Terjadi gerhana….perbanyaklah amal

image

“Lhoo mana kotaknya” tanya adik bungsuku
“Tadi subuh ada” jawab adikku yang lain
“Iya, kotaknya biasanya hanya pas sholat shubuh” jawab tetanggaku
“Hilang kesempatan infaq dimasjid saat gerhana niih” batinku

Yaaa, proses gerhana matahari tanggal 9 maret 2016 ini memakan waktu lebih dari 2 jam, gerhana matahari di yogya berlangsung sejak pukul 6.21 berakhir pukul 8.36.

image

Hadistnya saat gerhana hendaknya melakukan sholat gerhana atau sholat khusuf, memperbanyak doa dan sedekah. Jelas tidak mungkin waktu yang 2 jam itu dihabiskan untuk sholat gerhana, meski pernah kubaca artikel bahwa pada rakaat pertama dibaca surat al baqarah dan al imran, sedang rakaat ke 2 dibaca surat yang lebih pendek dari rakaat pertama yaitu surat an nisa dan almaidah. Naah kalau bacaan surat itu yang digunakan, sholat diperkirakan bisa 2 jam, tapi setahuku  sepertinya di saat ini di indonesia koq ga ada yang sholat gerhana dengan membaca 4 surat tersebut.

Di masjid tempatku sholat tadi pada rakaat pertama dibaca shabismarobikal a’la dan surat al insyirah sedangkan rakaat ke dua surat ad dhuha dan yang ke 4 aku lupa, total waktu sholat 10 menit, dilanjut khotbah dengan mengutip penggalan surat yasin ayat 40, dengan waktu 20menit, sehinggal total 30 menit.

1,5 jam yang lain untuk dzikir, dan sayang tidak ada kotak infaq jadi tidak bisa infaq. Semoga lain kali takmir masjid tidak lupa mengeluarkan kota infaq pada saat ada waktu sholat.

Yaa, saat gerhana saatnys untuk memperbanyak ibadah, karena bisa saja saat gerhana menjadi tanda awal datangnya kiamat atau bisa juga sebagai tanda datangnya azab manusia seperti yang diungkap dalam tulisan dokter raheanul bahrain berikut ini.

# Gerhana Bisa Jadi Sebab Turunnya Adzab Bagi Manusia

-Ketika terjadi gerhana hendaklah kita tidak menganggap biasa-biasa saja, tetapi semakin takut kepada Allah yaitu bertakwa dan banyak istigfar  (bukan takut histeris dll)

-Gerhana tidak ada kaitannya dengan kejadian  apapun di bumi seperti (dihubung-hubungkan secara mistis), misalnya kematian seseorang atau tanda akan bencana besar dll

-Sebagaimana ketika Ibrahim anak Nabi shallallahu alaihu wa sallam meninggal dan terjadi gerhana, maka beliau menjelaskan bahwa itu tidak ada kaitannya tetapi perbanyak dzikir, istigfar dan sedekah

-Laksanakan juga shalat sunnah gerhana jika terjadi gerhana

-Bisa jadi sebab turunnya adzab kepada manusia karenanya diperintahkan perbanyak dzikir, istigfar dan bersedekah

___________________________________

Ketika terjadi gerhana  yaitu gerhana bulan khususnya. Sebagian manusia menganggap remeh, biasa saja atau seolah-olah  ini hanya fenomena alam biasa saja.

Hendaknya seorang muslim merasa takut kepada Allah ketika terjadi gerhana matahari ataupun gerhana bulan. Karena Allah menakut-nakuti hamba-Nya melalui gerhana ini agar mereka kembali ingat akan kekuasaan Allah dan merasa takut kepada Allah.

Sahabat Abu Musa Al Asy’ariradhiyallahu ‘anhu menceritakan,

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ ».

“Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda, ”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang.Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.”[1]

 

Ketika terjadi kita diperintahkan berdoa, shalat, dan bersedekah

Kita diperintahkan agar  segera menegakkan shalat, memperbanyak dzikir, istighfar, doa, sedekah, dan melakukan amal shalih tatkala terjadi peristiwa gerhana. RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوْااللهَ وَكَبِّرُوْا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا …

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah. Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. “[2]

Khususnya shalat maka lebih ditekankan lagi pelaksanaannya karena ini merupakan amal yang dilakukan oleh RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau memerintahkannya.

Beliau shallallahu ’alaihi wa sallambersabda,

فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا

”Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah.”[3]

Bahkan sebagian ulama mewajibkan shalat gerhana.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata,

وقال بعض العلماء بوجوب صلاة الكسوف؛ لأن النبي  فعلها وأمر بها

“Sebagian ulama berpendapat akan wajibnya sholat gerhana, sebab Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam mengamalkan dan memerintahkannya.”[4]

ada juga yang berpendapat bahwa hukumnya adalah sunnah mu’akkadah , yaitu sunah yang sangat ditekankan pelaksanaannya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahuberkata ,

فالجمهور على أنها سنة مؤكدة، وصرح أبو عوانة في صحيحه بوجوبها،

“Jumhur berpendapat bahwa hukumnya (sholat gerhana) adalahsunnah mu`akkadah. Abu ‘Awanah
menegaskan di dalam Shahih-nya bahwa hukumnya wajib.

 

Gerhana bisa jadi sebab turunnya adzab

Karenanya kita perlu takut dan ingat kepada Allah tatkala terjadi gerhana. Syaikh Shalih Al-Fauzanhafidzahullah berkata,

ولما كسفت الشمس في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم , خرج إلى المسجد مسرعا فزعا , يجر رداءه , فصلى بالناس , وأخبرهم أن الكسوف آية من آيات الله , يخوف الله به عباده , وأنه قد يكون سبب نزول عذاب بالناس , وأمر بما يزيله , فأمر بالصلاة عند حصوله والدعاء والاستغفار والصدقة والعتق وغير ذلك . من الأعمال الصالحة , حتى ينكشف ما بالناس ; ففي الكسوف تنبيه للناس وتخويف لهم ليرجعوا إلى الله ويراقبوه

“Ketika terjadi gerhana matahari di jaman Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam, beliau keluar dengan bergegas, menarik bajunya, lalu shalat dengan manusia, dan memberitakan kepada mereka: bahwa gerhana adalah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, dengan gerhana tersebut Allah menakut-nakuti para hamba-Nya.

Boleh jadi merupakan sebab turunnya adzab untuk manusia, dan memerintahkan untuk mengerjakan amalan yang bisa menghilangkannya. Beliau memerintahkan untuk mengerjakan sholat, berdoa, istighfar, bersedekah, memerdekakan budak, dan amalan-amalan shalih lainnya ketika terjadi gerhana; hingga hilang musibah yang menimpa manusia.”[6]

Demikian semoga bermanfaat

 
@Pogung Dalangan,  Yogyakarta Tercinta

Penyusun:   Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

[1] HR. Muslim no. 912

[2] HR. Bukhari Muslim

[3] HR. Bukhari no. 1043

[4]  Al-Mukhtarat al-Jaliyah minal Masa`ili al-Fiqhiyah hal. 73

[5] Fathul Baari II/527

[6] Mulakhkhos Fiqhiyah syaikh Shalih Al-Fauzan

Gerhana Bisa Jadi Sebab Turunnya Adzab Bagi Manusia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s