

 

  1. Lisozim : terdapat dalam ASI sebanyak 6 – 300 ml/1000 ml dan kadarnya bisa meningkat hingga 3000 – 5000 kal lebih banyak dibandingkan kadar lisozim dalam susu sapi. Enzim ini mempunyai fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteria dan kuman gram (-), juga berperan sebagai pelindung terhadap berbagai macam virus.

 

  1. Laktoperiodase : enzim ini bersama dengan perokdase hidrogen dan tiosianat membantu membunuh streptococcus.

 

  1. Faktor bifidus : merupakan karbohidrat yang mengandung nitrogen. Mempunyai konsentrasi di dalam ASI 40x lebih tinggi dibanding dengan konsentrasi yang ada di susu sapi. Fungsi faktor ini untuk mencegah pertumbuhan organisme yang tidak diinginkan, seperti kuman E.coli patogen.

 

  1. Faktor anti stafilokokus : merupakan asam lemak dan melindungi bayi terhadap penyerbuan stafilokokus.

 

  1. Laktdarierin dan transferin : protein-protein ini memiliki kapasitas mengikat Fe/zat besi dengan baik hingga mengurangi tersedianya zat besi bagi pertumbuhan kuman yang memerlukan.

 

  1. Komponen komplemen : sistem komplemen terdiri dari 11 protein serum yang dapat dibedakan satu sama lain dan dapat diaktifkan oleh berbagai zat seperti antibodi, produksi kuman dan enzim. Komplemen C3 dan C4 terdapat dalam ASI. Dalam kolostrum terdapat konsentrasi C3 lebih tinggi, hingga dalam keadaan aktif merupakan faktor pertahanan yang berarti.

 

  1. Sel markdariag dan netrdariil dapat melakukan fagositosis itu terhadap Stafilokokus, E.coli dan Candida albicans.

 

  1. Lipase : merupakan zat antivirus.

 

Semoga bermanfaat

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s