Sudah benarkah sikap kita menghadapi gerhana

image

“Jadinya sholat dimana” tanya guru ngajiku di whatsapp grup ngaji
“Masjid di kompleks” jawabku
“Bu guru sholat dimana” aku balik bertanya
“Masjid dekat rumah” jawabnya
“Sholatku cepat, padahal sudah kubayangkan akan berdiri 30 menit” tulisku
“Ternyata 30 menit sudah termasuk khotbah setelah sholat gerhana” lanjutku menerangkan

Yaa, itu percakapan di grup whatsapp tadi pagi setelah selesai gerhana matahari. Ternyata yogya tetap terang saat puncak gerhana jam 7.23 tadi saat kami berjalan menuju masjid, meski di tv ada liputan dari daerah lain terlihat suasana gelap sore hari.

image

Waktu gerhana 2 jam lebih terisi dengan aktivitas di masjid selama 30 menit, sayang yang 1,5jam tidak bisa efektif diisi dengan kegiatan ibadah maupun beramal. Dan hatiku terasa teriris saat ada teman upload foto selfie dikerumunan orang nonton bareng gerhana, rasanya sesak tak kuasa berkata menyaksikam foto dengan wajah tersenyum bahagia itu. Sungguh kontras dengan ajaran Rasulullah yang seharusnya kita ikuti sebagai umatnya. Aku jadi merenung kembali sudah benarkah sikapku menghadapi gerhana matahari tanggal 9 maret 2016. Masih banyak peluang amalan ibadah yang bisa kulakukan selama 1,5jam yang terlewat begitu saja. Astaghfirullah wa atuubuilaih. ๐Ÿ˜ฆ

Dadaku kembali nyesek saat kubaca ulang artikel yang dikirim pakdhe dewo via whatsapp tadi pagi jam 5.31. Maaf pakdhe, aku tidak bisa menjalankan tuntunan Rasul dengan baik. Kiriman artikelnya kuposting di blog ini sebagai pengingat diri untuk menjadi lebih baik.

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan
.
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

.

Ketika Madinah terjadi gerhana matahari, ketahuilah bahwa Rasulullah merasa takut dan segera mengajak umat Islam untuk shalat di mesjid.  Meskipun beliau adalah manusia yang paling mengetahui segala sesuatunya [ lewat ijin Allah ] tapi Rasulullah tidak menunjukkan sikap yang tenang ketika terjadi gerhana.

Sebaliknya, Rasulullah malah waspada.  Beliau takut dan khawatir akan terjadi kiamat.

Lihatlah, sungguh berbeda dengan sikap umat [ Islam ] sekarang ini.  Merasa teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga menganggap peristitwa gerhana [ matahari atau bulan ] adalah sebuah peristiwa alam โ€˜biasaโ€™ yang tidak perlu disikapi apapun.  Jika Rasulullah takut, umatnya malah gembira.  Jika Rasulullah waspada, umatnya malah sibuk berencana foto selfie.  Jika Rasulullah khawatir akan terjadi kiamat, umatnya malah larut dalam rencana pesta gemerlap.

Astagfirullah.

Akan jadi apakah umat ini jika sikap Rasulullah tidak menjadi teladan bagi kita?  Janganlah kita merasa sok lebih pintar, sok lebih hebat, lebih canggih ketimbang jaman Rasulullah.

Meskipun jaman Rasulullah belum ada satelit luar angkasa, belum ada teropong bintang, bahkan belum ada mobil.  Tapi ketahuilah, ilmu yang dimiliki Rasululah adalah yang paling luas, dalam dan lengkap yang pernah dimiliki oleh manusia.

Kita hanya tahu peristiwa gerhana matahari hanya dalam perspektif ilmu pengetahuan.  Tapi apa kandungan peristiwa dibalik semua itu, kita buta sama sekali.  Kita tidak punya ilmu sedikitpun untuk menyingkap tabir dibalik peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2016 ini.  Mengapa gerhana tidak terjadi tahun sebelumnya, atau mengapa tidak 4 tahun lagi ?

Jawabannya bukan hanya persoalan science.  Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang menyelimuti hal itu, yang tidak kita ketahui.  Ada โ€˜suatu pesanโ€™  yang hendak disampaikan Allah Taโ€™ala dari peristiwa gerhana ini.

Sesuatu yang menyelimuti itulah yang diketahui oleh Rasulullah, sehingga beliau merasa khawatir, takut dan waspada.  Dan sebagai solusi dari ketakutan beliau, Rasulullah melakukan shalat kusuf,

Sungguh, Nabi Takut Akan Gerhana

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู…ููˆุณูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฎูŽุณูŽููŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ููู‰ ุฒูŽู…ูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ููŽุฒูุนู‹ุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‰ ุจูุฃูŽุทู’ูˆูŽู„ู ู‚ููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุฑููƒููˆุนู ูˆูŽุณูุฌููˆุฏู ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู‡ู ูŠูŽูู’ุนูŽู„ูู‡ู ููู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ู‚ูŽุทู‘ู ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ูŠูุฑู’ุณูู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุชูŽูƒููˆู†ู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ุงูŽ ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุฑู’ุณูู„ูู‡ูŽุง ูŠูุฎูŽูˆู‘ููู ุจูู‡ูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽู‡ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ููŽุงูู’ุฒูŽุนููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุฏูุนูŽุงุฆูู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑูู‡ู

Abu Musa Al Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu menuturkan, โ€Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, rukuโ€™ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.โ€

Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam lantas bersabda,โ€Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah.โ€

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu โ€™alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah.

Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat.

Siapa yang  tahu peristiwa ini ternyata  adalah tanda datangnya bencana atau adzab ?  Atau tanda semakin dekatnya hari kiamat, misalnya dengan semakin lemahnya tembok yang mengukung Yaโ€™juj dan Maโ€™juj ?  Atau akan semakin keringlah sungai Eufrat di Iraq ?

Sesungguhnyam, ada โ€˜pesanโ€™ apakah yang hendak disampaikan Allah Taโ€™ala dari peristiwa gerhana ini ?

Tidak patutlah umat Nabi Muhammad menyambut gerhana [ matahari atau bulan ] dengan suka cita.  Karena tuntunan Rasulullah menyuruh kita untuk menghadapi gerhana dengan mempertebal keimanan, dan terus menerus berzikir mengingat Allah.  Kita tidak tahu bencana apa sesungguhnya yang tengah menanti kita, tapi kita pasrahkan semuanya kepada Allah Taโ€™la.

Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.  Dan bukannya malah berpikir untuk foto selfie atau mengagumi peristiwa gerhana itu sendiri.

Dari โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑูŽ ุขูŠูŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุฎูŽุณูููŽุงู†ู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ุงูŽ ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุงุฏู’ุนููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽูƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ุŒ ูˆูŽุตูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ููˆุง

โ€Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoโ€™alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.โ€ (HR. Bukhari no. 1044)

Wallahu aโ€™lam bishowab

📝:idea:Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868) 

SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel:  @kajianIslamadina โ–ถ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s